
Hello selamat datang di novel halu, karya Novi Wu si penghalu akut.
slow update ya, kakak-kakak.
maaf episodenya masih panjang kok.
❇❇❇❇❇
Setelah menuntaskan hasratnya pada tubuh sang suami, Asta langsung memasang wajah masam kembali, alih-alih merasa puas Arga malah berakting polos seolah ia baru saja dipaksa melakukan sesuatu yang membuat dirinya menyesal. Padahal nyatanya ia juga menikmati sensasi kegilaan wanita hamil yang sudah satu tahun hidup bersama dirinya.
"Ada apa dengan mu, Arga? Apa yang salah?" tanya Asta, menarik ujung selimut yang menutupi dada Arga. Sambil menatap suaminya dengan tatapan heran.
"Mengapa kamu bertanya? Kamu telah menodaiku," ucap Arga dengan wajah polosnya.
"What? Apaka kamu bilang? Aku menodaimu?!"
Arga menggangguk melas, seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
"Oh, jadi kamu tidak menikmatinya? Iya?!" seru Asta kesal.
"Oh, ibu ratu. Maafkanlah aku. Iya aku menikmatinya. Menikmati sentuhanmu ciumanmu dan bahkan aroma tubuhmu saja aku selalu menikmatinya, sayang," tandas Arga, yang mulai sadar jika wanita hamil ini mulai kesal dan akan bertingkah menjengkelkan.
"Tidak perlu kamu berkata seperti itu. Aku sudah membaca pikiranmu, besok adalah satu tahun pernikahan kita. Mungkin kamu mulai bosan padaku." Asta mulai memasang wajah tak enak dipandang.
"Astaga, jadi kita akan merayakan ulang tahun pernikahan? Aku benar-benar lupa sayang."
"Terserah, aku mau tidur. Jangan ganggu aku!" perintah Asta, ia mulai membaringkan tubuhnya dan menarik selimut berwarna merah marioon yang sedikit berserakan karena sisa pertempuran sengit antara mereka berdua.
Arga menghela napas sejenak, merasakan nikmat di mana wanita hamil ini yang biasanya sangat lembut berubah menjadi singa galak tak berperasaan dan dia mengelus dadanya sendiri.
"Sayang, aku kembali ke kantor, ya?" tanya Arga.
"Sudah sana pergi! Aku malas melihat kamu!" seru Asta tanpa memandang wajah sang suami.
"Sayang, jangan marah. Aku kerja keras demi masa depan kita. Dan juga membelikan hadia spesial untukmu di hari ulang tahun pernikahan kita."
"Aku tidak butuh barang mewah. Aku hanya ingin buah rambutan," jawab Asta santai masih memunggungi suaminya.
"Hem, baiklah. Aku pergi sekarang." Arga mencium rambut Asta yang beraroma stobbery itu. Rambut lurus nan hitam serta lembut jika disentuh.
Arga pergi kembali pergi ke kantor guna menyelesaikan masalah Cherryl. Ia benar-benar harus menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.
❇❇❇❇❇❇❇❇
Sesampainya di kantor, Arga memerintahkan Wisnu memanggil Cherryl ke ruangannya.
"Ada, apa Arga?" tanya Cherryl, wajahnya tampak berbinar karena laki-laki dambaanya telah memanggil dirinya, tanpa ia kejar-kejar.
Tatapan Arga masih lekat menatap berkas yang ada di depannya, sementara jarinya memainkan pulpen memutarnya ke kiri dan ke kanan.
"Apa ini Cherryl? Bisakah kamu menjelaskan laporan yang janggal ini?!" tanya Arga, serius.
"Laporan apa?"
"Lihat saja ini, laporan dari divisi yang kamu pegang! Mengapa banyak kejanggalan di sana!" seru Arga.
Tubuh Cherryl tampak bergetar. Ia tak mampu berbicara lagi. Bagamana bisa Arga mengetahui kejahatannya, padahal ia yakin jika ia membuatnya serapi mungkin.
