Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
71. Bertemu Kembali



Seorang pemuda ber iris hitam berjalan mendekati pemuda ber rambut putih yang tengah terlelap. Terlihat wajah pucat pemuda ber rambut putih itu, namun sang pemuda ber iris hitam justru menyeringai melihat nya.


Ia mendekatkan tangan nya berniat mengusap surai putih bersih pemuda itu. Namun,


"Singkirkan tangan kotor mu dari ku!!!" Ujar Zuka tiba tiba sambil menatap tajam, namun juga berkaca kaca.


Avren yang melihat itu menatap nya tajam, namun seketika tatapan itu langsung berubah jadi tatapan lembut.


"Kau mulai berani ya, Zuka." Ujar Avren dan langsung mencekik leher Zuka.


Pemuda bermanik gold itu mencoba untuk melepaskan cengkraman di leher nya walau hasilnya sia sia. Tubuhnya terlalu lemas untuk bisa melawan Avren saat itu.


Brug!!


"Akh" Rintih Zuka saat Avren melemparnya begitu saja seperti karung bekas.


Avren sudah benar benar berubah sekarang. Tidak seperti Avren yang ia kanal dulu. Dirinya sudah benar-benar dikendalikan oleh ketua Inimicus itu.


"Kenapa kau melakukan ini?!" Tanya Zuka.


"Karena kau sudah berani melawan. Lagipula kau hanya senjata dan barang berharga ku." Ujar Avren dan menggunakan rantai nya untuk mengikat Zuka.


"Apa yang mau kau lakukan?! " Tanya Zuka ketakutan.


Avren tersenyum dan mengeluarkan sebuah pisau dari saku nya. Mata Zuka membulat melihat itu. Ia tidak memiliki cukup tenaga untuk melawan. Apa yang akan terjadi pada nya selanjutnya?


Zuka menutup erat mata nya tidak ingin melihat apa yang akan Avren lakukan pada nya. Namun..


"Akh... Zuka..." Seketika Zuka membuka mata nya lagi. Ia memandang pemuda di hadapan nya terlihat kesakitan. Rantai yang mengikat tubuh nya pun sudah terlepas.


"A-Avren.." Ya, tidak salah lagi itu memang Avren.


"Cepat pergi dari sini!!" Seru Avren dan sebuah portal muncul di belakang nya.


"Tapi bagaimana dengan mu?" Tanya Zuka. Tentu ia tidak bisa meninggalkan teman nya begitu saja kan?


"Aku akan menahan nya. Cepat pergi dari sini! Percayalah padaku." Ujar Avren sambil tersenyum hangat. Senyuman yang sangat Zuka rindukan.


Zuka mengangguk dan berlari menuju portal itu. Ia sedikit berbalik sebelum masuk dan tersenyum manis. "Terimakasih Avren! Aku janji akan menyelamatkan mu! " Ujarnya dan berlari masuk.


Setelah itu portal pun langsung tertutup. Rantai di sekeliling Avren bergerak liar dan mulai menghancurkan apa yang ada di sekitar nya.


"AARRGGHH!!! DASAR MANUSIA TIDAK BERGUNA!!" Seru Avren kesal, tidak. Tepatnya seru ketua Inimicus itu kesal. Bagaimana bisa jiwa dari tubuh yang ia kendalikan terlepas begitu saja?


Avren menegaskan rantainya menghancurkan meja dan botol botol berisi ramuan yang menjadi sasaran kemarahan nya. "Awas saja. Akan ku temukan kalian!!!" Ujar nya marah.


*****


Di sisi lain, Zion terlihat sedang duduk menunggu Hali sambil mempersiapkan api untuk membakar hasil tangkapan Hali nanti.


Sementara pemuda pengendali elemen petir itu keluar dari air dan membawa beberapa ikan yang cukup besar bersama nya.


"Wah wah... Kau handal juga. Tapi, bagaimana caramu menangkap ikan itu? Apa dengan sihir mu?" Tanya Zion mengingat Hali tidak membawa apa apa saat masuk kedalam air tadi.


"Tidak, aku menggunakan batu batu tajam di dasar kolam. Jika aku menggunakan listrik di dalam air bisa bahaya nanti." Jawab Hali. Ada benarnya. Air kan konduktor paling baik untuk listrik.


