Isekai: New Adventure In The Fantasy World

Isekai: New Adventure In The Fantasy World
105. Demonic Wolfram



Seorang pemuda ber iris merah ruby terlihat berlari di bawah teriknya matahari yang menyinari. Ekspresi wajahnya tampak serius dengan iris mata merah darah yang terlihat mengerikan. Zion semakin cepat melangkahkan kakinya saat merasakan tekanan sihir yang cukup berat menyebar di sekitarnya. Jelas sekali bukan makhluk sihir biasa yang masuk ke akademi kali ini.


Ia mempertajam pengelihatan nya. Sihir pelindung yang sebelumnya telah ia buat untuk melindungi akademi sudah hancur. Jika ini monster biasa, tidak mungkin bisa menghancurkan sihir pelindung yang ia buat semudah itu. Tapi monster macam apa yang sampai bisa menghancurkan sihir pelindung nya?


'Kau dimana All?'


'Belakang akademi.'


Zion segera berlari menuju lokasi itu, mengabaikan beberapa orang yang tampak menatapnya heran atau juga menyapa nya. Tidak ada waktu untuk memikirkan mereka sekarang.


Sesampainya di lokasi itu, Zion tidak bisa untuk tidak terkejut. Bagaimana tidak? Lokasi yang sama seperti saat Flameball menyerang akademi dulu. Ia heran, apa semua monster suka menghancurkan taman yang indah?


Mata Zion tampak sedikit menyipit memperhatikan sekitarnya. Taman yang sudah hancur dengan pohon dan bunga yang terpotong berserakan di tanah, Pot pot bunga telah pecah berserakan di mana mana. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, bekas cakaran yang tercetak jelas di dinding, tanah dan batang pohon. Tidak, ini bukan cakaran binatang biasa.


Dilihat dari ukuran cakaran dan ketebalannya, sepertinya ini tipe monster predator. Mungkin dengan tubuh seperti singa atau lainnya?


Selain itu, dilihat dari berantakan nya tempat ini, sepertinya baru saja ada pertarungan di sini. Apa Alex sedang melawan monster itu?


Zion berjongkok saat melihat potongan bulu yang tergeletak di tanah. Potongan bulu binatang berwarna hitam kebiruan yang terlihat cukup indah.


"Nero, bisa kau cari tau potongan bulu apa ini?"


'Demonic Wolfram. Seekor monster sihir tipe serigala berwarna hitam kebiruan. Monster sihir satu ini termasuk jenis monster yang langka dan memiliki sihir yang cukup besar atau setara dengan penyihir level 9. Sihirnya dapat mengendalikan elemen kegelapan atau bayangan. Aku tidak tau alasan tepatnya dia datang ke akademi. Ingin ikut belajar mungkin?' jelas Nero.


Zion hanya menatap datar dan mengangguk anggukkan kepala nya saat mendengar penjelasan itu. Namun ia sedikit merasa aneh di kalimat terakhir. Yakali mau ikut belajar?


Tapi kedatangan Demonic Wolfram ke akademi pasti bukan tanpa alasan. Apa mungkin karena iblis itu? Ya, itu sudah pasti bukan?


"Jika begitu, mari kita berikan sambutan karena dia sudah berani melangkahkan kaki di Star Magic Academy." Ujar Zion sambil tersenyum, atau lebih tepatnya menyeringai.


Nero hanya menatap datar. 'Kau menyambut atau mau bunuh?'


"Bukannya memang harus di bunuh?"


"Zion awas!!" Mendengar peringatan itu Zion langsung melompat menghindar.


Beruntung Zion menghindar tepat pada waktunya. Di hadapannya, kini seekor serigala memiliki tiga ekor dan sebuah tanduk di kepala nya menatap tajam sambil menggeram kepada nya. Serigala itu memiliki bulu berwarna hitam kebiruan yang terlihat berkilau.


Kabut hitam terlihat mengitari serigala itu, tanda jika dia sedang dalam mode siaga. Secara diam diam, Zion sudah mulai menyiapkan sihirnya untuk melawan monster itu.