"Dimana selisih 15 milyar yang kamu sembunyikan?!"
"A-aku tidak tahu apa maksudmu, Arga?"
"Omong kosong!" Arga berdiri dan menghampiri Cherryl yang duduk berharap dengannya.
"Dimana uang yang kamu curi!" Imbuh Arga menekan Cherryl yang mulai ketakutan.
Tubuh Cherryl semakin bergetar, Ia tak habis pikir, bagaimana Arga bisa mengetahui semua kejahatan.
"Kalau kamu tidak mau mengembalikan uang yang kamu curi. Aku akan melaporkanmu kepada pihak yang berwajib. Kamu tahu betul siapa aku, bukan?!" ancam Arga, dengan tatapan matanya yang bengis.
"Kamu berubah semenjak mengenal wanita ular itu, Arga. Kamu menghianati persahabatan kita."
"Jaga bicaramu! Yang kamu sebut wanita ular adalah istriku, ibu dari anak-anakku kelak!"
"Apa yang membuatmu mencintainya? Aku lebih berpendidikan, aku lebih cantik lebih seksi lebih segalanya!" seru Cherryl. Kemudian ia berdiri dan berhasil mencium bibir Arga.
Arga kaget dan sepontan mendorong tubuh Cherryl ke lantai. Kemudian mengusap bekas ciuman wanita cantik itu.
"Memang kamu lebih dari segalanya. Tapi kamu tak lebih baik dari dia. Dia wanita baik dan berahlak, tidak sepertimu. Kamu tampak indah di luar, tapi busuk di dalam!" seru Arga kesal.
Cherryl menangis tersedu mendengar kalimat hinaan Arga. Ia benar-benar kehilangan Arga sekarang.
"Wisnu!" teriak Arga.
Dengan segera Wisnu masuk ke dalam ruangan Arga.
"Saya, Mr."
"Hubungi polisi, buat laporan untuk wanita ini!" perintah Arga.
"Jangan Arga, aku mohon." Cherryl memegangi kaki Arga guna memohon ampun.
Tanpa ragu Arga menekan dagu Cherryl dan berkata. "Bahkan kamu telah membahayakan hubunganku dengan istriku, dan Menghadirkan Wina di hidup kami!"
Mata Cherryl terbelalak lebar, dia benar-benar habis kali ini. Tak akan ada ampun lagi untuknya.
Cherryl benar-benar pasrah menerima nasip bahwa ia harus menghabiskan hidupnya yang masih muda dalam jeruji besi. Ia berhadapan dengan orang yang salah, Arga bukanlah Arga yang dulu. Ia bukan laki-laki yang bodoh dan berhati lembut lagi.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
bye bye Cherryl.
Ikuti kisah Arga dan Asta. Author berjanji akan rajin up mulai sekarang.
❇❇❇❇❇❇
Tak Sempat Terucap
Redup cahaya di jiwa saat mengenangmu
Terbayang saat indah bersamamu
Kala hangatmu mendekapku
Untaian rindu dan cinta kukemas di jiwa
Kutahu tak sanggup melupakanmu
Engkau sang indah, mengertilah...
Ku meninggalkanmu tanpa kata cinta
Maaf, itu tak sempat terucap...
Kan kuingat selalu pertama bertemu
Hingga detik terakhir kutatap wajahmu
Dan akan kurelakan
Hati yang selalu merindukanmu
Walau seribu tikam dalam hatiku
Aku masih 'kan menyayangimu
Kupahatkan namamu yang indah
Di setiap nafasku..
Oleh
Adhy Artha author Legenda Sang Monster.
Palu, 29 Juni 2020
❇❇❇❇❇❇
Novi punya dua novel baru loh
Judulnya
~ The Love Story of a Water God
Menceritakan kisah cinta dewa air dan manusia.
~ Love is Blind
Menceritakan cinta beda usia antara laki-laki muda dan perempuan yang sedikit lebih tua😂
Jangan lupa Like Komen dan Vote.
Matur nuwun
Novi Wu