"Baiklah, untuk api nya sudah ku persiapkan. Mari mulai ba-"


BYUR!!!


Kata kata Zion terpotong saat sesuatu mendadak jatuh ke kolam, membuat air menciprat membasahi nya.


Zion dan Hali memperhatikan apa yang jatuh ke kolam itu. Sampai saat sosok pemuda muncul dan meminta tolong.


"Tolong.. Uhuk! Aku tidak bisa berenang!" Dengan cepat Hali langsung terjun masuk ke dalam air dan menolong pemuda itu.


Tapi tunggu, suara itu terdengar tidak asing. Ditambah rambut putih.. Jangan bilang jika itu Zuka.


Zion terlihat semakin khawatir sampai akhirnya Hali berhasil membawa pemuda itu keluar dari dalam air.


Dan benar saja, dia adalah Zuka. Hali membaringkan tubuh pemuda itu di tanah. Dan Zion langsung mendekati nya. Tidak salah lagi, dia memang Zuka.


Tanpa sadar bulir bening menetes dari kelopak mata Zion. Senang tapi juga khawatir. Senang karena ia akhirnya bertemu kembali dengan Zuka dan khawatir melihat luka luka di tubuhnya.


"Kondisi mu jauh lebih buruk dari terakhir kali..." Ucap Zion pelan. Ia merobek ujung jaket nya dan menutup luka di leher Zuka.


"Avren benar-benar keterlaluan... Dia sampai melakukan ini padamu..."


Ia kesal. Marah tapi apa yang bisa dirinya lakukan sekarang? Dalam situasi ini, apalagi terjebak di jurang yang entah seberapa dalam cukup menyebalkan.


"[NonMagic: heal]" Lingkaran sihir terbentuk dan perlahan menyembuhkan Zuka. Hali hanya bisa terdiam. Ini pertama kalinya ia melihat Zion sampai seperti itu.


Puk


Namun seketika Zion menghentikan sihirnya saat merasakan seseorang membelai rambutnya. Saat ia melihat, Zuka memandang nya hangat sambil tersenyum tipis.


"Sudah cukup. Terimakasih... Zion." Ujar Zuka.


Zion tidak bisa lagi berkata kata. Tanpa aba aba ia langsung memeluk Zuka begitu saja. Setelah sekian lama akhirnya mereka bertemu kembali. Sudah jelas Zion senang bisa kembali bersama salah satu keluarga nya.


Apa mereka saudara kembar yang sudah lama terpisah atau apa?


"Z.. Zion sesak." Mendengar itu, Zion langsung melepaskan pelukan nya. Saking senang nya ia sampe sedikit terbawa suasana.


"Maaf! Bagaimana kondisi mu? Masih ada yang sakit?" Tanya Zion.


Zuka menggeleng kecil. "Tidak. Kemampuan mu sudah meningkat rupanya. Terimakasih Zion."


"Sama sama" Balas Zion. Tapi tunggu, kejadian ini sama seperti saat pertama kali ia bertemu dengan Zuka dulu bukan? Mengingat itu membuat Zion terkekeh kecil. Apa Zuka memang hobi muncul tiba tiba dan jatuh ke kolam?


Hali dan Zuka yang melihat ekspresi aneh Zion justru bingung. Kenapa dengan anak itu?


"Zion? Kau kenapa?" Tanya Hali.


Merasa namanya di panggil ia pun menoleh. "Tidak apa, aku hanya sedikit berfikir. Apa kau punya hobi terjun ke kolam walau gak bisa berenang, Zuka?" Tanya Zion. Zuka awalnya terdiam memcoba memahami kata kata pemuda ber iris ruby itu.


Sampai saat ia kembali mengingat, "kau mengejek ku ya? Dasar menyebalkan!" Zuka langsung mengalihkan pandangan nya kesal. Memangnya Zion pikir ia mau apa tenggelam seperti itu?


Tapi berikutnya, mata Zuka justru menangkap satu lagi sosok pemuda yang terdiam melihat interaksi mereka.


"Ngomong ngomong terimakasih ya sudah menolong ku tadi. Aku Zuka Ambrilz, saudara Zion. Senang bertemu dengan mu!" Ujar Zuka sambil tersenyum memandang Hali.


