
Aku masih duduk mematung,memandang hidangan di depan mataku,kini aku harus menghabiskan ini semua sendiri,biasanya aku sangat bersemangat ketika melihat makanan,tapi hari ini semua ini membuatku muak.
Dari kejauhan Sekertaris Wisnu tampak berjalan tergesa-gesa berlari kecil ke arahku yang sedang berdiam diri mematung.Kemudian berdiri di dekatku lalu menunduk hormat padaku.
"Nyonya,Mr.Arga meminta saya untuk mengantar nyonya kembali kerumah".
Aku tak bergeming,tatapan ku masih kosong,karena hari ini aku benar-benar kecewa dengan sikap Arga.
"Maafkan saya Nyonya,jika saya lancang,".Sekertaris Wisnu memapahku menuju mobil,meletakanku di bagian belakang,kemudian ia duduk di kursi kemudi,memasukan kunci dan keluar dari area parkir hotel 2W.
Selama di perjalanan pandanganku tetap kosong,tanpa berkata apapun,sehingga membuat sekertaris Wisnu khawatir.
beberapa kali ia melihat spion untuk memastikan keadaanku,apakah aku baik-baik saja.
-*******-
Sesampainya di apartement,sekertaris Wisnu membaringkan ku di atas tempat tidur.
"Maaf nyonya,jika saya lancang".sekertaris Wisnu memegang dahi ku memastikan apakah aku demam.
Tapi entah kenapa saat ini aku benar-benar demam.
"Nyonya,anda demam,saya akan memanggil dokter ".
Aku menoleh ke arah sekertaris Wisnu dengan lemah."Tidak perlu,aku baik-baik saja,lebih baik sekertaris Wisnu kembali ke kantor".Perintahku.
"Biarkan saya tetap disini,menjaga anda sampai Mr.Arga kembali dari urusannya".Kata Sekertaris Wisnu.
'Ya dia akan membutuhkan waktu lama untuk ber urusan dengan wanita penggoda itu'Gumamku dalam hati.
↘↘↘↘↘↘
Sementara itu di rumah Wina,Arga dan Wina tampak bertengkar hebat.Beberapa kali Arga menenangkan Wina.
"Kamu,akan berpaling dariku?".hati Wina di selimuti amarah,Ia mulai membanting barang di sekitar nya.
"Tidak,demi Tuhan hingga detik ini aku benar-benar mencintai mu".
"BOHONG!!!!".
tiba-tiba ponsel Arga berdering.
"Sebentar,Wisnu menelepon ku,mungkin ada kejadian penting di kantor,kamu tenang dulu".
percakapan Arga dan Sekertaris Wisnu di telepon.
**Arga:Halo Wis,bagaimana?.
Wisnu:Nyonya Asta deman,setelah saya cek dengan menggunakan termometer,demamnya hingga 39,5°.
Arga:Bawa Asta kerumah sakit!,kenapa kamu laporan padaku?
Wisnu:Nyonya tidak berkenan,bahkan ia menolak ketika saya akan memanggil dokter kerumah**.
Arga nampak khawatir mendengar keadaanku saat ini,ia menutup teleponnya.
"Wina,Aku akan pulang,Asta sakit".Suara Arga bergetar karena takut dan khawatir.
Dengan suara tak kalah tinggi Arga membentak wanita yang ia cintai itu.
"TUTUP MULUT MU!,ASTA ADALAH ISTRIKU YANG SAH,AKU TIDAK BISA MEMBAYANGKAN BAGAIMANA JIKA IBU KU TAU TENTANG KEJADIAN INI".
"Arga,kamu membentak ku?".dengan nada suara ingin menangis Wina ingin menyentuh tangan Arga.Namun Arga menampik tangan Wina.
Arga pergi meninggalkan Apartment Wina.
Pikirannya mulai kacau,disisi lain ia berat melepaskan Wina,namun disisi lain dia juga tidak dapat mengabaikan keberadaanku.
➖➖➖➖➖
Sesampainya di Unit apartemen kami,Arga benar-benar tergesa-gesa ia membuka pintu dengan nafas ngos-ngosan karena berlari.
Ia melihat raut wajah wisnu yang nampak sangat khawatir.
"Nyonya Asta sudah tertidur Mr,setelah saya beri obat tadi".
"Oke,Wis kamu bisa kembali ke kantor,aku akan menghandle Asta sendiri di sini."kata Arga,sambil berjalan ke arahku yang sedang tidur dengan posisi miring.
"Baiklah Mr,Saya undur diri".Jawab Sekertaris Wisnu sembari membungkuk kan kepala ke arah Arga,kemudian pergi.
Arga nampak benar-benar khawatir melihat keadaanku yang lemah,ia menatapku dengan tatapan nanar,dan membayangkan jika pagi ini aku baik-baik saja,bagaimana bisa siangnya aku jatuh sakit?.Tangan nya mulai menyentuh pipiku,merapikan sebagian rambutku yang menutupi wajahku.Sebenarnya ia ingin mengecup keningku,namun Arga takut jika ia akan membangunkanku.
Arga beranjak,dan pergi keluar kamar menuju dapur guna memasak bubur untukku,tanpa di sangka suara pintu terbuka.
Tit tit tilulit(suara kode pintu terbuka)
Wina datang menyusul Arga yang sedang sibuk memasak bubur untukku.
Dengan tatapan ke heranan ia menatap Arga,"Apa yang sedang kamu lakukan?".
"Aku memasak bubur untuk Asta".
Wina mengerutkan dahi,seolah ia benar-benar heran."Apakah kamu mulai menyukainya?,bahkan dulu ketika kita menikah dan aku sakit,kamu tidak pernah membuatkan ku bubur,hanya menyuruh asisstan rumah tangga yang melakukannya untuk ku!".Nada suara Wina mulai meninggi,tidak ada lagi suara manja nan menggoda yang Wina lontarkan untuk menggoda Arga.
"Apakah kamu melihat, jika kami memiliki Assistant rumah tangga?,Asta mengerjakan ini semua sendiri,bahkan ketika Ibuku meminta kami memiliki Assistant rumah tangga,ia menolak,jika kamu dulu,lebih mementingkan profesimu sebagai model,bahkan kamu juga jarang ada waktu untukku,sehingga membuatku di layani assistant rumah tangga setiap saat!".Suara Arga tak kalah tinggi..
"Tutup mulut mu!,kenapa kamu mempermasalahkan ini sekarang".Wina nampak lesu,nada suarannya semakin parau karena menahan tangis.
"Kamu memancing amarahku!".Kata Arga dengan nada penuh emosi.
Karena mendengar keributan,membuatku terbangun dari tidur,ku gerak kan badanku,samar-samar aku mendengar suara teriakan dan tangisan Wina,dan aku memilih keluar kamar dan turun untuk menghentikan pertengkaran mereka.
Aku sudah lama memandangi perdebatan sepasang kekasih itu.
"Arga,Aku ingin bercerai".kataku dengan suara lemah,namun dapat membuat mereka berdua kaget dan secara bersamaan menoleh ke arahku.
**⤵⤵⤵⤵⤵
Jangan lupa like setelah membaca,silahkan tinggalkan kritik dan saran.
Thx u😘**