
Keesokan paginya.
Arga membuka mata karena silau dengan panas matahari yang muncul dari sela-sela gorder berwarna merah yang sudah lama lupa ku ganti.
Dengan mata masih belum sepenuhnya terbuka,tangannya mencari-cari keberadaanku di samping di mana ia berbaring,setelah tak mendapati ku disana, ia terbangun.
"Kemana perginya,Asta**?":Batin Arga kemudian ia duduk di pinggir kasur sambil mengucek matanya karena sedikit buram.
Ia beranjak keluar dari kamar,lalu turun kebawah.Matanya tertuju pada satu titik dimana aku berdiri di belakang kompor dan sedang mengerjakan sesuatu.
Cepat-cepat ia merengkuh pinggangku dan mencium rambut ku dengan lembut.
"Kamu sudah berapa hari tidak keramas?":Ujarnya sambil mendenguskan hidungnya.
"Baru dua hari":Jawabku santai sambil asik memotong bawang.
"Astaga,dua hari? ,pantas saja aku merasa aku baru saja mencium pasir":Ucap Arga sembari menekan-nekan ujung hidungnya.
Aku tertawa cekikikan melihat tingkah Arga pagi ini.
"Kamu kenapa?,Biasanya bangun pagi untuk berolah raga":Aku berbalik agar bisa memeluknya juga.
"Aku sedikit lelah karena perjalanan panjang kemarin.Apakah hari ini kamu ada mata kuliah?".
"He'em,jam 9 pagi":Ucapku.
"Baiklah,aku akan mengantarkan mu ke kampus":Ujar Arga,kemudian mengecup bibirku dan membasahinya.
Aku menyambut kecupan Arga dengan lembut.
"Aku mandi dulu,atau kita mandi bersama?":Arga mulai mengeluarkan jurus tuan penggoda yang ia miliki.
"Ih,kamu jorok sekali.Sana mandi,aku sedang memasak sarapan untuk kita":Aku mendorong lembut tubuh kekar Arga.
💖💖💖
Pukul 9:00
setelah semua selesai dan kita berdua menghabiskan makanan kami.
Kami beranjak pergi,Arga menggandeng tanganku dan menggenggam jari jemari ku dengan berjalan,sesekali ia mencium punggung telapak tangan ku.
Aku sangat merasa di cintai oleh suamiku,dan berharap ini bukan fatamorgana yang Arga suguhkan untuk ku.
"Kita baru menikah beberapa bulan,dan kita juga belum punya anak.Ngomong-ngomong istriku ingin mempunyai berapa anak?":Ucap Arga.
"Belum terpikir olehku,lagipula aku sedang kuliah pasti sangat merepotkan jika aku hamil dan harus memiliki anak".
"Apakah kamu tak punya perasaan?,Lihatlah aku sudah mulai menua,kulit ku mulai keriput":Rengek Arga.
"Lalu?":Aku menjawab pernyataan Arga sembari berjalan berirama dengan langkah kakinya.
"Kamu baru 20 tahun,kulit mu masih mulus,ayolah kita kejar target momongan nanti malam":Arga mulai menggodaku.
Aku bergeming,mendengarkan kata-kata Arga.
Aku berfikir di usiaku yang baru 20tahun,jika aku memiliki anak,masa muda ku akan terbuang sia-sia meskipun aku adalah menantu salah satu orang terkaya di ibu kota,aku tetap belum siap memiliki momongan.
💖💖💖
Di dalam mobil,selama perjalanan Arga masih terus merengek meminta seorang anak padaku.
Dengan masih menggenggam tangan ku dengan tangan kirinya,sementara tangan kanannya memegang stir mobil:"Sayang,pasti kamu bisa memberiku momongan".
"Aku belum siap".
Arga memasang muka memelas dan melepaskan genggaman tangannya.
"Dih marah":Ucapku.
Kali ini ia hanya terdiam seolah benar-benar sedang berkonsentrasi dengan stir kemudi mobilnya.
Aku menghela nafas panjang dan mengatur kata-kata agar tak membuatnya kecewa.
"Baiklah,tapi jangan pernah melawan takdir,jadi kita berusaha namun Tuhan yang menentukan,oke Honey".
Arga masih terdiam dan mengacuhkan ku.
💝💝💝
Jangan lupa Like,Komen,Vote dan Rate yah..
Thx u 😇