"Ah, aku Hali Vandelous. Sama sama, senang berkenalan denganmu." Jawab Hali.


Entah mengapa Zuka malah menatap nya terus. Lalu mengalihkan pandangan nya pada Zion dan kembali menatap Hali.


"Hubungan kalian apa?"


Oke, pertanyaan tiba tiba itu membuat Hali dan Zion saling berpandangan. Seketika wajah mereka memerah padam.


Tunggu, hubungan? Maksudnya?


"K-kami.. Hanya teman!" Jawab Zion disusul anggukan Hali. Zuka yang mendengar itu sedikit menghela nafas.


'Padahal ku kira kau sudah menganggap nya sebagai keluarga. Jawaban yang mengecewakan.' batin Zuka.


"Ngomong ngonong bagaimana kau bisa jatuh ke sini?" Tanya Zion memecahkan lamunan Zuka.


"Ah, itu... Aku kabur dengan portal yang Avren buat dan terus berlari tidak melihat jalan di depanku dan jatuh ke jurang." Jawabnya singkat dan padat.


"Simpel sekali." Ucap Hali. Sementara Zuka hanya menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


"Oh sudah berapa lama kalian di sini? " Tanya Zuka mengingat mereka sedang di dalam jurang sekarang.


"Sejak semalam saat Avren menarik kami ke sini." Jawab Zion.


"Tapi kenapa malah Hali ikut kejebak?"


"Niatku mau tolongin Zion yg malah ikut ketarik." Zuka yang mendengar itu hanya mengangguk. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekitar dan melihat beberapa bangkai monster yang tergeletak dengan bagian dada yang di robek.


Sepertinya Zion sudah mengambil core mereka agar tidak bisa di gunakan lagi oleh Avren.


"Kalian gak mau keluar dari sini?"


Hali dan Zion saling berpandangan. "Pengin, tapi terlalu dalam sulit untuk keluar." Ujar Hali.


Zuka pun berdiri dan mengamati sekitar. "Ayo ikut aku! Aku tau jalan keluar"


Zion dan Hali hanya mengikuti pemuda ber rambut putih itu. Dari ekspresi nya terlihat begitu percaya diri seakan menghipnotis mereka untuk mengikuti nya.


Dan sepertinya keputusan mereka tidak salah. Zuka berhenti di depan dinding jurang yang terdapat cukup banyak kristal sihir. Kemudian ia berbalik memandang kedua teman nya itu dan tersenyum.


"Anak baik... Kaya anak ayam yang ikuti ibu nya aja." Celetuk Zuka yang membuat perempatan imajiner langsung muncul di dahi mereka.


Jadi Zuka mengerjai mereka?


"Haha... Anak ayam ya... Kalo kau dipanggang kaya ayam enak tuh. palagi di panggang dengan arus listrik bertegangan tinggi." Ucap Zion yang membuat Zuka langsung terdiam.


Sungguh, Zion itu menyeramkan.


"Oke, ini tempat yang aman untuk keluar. Tidak ada monster yang menempel di dinding jurang dan lokasinya juga aman. Kita bisa keluar dari sini." Ujar Zuka.


Entah mengapa Zion dan Hali sedikit ragu. "Bagaimana kau tau tentang itu?"


"Aku sering ke tempat ini. Lagipula jarak permukaan cuma 10 meter gak dalam dalam amat." Ujar Zuka sambil bersiap menggunakan sihir nya. "[Lontaran mana]"


Cahaya pudar muncul di bawah Zuka sebelum kemudian pemuda itu melompat keluar dengan mudahnya. Sementara kedua pemuda itu menatap terkejut dengan mulut yang terbuka.


Semudah itu Zuka keluar?


"Woy! Cepat!! Titik aman nya bakal berganti tiap lima menit loh... Jangan sampai kemakan monster!! " Zuka berseru menyadarkan lamunan mereka.


Mendengar itu, dengan cepat Hali dan Zion langsung menggunakan sihir mereka untuk melompat keluar.


Dan benar saja, tidak terlalu dalam. Zion sedikit terkekeh. Kali ini prediksi familiar nya salah. Ternyata tidak semua hal Nero tau.


TBC