Sementara di sisi lain, Alex melompat turun dari atap akademi. Nafasnya tidak teratur tanda ia cukup kelelahan. Terdapat beberapa koyakkan di pakaian nya dan luka sayatan di lengan serta pipi nya.


"Hati hati Zion." Ujar Alex memperingatkan sahabatnya itu.


Zion memberikan tatapan dingin pada monster di hadapan nya. "Jadi kau rupanya yang sudah berani masuk ke sekolah ini." Zion tersenyum. Namun senyumannya kali ini bukan senyuman manis seperti biasa, melainkan senyuman hampa.


Monster itu menggeram, menunjukkan gigi gigi tajam nya pada Zion, tanda monster itu telah marah. Dengan cepat monster itu melompat, mencoba menerjang Zion. Namun sulur sulur hitam bermunculan dari dalam tanah dan mengikat tubuh monster itu, menekan nya ke tanah dan mengunci percetakan nya.


Zion hanya terdiam dengan ekspresi datar. Tidak terlihat sama sekali rasa takut atau waspada di wajah manis nya.


"Siapa yang memerintahkan mu untuk datang ke sini?"


Monster itu tak menjawab. Hanya erangan yang keluar dari mulutnya. Zion menatap lekat mata monster itu. Bola mata hitam legam dengan pupil lancip berwarna kuning cerah. Entah mengapa ia merasa sedikit janggal dengan itu.


Zion, 'Nero, apa wajar jika warna mata nya seperti ini?'


'Tidak. Sepertinya dia sudah di kendalikan.'


Sudah pasti iblis itu yang mengendalikan nya. Zion mendengus kesal. Lingkaran sihir muncul di bawah tubuh monster itu bersamaan dengan Zion yang mengulurkan tangan nya ke depan. "[NonMagic:]"


'Hati hati, kau akan menerima serangan dari belakang mu!'


Syut!


Tring!


Betung, dengan cepat Zion menghindar. Dari belakang nya, sebuah tombak hitam muncul dan meluncur nyaris saja mengenai nya.


'AAAAUUUUUUUU!!!!!'


Lolongan keras terdengar dari monster itu, disusul dengan kabut hitam kebiruan yang menyelimuti nya dan mulai berkumpul, membentuk tombak yang memotong sulur sulur sihir yang di buat Alex.


"Ck! Sial!" Dengan cepat Alex mencoba memperkuat ikatan nya, namun monster di hadapan nya itu terlalu kuat.


Syut!


"Alex awas!!"


Tring!


Lagi lagi tombak di luncurkan nyaris saja mengenai Alex. Beruntung, dengan cepat Zion menangkis serangan itu. Alex menghela nafas lega. Namun, karena terkejut Alex kehilangan konsentrasi nya, membuat monster itu terlepas dari jerat sihir nya.


Lagi lagi lolongan terdengar dari Demonic Wolfram itu. Segera saja Zion mengeluarkan pistol nya dan menembakkan peluru sihir pada serigala itu, yang sayangnya berhasil di hindari.


Serigala itu melompat memberikan cakaran pada Zion. Dengan cepat Zion langsung mengaktifkan pelindung nya. Belum cukup sampai situ, dari bawah kaki nya, duri duri bayangan bermunculan nyaris saja mengenai nya. Zion langsung memunculkan lingkaran sihir di udara yang di jadikan nya sebagai pijakan.


Pergerakan serigala itu cukup cepat, membuatnya cukup kewalahan.


'Nero, bisa kau membantu ku?'


'tentu, aku akan menyiapkan jebakan. Beri aku beberapa waktu.'


'Baiklah.'


Zion melompat turun. Ia memandang ke arah Alex yang mengangguk. Dengan cepat Alex berlari mendekati serigala itu dan mencoba mengikat tubuh makhluk itu.


