Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
33. Duel



Matahari bersinar cerah dengan sedikit awan awan tipis yang menghiasi langit biru yang luas. Di sebuah lapangan luas dengan tiga buah pohon pinus besar di tepinya dan bangku penonton yang terpasang di sana.


Terlihat cukup banyak orang yang duduk di tempat duduk yang di sediakan di sana. Bersiap untuk menonton duel antara dua orang penyihir berbeda level itu.


Beberapa guru yang penasaran pun juga ikut menonton duel yang akan segera di laksanakan itu. Suasana yang cukup ramai di sekeliling lapangan.


Terlihat seorang gadis ber rambut hitam pendek berjalan ke tengah lapangan. Ia tersenyum angkuh dan beberapa orang terlihat berseru menyemangati nya.


Sementara itu, dari sisi lain, seorang pemuda ber iris ruby berjalan santai ke tengah lapangan. Ia berhenti tepat tiga meter di hadapan gadis itu. Tatapannya dingin dan cenderung datar. Sangat berbeda dengan lawannya yang terlihat menantang.


Zion terlihat menuliskan kata kata di buku sihirnya. Ia terlihat begitu tenang yang membuat lawannya, Neily Cirva kesal sendiri.


Apa orang asing itu begitu meremehkan nya?


Sementara, Reon yang menjadi wasit sudah berdiri di dekat lapangan. "Kalian berdua siap?" Tanya Reon.


"Siap!!" Jawab Neily mantap.


"Siap." Jawab Zion singkat dengan nada datar.


"Zion, kau dilarang menggunakan itu dalam duel kali ini." Ucap Rendrano. Yang di maksud adalah penghentian.


Zion yang memahami itu pun mengangguk. "Lagipula menghabiskan cukup banyak tenaga dan itu merepotkan."


"Baiklah, pemenang duel ini ditentukan jika salah satu sudah tidak bisa melanjutkan duel. Dan dilarang keras untuk membunuh. Kalian mengerti?" Tanya Rendrano sembari memberi tahu peraturan duel ini.


"Mengerti." Jawab keduanya.


Reon mengangkat tangannya ke atas. "Baiklah, bersiap.." Reon sedikit menjeda kata katanya dan memandang ke arah Zion, lalu beralih ke arah Neily yang sudah siap untuk meluncurkan sihirnya. "Mulai!"


Tangan diturunkan dan Neily langsung memunculkan lingkaran sihir berwarna biru laut. "[Sihir air: tombak air]!!"


Tombak air bermunculan dan mengarah langsung pada Zion. Pemuda itu pun langsung menghindar.


"[Shield]" Pelindung terbentuk di hadapan Zion dan menangkis semua serangan itu.


Neily berdecih kesal dan membuat beberapa lingkaran sihir di dekat Zion. "Rasakan ini!! [Sihir air: pedang air]!!!" Puluhan pedang air diluncurkan dan tepat mengenai Zion. Pelindung yang di buatnya pun hancur seketika. Air menyembur kemana mana bercampur dengan tanah.


Namun, serangan itu berhenti, Neily terkejut karena tak melihat lawannya di sana. "Kemana dia? Dasar pengecut! Apa dia lari?"


Namun...


"[NonMagic:bola api]" Bola bola api bermunculan dari balik lingkaran sihir berwarna merah pudar. Dengan cepat gadis ber rambut hitam itu menghindari nya.


Ia berdecih kesal. Serangan tiba tiba tiba seperti itu adalah hal yang paling ia benci. "Berani kau!" Emosi Neily terpancing dan ia meluncurkan serangan demi serangan dengan cepat dan tak beraturan.


Air yang membentuk seperti sulur panjang dan bergerak seperti ular dengan cepat mengarah pada Zion. Ini mengingatkan nya pada serangan Alex saat itu.


Gerakannya yang terlalu cepat membuatnya sedikit sulit untuk memprediksi.


'Jika begini terus...' batin Zion, namun...


