DESIRE

DESIRE
Bab 101



Setelah berlama-lama di atas tempat tidur, Mona pun bangun dan membersihkan dirinya, sementara Arthur tengah duduk di sofa, sambil memeriksa pekerjaannnya yang dikirimkan oleh William melalui surel.


Sekitar tiga puluh menit, Mona pun selesai mandi dan berjalan ke arah walk in closet dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di badannya.


Dia dengan santainya berjalan lewat di depan Arthur, hingga membuat konsentrasi pria itu teralihkan.


"Isshh… apa dia sengaja mau menggodaku?" geruru Arthur yang dibuat menegang karena melihat tubuh mulus wanita cantik nan seksi itu.


Arthur memilih untuk kembali fokus ke depan tab-nya, dan menyelesaikan pekerjaan yang kian hari kian menumpuk.


Mona telah keluar dari ruang ganti, dengan mengenakan dress hijau army tanpa lengan dengan panjang selutut. Ia kemudian berjalan menuju meja rias dan duduk di sana.


"Kak, kita jadi ke tempat teman ku bukan?" tanya Mona sambil mengoleskan serum ke wajahnya.


"Ehm… temanmu yang mana, Mona?" tanya Arthur tanpa menoleh ke arah wanitanya.


"Itu lho, Kak, Yang tadi ku kasih lihat fotonya di sosial media," seru Mona.


Arthur nampak mengingat.


"Oh… yang namanya Luzy itu?" ucap Arthur.


"Iya, Kak. Jadikan?" tanya Mona memastikan.


"Baiklah," sahut Arthur yang masih sibuk dengan layar pipih di pangkuannya.


Mona yang sedari tadi menatap pantulannya di cermin pun, akhirnya menoleh karena pria itu yang tak kunjung beranjak dari duduknya.


"Kak," panggil Mona.


"Ehm… iya, Mona." Arthur menyahut namun pandangannya masih tak beralih dari layar tab-nya.


Mona pun bangkit dan berjalan ke arah Arthur yang sedang fokus dengan kerjaannya. Wanita itu pun seketika duduk di pangukan Arthur, hingga pria itu pun serta merta menyingkirkan tab-nya ke samping dan memberi ruang untuk Mona.


"Mona, kenapa kamu duduk di sini?" tanya Arthur bingung.


Mona melingkarkan lengan di leher pria itu, dan bergelayut manja di sana.


"Kak, denger tidak sih tadi aku bilang apa?" tanya Mona dengan memesang wajah cemberut.


Arthur pun meletakkan tab-nya di samping, dan ikut melingkarkan lengannya di perut Mona.


"Yang mana?" tanya Arthur balik sambil menggesek-gesekkan ujung hidungnya ke hidung wanita itu.


"Ehm… yang tadi itu lho. Pasti tidak dengar kan? Pasti tak dengar deh," ucap Mona merajuk.


"Dengar kok. Kamu bilang mau ke tempat teman mu kan? Tadi juga sudah di jawab," jawab Arthur mencubit gemas pipi wanitanya.


"Ehm… terus, kenapa Kakak tak bangun-bangun? Memang kakak tak mau mandi? Tidak mau siap-siap?" cecar Mona kesal dengan bibir yang mengerucut.


Arthur menatap wajah wanitanya dengan gemas, hingga ingin rasanya ia menerkam wanita itu.


Hah… kau benar-benar menyiksaku, Mona. Kalau bukan karena kandunganmu yang sedang bermasalah, aku pasti sudah menerkammu sejak tadi, batin Arthur.


Pria itu pun mencubit hidung Mona hingga si ratu es memekik kesakitan.


"Kak… sakit," keluh Mona sambil menggosok hidungnya.


"Kau menggemaskan sekali," sahut Arthur terkekeh.


"Isshhh… kakak sibuk sekali yah?" tanya Mona.


"Tidak kok, kenapa lagi memang?" tanya Arthur yang tak tau maksud Mona.


"Ya soalnya, dari tadi ku lihat, Kakak terus saja sibuk sama itu," keluh Mona sambil menunjuk tab yang telah tergeletak di samping Arthur dengan bibirnya yang masih maju.


"Oh… jadi ceritanya Mommy-nya lil baby lagi ngambek nih, gara-gara daddy lil baby tidak memperhatikan dari tadi?" goda Arthur yang membuat Mona merona.


"Iihhh… bukan begitu. Maksudku, kalau Kakak sibuk, ya aku ke sana sendiri saja," sahut Mona yang memukul kecil pundak prianya.


"Aku tidak sibuk kok, Sayang. Aku hanya sedang mengecek kerjaan saja, siapa tau ada yang tak beres," ucap Arthur kepada calon ibu dari anak-anaknya.


"Tapi, sepertinya serius sekali, sampai tak memperhatikan ku dari tadi," keluh Mona.


"Ya masa aku mau melihatmu yang keluar kamar mandi cuma pake handuk doang? Kalo aku tergoda bagaimana? Aku kan tak mau lil baby ku sampai kenapa-kenapa," ucap Arthur seraya mengusap perut Mona yang masih sangat rata.


"Iiisshh… gombalnya kumat," ledek Mona mengul*m senyumnya.


