Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
141. Penghianat?



Suasana di perkemahan seketika menjadi begitu menegangkan. Semuanya mulai waspada setelah merasakan sihir di sekitar mereka. Apa ada monster yang masih harus mereka kalahkan? Atau mahluk lain.


Tapi ini berbeda dari monster monster yang mereka kalahkan tadi. Sihir yang mengelilingi nya seakan begitu kuat.


"Iblis..."


Mendengar ucapan Reon, seketika semuanya menjadi tegang. Bagaimana bisa ada iblis di tempat itu? Biasanya iblis hanya muncul di hutan atau daerah daerah yang mengerikan dan menjadi wilayah kekuasaan mereka. Sangat jarang iblis datang ke tempat dimana sedang banyak orang berkumpul, walau bukan tidak mungkin juga sih...


Mengingat ras iblis sangat haus akan kekuatan dan kekuasaan, mereka tak akan ragu untuk membunuh ras lain dan mencuri sihir mereka untuk menguasai dunia. Itulah alasan kenapa hampir semua ras sangat membenci sekaligus takut pada ras Iblis.


Namun mendengar ucapan Reon, tentu membuat murid murid Hero Class khawatir. Tidak, tidak mungkin mereka mengalahkan iblis bukan? Walau mereka sudah pernah ikut berperang melawan ras Inimicus, tapi situasi nya berbeda sekarang.


Lagipula yang mengalahkan Iblis itu adalah Zion, bukannya mereka.


"Sihir ini..." Avren memandang Zuka yang juga menatap nya dengan pandangan khawatir. Sebagai orang yang sudah pernah berada di dekat Iblis dengan waktu yang lama, sudah jelas mereka tau sihir siapa ini.


"Tidak mungkin bukan? Dia.. Sudah kita kalahkan?" Ujar Zuka mencoba menyangkal. Ia melihat sendiri bagaimana ketua ras Inimicus itu di kalahkan. Apa mungkin makhluk itu hidup lagi?


"Apa yang tidak mungkin? Dia siapa?" Tanya Sein sambil berjalan mendekat ke arah mereka, diikuti oleh para pangeran elemen lainnya.


"Ras Inimicus."


Semuanya langsung menatap horor pada pemuda ber iris merah yang sedang bersandar di batang pohon. "Tidak salah lagi bukan?" Lanjutnya.


"I-ini pasti rencana Zion bukan?" Kei mencoba menyangkal.


"Sayangnya tidak. Memang benar, ketua ras Inimicus itu masih hidup." Semua tatapan mata langsung mengarah pada Zion yang baru saja keluar dari portal yang ia buat bersama dengan Erano, Alex dan Laura.


Mendengar ucapan Zion, semua murid Hero Class langsung ribut. Panik dan takut mereka rasakan. Bagaimana bisa? Banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada Zion, namun...


DUAR!!!


Ledakan besar terjadi tak jauh dari mereka membuat kobaran api menyembur bersamaan dengan angin dan bebatuan yang ikut terlempar. Beruntung, dengan cepat Zion langsung mengaktifkan pelindung yang melindungi semua murid Hero Class dari serangan dadakan itu.


"Sayang sekali... Padahal aku ingin lebih lama mengamati kalian. Tapi iblis sialan itu justru memberitahu keberadaan ku! Dasar penghianat!!" Suara menggema terdengar di sekeliling hutan, mengisyaratkan amarah dari si pemilik suara. Cukup sulit untuk mereka menemukan darimana suara itu berasal.


"Beraninya kau menghianati bangsa iblis. Akan ku hancurkan kau bersama para manusia itu Erano!!"


Erano terdiam. Tangan nya mengepal kuat mendengar ucapan itu.


Kini semua tau, pemuda yang terlihat begitu baik dan lembut, namun kadang terlihat cukup rapuh itu adalah salah satu dari ras Iblis. Selama ini tak ada yang menyangka hal itu. Tak ada yang mengira jika di sekolah mereka ada iblis yang ikut berbaur bersama mereka, menyembunyikan identitas aslinya dengan penyamaran nya sebagai penyihir.


Namun, apa benar yang di katakan oleh sosok itu? Apa alasan Erano menghianati bangsa nya sendiri?