Namun serangan nya lagi lagi berhasil di gagalkan. Tipe kekuatan yang sama membuat Alex cukup kesulitan menghadapinya. Ditambah lagi pergerakan Demonic wolfram yang membuat nya semakin kesulitan untuk mengontrol serangan.


Sementara, Zion mencoba untuk melacak orang yang mengendalikan Demonic wolfram itu sembari menunggu jebakan yang Nero buat siap.


"Rupanya disana..." Gumam Zion pelan saat menemukan si pelaku.


Zion mengarahkan tangan nya ke depan, memunculkan lingkaran sihir berwarna merah terang. Selanjutnya ia mengarahkan tangan nya pada salah satu menara akademi.


"[NonMagic:tembakan sihir!!]"


Cahaya merah meluncur mengenai menara itu, lalu membentuk kobaran api sesaat kemudian menghilang. Zion berdecak kesal. Si pelaku berhasil melarikan diri. Ia mengalihkan pandangan nya pada Demonic wolfram yang tampak meraung kesakitan.


'Jebakan telah siap.'


Zion mengangguk. Di tanah, muncul sebuah lingkaran sihir dengan simbol rumit berwarna merah hitam. Zion mengeluarkan pedang nya dan berlari ke arah serigala itu.


Melihat rekan nya, Alex menggunakan sihirnya untuk memancing monster itu pada lingkaran sihir yang tercetak di tanah.


DAR DAR!!


Dua peluru sihir di tembakkan membuat monster itu menghindar.


"[Sihir bayangan: sulur bayangan]!" Sulur sulur bayangan bermunculan dari tanah mencoba menangkap monster itu. Namun, dengan lincah, monster itu melompat dan terus menghindar. Tapi sayangnya, keberuntungan tak memihak pada nya kali ini.


Wush!


Cahaya merah muncul tepat setelah Demonic Wolfram menginjakkan kaki nya di atas lingkaran sihir yang Nero buat. Tidak butuh waktu lama, monster itu pun akhirnya tumbang.


Asap hitam muncul keluar dari tubuh monster itu, lalu menghilang.


Zion dan Alex menarik nafas lega. Akhirnya tugas mereka mengalahkan monster itu selesai juga. Sekarang... Hanya tinggal mengurus sisanya.


"Aaalll~" Panggil Zion. Alex menoleh dan sempat terkejut melihat senyuman pemuda bermanik ruby itu. Senyuman manis bahkan mata nya berbinar.


Entah mengapa firasat nya buruk tentang itu.


"Aku sudah meninggalkan pelajaran karena mengurus monster itu..."


Sebenarnya Zion sendiri tak peduli karena ia sudah mempelajari semua materi nya bersama pak Rendrano.


"Aku juga perlu mencari tau siapa orang yang mengendalikan Demonic Wolfram ini..."


Ia bisa menyerahkan tugas itu pada Nero atau lainnya untuk mencari tau.


"Dan aku juga masih harus melapor pada Lord Rendrano bukan?"


Ia hanya ingin orang lain terbebani.


"Jadi, bisa tolong bereskan kekacauan ini?" Tanya Zion sambil mengedipkan mata nya.


Alex yang melihat itu hanya bisa diam. Entah apa yang harus ia katakan jika Zion sudah menggunakan jurus keimutan nya itu. Sepertinya tidak ada cara lain selain menuruti nya.


Alex menghela nafas. " Baiklah..."


"Yey! Terimakasihh!! Ku serahkan sisanya pada mu ya! Sampai jumpa~" Ujar Zion dan berlari pergi, meninggalkan Alex yang mematung di tempat.


Ia ingin marah, tapi sayangnya tak bisa. Alex mengedarkan pandangan nya ke sekitar, melihat kekacauan di taman itu. Ditambah lagi tubuh Demonic Wolfram yang masih tergeletak di sana.


"Menyebalkan!!!" Keluh Alex.


Namun, pandangan nya kembali teralih pada tubuh serigala itu yang kini berubah menjadi kecil.


"Apa dia masih hidup?"


TBC