"Tapi suka kan kalau aku menggoda mu? Hah? Hah?" goda Arthur yang menoel-noel dagu Mona.


"Iiihhh… Awas, aku mau lanjut touch up," seru Mona yang berusaha menyingkirkan lengan Arthur dari pinggangnya.


"Tiket? Tiket apa?" tanya Mona tak paham.


Arthur menyeringai, dan memejamkan mata seraya memajukan bibirnya, lalu mendekat ke wajah Mona.


Mona pun terkekeh, dan kemudian menangkup kedua pipi Arthur. Dia pun memberika kecupan singkat yang mendarat di bibir prianya itu.


"Muaah… Sudah!" ucap Mona.


"Ehm… tidak mau. Itu terlalu sedikit," rengek Arthur yang kembali memajukan bibirnya dan mendekat ke arah Mona.


Wanita itu kembali terkekeh dan mengecup sedikit lebih lama bibir Arthur.


"Eeemmmmuuuuuaaahhhhh… Sudah ah... Cukup," gerutu Mona yang hendak bangun.


Namun, Arthur segera menarik kembali badan Mona dan dia meraih tengkuk wanita itu. Sebuah ciuman mendarat di bibir si wanita cantik.


Pria itu mem*gut bibir atas dan bawah si ratu es, dan memberikan gigitan kecil di sana. Lidahnya mengajak Mona untuk saling bertaut dan membelit, hingga mereka pun saling bertukar saliva.


"Eehhhmmmm…," leng*han Mona terdengar kala tangan Arthur mulai mengusap lembut punggungnya dan naik ke atas, mencapai pengait kain pembungkus buah dadanya.


Namun, Arthur kemudian meraih pundak Mona, dan menghentikan aksinya. Dia pun kemudian menempelkan keningnya ke kening Mona, sambil mereka mengatur nafas yang sempat memburu.


"Sudah cukup. Aku takut kelepasan," ujar Arthur sambil mengusap jejak basah di bibir bawah Mona.


Wanita itu pun tersenyum begitu manis ke arah pria besarnya, dan mengecup kening Arthur.


"I love you, Daddy-nya lil baby," ucap Mona tepat di telinga Arthur, sambil memeluknya.


"I love you too, Mommy-nya lil baby," sahut Arthur yang membalas pelukan Mona.


Mereka pun saling mengulas senyum meski tak saling berpandangan. pelukan hangat dan penuh perasaan itu bertahan cukup lama, hingga akhirnya Arthur mengurainya dan memutuskan untuk mandi.


Mona kembali bersiap-siap dilanjut dengan menyiapkan sarapan yang sudah cukup telat. Wanita itu hanya menyiapkan menu nasi goreng, lengkap dengan omelet jamur. Tak lupa juga dia membuatkan kopi untuk Arthur dan susu hamil untuk dirinya sendiri.


Saat Mona tengah sibuk menata meja makan, Arthur turun dan menghampiri Mona. Pria itu memeluk wanitanya dari belakang, dan mengecup singkat pipi Mona.


"Sarapan yuk!" ajak Mona.


"Ehm… masak apa?" tanya Arthur yang masih asik menumpukan dagunya di pundak Mona.


"Hanya nasi goreng biasa. Aku sudah buat kopi juga untuk Kakak juga lho," jawab Mona yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


Arthur pun melepas pelukannya dan duduk di kursi yang sudah disipakan oleh Mona.


Si ratu es dengan telaten melayani Arthur bak seorang istri yang tengah melayani suaminya. Wanita itu mengambilkan nasi goreng dan omelet, lalu memberikannya kepada Arthur. Setelah itu, dia mengambilkan untuk dirinya sendiri.


"Bagaimana, Kak. Enak tidak?" tanya Mona saat melihat Arthur sudah menyuapkan sesendok ke mulutnya.


"Ehm… ehm… ehm…," gumam Arthur yang bak seorang juri memasak, hendak memberikan penilaian.


"Ehm... mulai deh. Tinggal bilang enak apa tidak saja, pakai acara ham … hem … ham … hem… segala," gerutu Mona yang duduk dan menyantap makanannya sendiri.


"Hem… bener-bener deh, mommy-nya lil baby memang tak bisa di rayu," keluh Arthur yang kembali menyuapkan makanannya ke dalam mulut.


"Kata siapa? Bisa kok," sahut Mona yang juga makan makanannya.


"Siapa? Siapa yang bisa ngerayukamu, hah?" tanya Arthur yang seketika meletakkan sendok dan garpunya di atas piring.


"Daddy-nya lil baby," jawab Mona enteng sambil mengul*m senyumnya.


Arthur seketika tersipu. Dia kembali mengambil peralatan makannnya dan menikmati masakan wanitanya.


"Issshhh… kamu ini ya, jadi ingin makan kamu," ucap Arthur yang memandang Mona sambil mengerlingkan sebelah matanya


"Awas saja. Nanti aku laporkan ke komnas perlindungan anak dan perempuan lho," ancam Mona.


"Eh… jangan dong!" cegah Arthur yang serta merta membuat Mona terbahak-bahak.


.


.


.


.


Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya


terimakasih