"[Tembakan air]!! "


Sebuah bola air cukup besar meluncur ke arah Zion dan membuatnya terlempar menabrak pelindung.


Zion mencoba berdiri namun, Neily sudah ada di hadapannya dengan air yang membentuk seperti pisau melayang di sekitarnya. "Ini akibatnya karena berani macam macam denganku."


Pisau pisau diluncurkan ke arah Zion. Namun, pemuda itu langsung mengangkat bukunya "[NonMagic:pelindung es]" Sebuah pelindung es muncul dan menghalangi serangan Neily. Lagi lagi serangannya berhasil di tangkal. Neily semakin kesal.


Namun saat hendak meluncurkan serangan berikutnya, Zion tak ada di sana. "[NonMagic:kristal es]" Cahaya merah pudar mengelilingi bukunya dan merubah warna pada pistol yang Zion pegang.


Lingkaran sihir terbentuk dan memunculkan kristal kristal es yang diluncurkan pada gadis itu. Neily terus mencoba menghindari setiap serangan itu, namun sebuah kristal es berhasil menggores pipinya membuat luka kecil di sana.


Sudah sangat lama Neily tak terluka. Walau hanya goresan kecil sekalipun. Berhasil di lukai orang asing jelas membuatnya marah.


"Berani sekali kau!!!!" Neily mengubah air di sekitarnya menjadi pedang dan berlari ke arah Zion. Ia menebaskan pedangnya yang langsung ditangkis dengan pistol pemuda itu. Zion meluncurkan beberapa tembakan yang berhasil di hindari nya.


'Aku harus mencaritahu kelemahan nya.' Neily sedikit berfikir sembari terus menyerang. 'Anak itu selalu menggunakan buku sihir. Itu pasti item sihirnya. Jika aku menghancurkan buku itu, dia pasti akan kalah!' pikir Neily dan meluncurkan bola api pada buku milik Zion.


Tekanan air yang cukup berat dan kecepatan air yang membuat buku itu terlempar dari tangan Zion.


"HAHAHAHA!!!! Dengan ini kau tak akan bisa menggunakan sihir!!!" Ucap nya.


Zion hanya terdiam dan kembali mengambil buku yang basah itu. 'Sayangnya dia salah mengira kau tak akan bisa menggunakan sihir tanpa buku itu. Lebih baik kau manfaatkan air untuk membuat serangan. Gunakan elemen yang bisa menembus pertahanan gadis itu.' ucap Nero dalam pikiran Zion. Pemuda itu pun mengangguk mengerti.


"Baiklah, rasakan serangan terkuat ku!!!" Neily mengangkat tangannya ke udara dan lingkaran sihir berukuran besar muncul di atasnya. "Wahai penguasa air. Alirkan lah kekuatanmu padaku!!!!"


Air berkumpul membentuk naga berukuran besar di atas Neily membuat orang orang di sekitarnya kagum dan takut di saat bersamaan. Sebesar inikah kekuatan Neily Cirva?


Beberapa guru tampak khawatir pada Zion karena melihat kondisinya, hanya kemungkinan kecil Zion bisa menghindar. "Kepala sekolah, sebaiknya kita hentikan saja duel ini. Ini sudah terlalu berbahaya." Ucap salah satu guru.


"Tak perlu. Aku ingin tahu bagaimana Zion mengatasinya." Ujar Rendrano sambil tersenyum. Dan itu mengundang pertanyaan bagi lainnya.


Kenapa Rendrano dan Reon terlihat begitu tenang?


Sementara itu, sihir diluncurkan tepat ke arah Zion yang masih terdiam. Naga itu menghantam tanah membuat lubang cukup besar di sana. "Aku berhasil!" Ucap Neily Girang. Nafasnya tak beraturan dan keseimbangannya mulai goyang.


"Masih belum." Ia terkejut saat melihat Zion di belakangnya dan menembakkan bola api ke arahnya.


