
Keesokan paginya.
Kami sudah bersiap untuk kembali ke Ibukota,dan berpamitan kepada Ayah dan Ibu tiriku dan tak ketinggalan Adik tiriku yang begitu manis di depan Ayah dan IbuNya.
"Asta pulang dulu,Yah":Ku peluk Erat tubuh Ayah ku yang mulai menua.
"Hati-hati baik-baik di sana":Ujar Ayahku.
Arga pun sama Ia berpamitan dengan Ayah dan Ibu tiriku dengan ramah,namun berbanding terbalik saat berpamitan dengan Zico.
Kami naik mobil yang sejak awal Arga mengendarai Nya sendiri tanpa bantuan sopir atau sekertaris kepercayaannya,Wisnu.
Sepanjang jalan hanya suasana hening yang meliputi mobil ini,Tapi aku pikir sejak semalam Arga sudah sedikit berubah sejak ia bertengkar dengan Zico.
Aku pandangi wajahnya,namun ia sama sekali tak menggubris pandangan ku.
"Hei Tuan muda Dewantara!":Aku menyapa Nya untuk memecah keheningan yang sejak tadi kita berdua ciptakan.
"Jangan bicara dulu,aku masih kesal dengan Adik tirimu itu":Sahut Arga sedikit ketus.
"Lalu,kamu melampiaskan Nya padaku?".
"Bukan begitu,sayang.Aku tak habis pikir,tiba-tiba kamu memiliki Adik sebesar itu,dan kemudian ia akan merebutmu dari ku":Kata-kata Arga membuat ku tertawa cekikikan.
(Hi...hi..hi)Suara tawaku.
"Jadi Tuan muda cemburu nih?":Godaku,sesekali menusuk-nusuk lembut perutnya dengan jari telunjuk.
"Mana ada suami yang tidak cemburu?":Gerutu Arga dengan mulut sedikit di maju-majukan.
"Memangnya kamu,bukannya cemburu tapi malah kabur":Imbuhnya lagi.
"Yah,bagaimana lagi,suamiku adalah pria tampan nan kaya raya bagai magnet untuk para wanita cantik,sedangkan aku?".:Aku merendahkan diriku sendiri.
"Asta,jangan pernah berkata seperti itu,aku benar-benar mencintai mu apa adanya,tanpa memandang status bahkan parasmu".:Ujar Laki-laki tampan yang tampak gagah di belakang kemudi itu.
Aku menyender manja di pundak suami ku yang lebar.Arga sesekali mengecup keningku dengan lembut.
"Lupakan kata-kata Zico,toh dia hanya anak kecil":Sahut ku menghibur Arga.
Namun nyatanya Kata-kata Zico adalah pernyataan serius,seolah Zico benar-benar paham dengan romansa kehidupan rumah tangga kami.
Aku tersenyum melihat Arga yang sejak tadi nampak uring-uringan.
"Sebenarnya kamu juga magnet bagi pria-pria,awal kita bertemu.Rey menggoda mu,belum lagi Jonathan,nah ini ditambah lagi Zico":Gerutu Arga dengan masih sedikit emosi.
"Aku suka padamu ketika kamu cemburu padaku,sekarang lebih lembut,tidak seperti biasanya ketika kamu marah.Kamu selalu mencengkeram tubuh ku seperti elang yang siap memangsa korbannya".
"Benarkah?,apakah itu membuatmu sakit?".
"Tidak,tapi geli..Yah jelas sakit,coba saja liatlah tangan besarmu?!.
"I'm Sorry".Arga tersenyum kepadaku sambil menggenggam jari jemariku.
Aku memalingkan wajahku dan melihat keluar kaca mobil.
"Hei..Nyonya,mengapa sekarang kamu juga ikut marah":Hardik Arga.
"Pikir saja sendiri":Aku menjawabnya dengan sedikit ketus.
"asta,apakah kau tak berfikir,jika kita seperti tom and jerry?":Ucap Arga.
Aku melihat ke arahnya kembali:"Maksud kamu?".
"Kita selalu bertengkar,tapi nyatanya kita saling sayang":Ujar Arga lagi.
Aku sedikit berfikir,lalu tertawa bersamanya..
HAHAHA...(Suara tawa kami).
Benar saja sudah tak terhitung,berapa kali kita bertengkar,namun nyatanya kita akan kembali lagi seperti semula.
💝💝💝💝
Jangan lupa Like dan komen,
Vote&Ratte juga yah...
Thx U 😘