Bagaimana bisa? Bukannya jelas jelas tadi ia melihat nya audah kehabisan tenaga? Bagaimana bisa tenaganya pulih secepat itu?


Seketika itu juga Neily membuat pelindung dari air yang berputar cukup kencang. "Dengan begini... Dia tak akan bisa menyerang ku!"


Samar damar Neily melihat Zion dari balik pelindungnya.


"Percuma saja Neily. Aku tak akan melawan air itu. Justru memanfaatkannya." Zion mengangkat pistolnya ke udara. Ditempelkannya selembar kertas bertuliskan 'sihir petir' dan bersinar redup. Lalu pistolnya pun berubah menjadi merah hitam.


Lingkaran sihir berukuran besar terbentuk. "[NonMagic:sambaran Halilintar]!!" Seru nya dan seketika langit menggelap dan halilintar merah menyambar pelindung air milik Neily.


Terdengar jeritan kesakitan dari dalam dan tak berseling lama, pelindung itu pun hancur seketika bersamaan dengan halilintar yang berhenti menyambar.


Neily Cirva terlihat tak sadarkan diri. Melihat itu, Reon pun berbicara. "Pemenang duel ini, Zion Ravael!" Seru nya. Tidak ada yang menyoraki. Semua masih terkejut dengan hal itu.


Salah satu penyihir terkuat di akademi berhasil dikalahkan oleh orang asing. Selain itu serangan yang Zion berikan benar benar hebat. Itu membuat semua yang melihatnya kagum.


Dalam benak mereka mulai terbesit pertanyaan. Siapa anak itu sebenarnya?


Beberapa petugas medis pun datang dan memeriksa keadaan Neily. Sementara, Zion berjalan mendekati gadis itu. Ia mengeluarkan botol kecil berisi cairan bening dari dalam sakunya dan menuangkan cairan itu ke dalam mulut Neily.


Petugas medis yang melihat itu hendak memarahi Zion, namun ia berhenti saat melihat luka di tubuh Neily mulai menutup. "Terimakasih nak.." Ucap petugas itu.


"Sama sama... " Jawab Zion dan pergi.


...***...


BRAK!!


"TEMAN TEMAN!!! ADA BERITA MENGEJUTKAN!!!!" Seru seorang pemuda ber iris blue sky setelah mendobrak pintu kamarnya dan mengejutkan lima orang yang ada di dalam.


"Woy Kei!! Bisa gak sih gak usah ngagetin!" Protes seorang pemuda ber iris kuning cerah.


"Hahah maaf... " Ucap Kei pemuda itu sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


"Jadi ada berita apa kak?" Tanya seorang pemuda ber iris hijau.


"Ini tentang duel tadi."


"Paling Neily yang menang. Gak seru." Potong seorang pemuda ber iris jingga.


"Bukan Leo! Neily Cirva kalah telak!" Seru Kei. Semua yang ada di ruangan itu pun terkejut.


"Apa?! Neily kalah? Bagaimana bisa?" Tanya Leo terkejut.


Kei pun menampilkan rekaman pertandingan tadi. Mereka pun menyimak pertandingan itu. Sampai pada serangan terakhir dan rekaman berhenti.


"Ah!! Harusnya aku lihat pertandingan itu tadi!!" Keluh Leo.


"Hihihi! Salah sendiri tadi ku ajak nggak mau ikut."


"Kukira kan membosankan seperti biasanya."


"Tapi... Kalian perhatikan senjata yang dipake pemuda itu? Senjata yang dapat mengalirkan energi sihir berbeda seperti itu sangat langka bukan?" Ujar pemuda ber iris merah yang terlihat serius.


"Kak Hali benar, apalagi kode sihir yang dia gunakan. NonMagic. Aku belum pernah mendengar itu sebelumnya. Mungkin termasuk kode sihir tersegel?" Lanjut pemuda ber iris kuning cerah.


"Aku jadi menyesal tak ikut. Siapa sebenar nya pemuda itu?" Tanya pemuda ber iris biru muda.


TBC