
Aku berjalan sambil melamun,menantikan akan di eksekusi seperti apa aku nanti,Arga memergokiku pergi dengan musuh bebuyutannya.
"Cantik,"Sapa Rey dengan menepuk pundakku.
Sontak aku di buat marah olehnya,seolah aku ingin mencabik-cabik wajah tampannya itu.
"Kamu sengaja kan!".Aku berteriak,tak perduli jika banyak mata tertuju pada kami.
"Pelankan suaramu".Rey menutup mulutnya dengan telunjuk.
Aku tak perduli dengan apa yang ia katakan,yang aku pikirkan bagai mana cara meredam amarah Arga nanti.
Aku pergi meninggalkannya,tanpa memperdulikan belanjaanku yang sudah aku ambil tadi.
"Dasar laki-laki pencari masalah"Gumam ku.
****
Sesampainya di depan pintu,kutekan password pintu itu.
setelah terbuka,tiba-tiba aku dikejutkan dengan sosok laki-laki tinggi yang berdiri tepat di belakang pintu,dengan mata merah seolah menahan marah.
"Arga,sejak kapan dia sampai rumah".Batinku,lututku lagi-lagi bergetar,aku tidak tau sejak kapan,jika aku takut lututku selalu bergetar.
Arga menarik kerah bajuku dengan kasar,lalu menghempaskan ku begitu saja di atas sofa,kemudian Ia berdiri di hadapanku dengan sedikit membungkuk,dengan jari tangan menekan daguku dengan keras,aku meringis kesakitan,menahan rasa takut,tapi entah kenapa air mata tetap merembes kesela-sela mataku.
"Ada hubungan apa kamu dengan Rey?".
"Aku tak ada hubungan apapun dengannya"Suara ku parau saking takutnya.
"Bohong!!!!!!"Arga berteriak,dengan mata terbelalak seperti hewan buas yang siap menyantap mangsanya.
"Aku tidak tau kenapa dia datang kemari,ketika aku belanja,Rey sudah ada di hadapanku bahkan mengikutiku".Air mata mulai membanjiri pipiku,tetap saja air mataku tak mampu meredam amarah Arga.
"Jika kamu berani macam-macam denganku,atau jika kamu adalah suruhan Rey,untuk mengawasiku,aku tak akan segan-segan mencabik-cabik wajahmu yang jelek itu!"Ancamnya,melepaskan cengkeramanya.
Kuberanikan diri untuk menghardiknya,dalam masalah ini aku hanya kambing hitam diantara hubungan Arga,Rey dan Wina,cinta segitiga anak gedongan yang amat rumit.
"Apa maksudmu,dan apa salahku sehingga kamu mencurigaiku,Ha!!".Ku beranikan berbicara padanya dengan nada tinggi.
Dia berjalan kearahku lagi,bukan lagi mencengkeram daguku dengan tangannya,kini ia menarik rambutku dengan satu tangan,dan mengarahkan wajahku untuk dekat ke arah wajahnya,aku meringis kesakitan,dengan air mata masih berderai bak air terjun saking derasnya."Ingat,penderitaanmu akan dimulai ketika kamu,menjadi istriku,jadi silahkan bicara dengan orang tuaku untuk membatalkan pernikahan kita!"Arga melepaskan cengkeraman tangannya di rambutku,dan pergi entah kemana.
Kujatuhkan tubuhku kelantai,Dengan hati hancur dan air mata terus menerus mengalir,kakiku masih gemetar dan rambutku acak-acakkan akibat cengkeraman Arga tadi.
Apa salahku,sehingga membuat dia seperti kerasukan setan,batinku.
****
Sementara itu,Tak disangka Arga pergi ke kediaman Rey,ia mengetuk pintu rumah berwarna putih itu.
Ketika Rey membuka pintu,bogem mentah ia layangkan ke arah pipi Rey,dilanjutkan dengan mencengkeram dua ujung kerahnya.
"Apa maksudmu,mendekati Asta kali ini!".teriak Arga.
Rey mengusap noda darah yang keluar dari ujung bibir yang terkena bogem mentah Arga tadi.ia mulai terkekeh seperti orang gila.
"Apa yang kamu miliki,selalu menarik untukku"Rey tersenyum licik mengejek Arga.
"Baj*ngan kamu!"Arga mendorong tubuh Rey hingga masuk kedalam rumahnya,Tubuh Rey terhempas begitu saja ke lantai.
Wina keluar dari dalam,mendapat dua laki-laki yang ia pikir bertengkar karena memperebutkan dirinya.
"Cukup,Ga,"Tangan Wina menahan tubuh Arga yang mulai menghampiri Rey.
"Kenapa kamu menghianatiku dengan dia!!"Arga berteriak ke Arah Wina.
"Maafkan aku,aku khilaf,tetapi tetap saja aku juga tak bisa melupakanmu Ga".Kata Wina dengan wajah sendu seolah merasa bersalah,nyatanya ia hanya mencintai uang yang Rey dan Arga miliki.
Wajah Arga mulai memerah,Air matanya mulai menetes.
Rey hanya diam tak menjawab bahkan tak menanggapi keadaan Arga saat itu.
Wina tampak menepuk punggung Arga dengan lembut,kemudian memeluknya.
"Jika kamu tak menginginkan Asta,maka mulai hari ini,aku akan merebutnya darimu,Ambil saja Wina untukmu,aku sudah bosan dengannya".Rey pergi meninggalkan mereka berdua.
"Baj*ngan kamu!"Teriak Arga.
Wina tak perduli dengan kata-kata Rey,Wina sadar kini Rey memang sudah tak butuh dia lagi,Maka dari itu ia susah payah merebut Arga untuk kembali ke pelukanya lagu.
****
Sedangkan keadaanku di dalam apartement,tampak kacau,aku duduk menghadap jendela apartement,sambil hanyut dalam lamunanku,aku sengaja tak merapihkan rambutku yang dari tadi acak-acakan.
Pukul 19:00.
Suara pintu terbuka,Mungkin Arga pulang,aku berlari ke arah pintu kamarku,dan menguncinya karena takut jika ia masuk dan melampiaskan kekesalannya padaku lagi.
Suara langkah kaki mengusuri tangga menuju ke atas,kemudian hilang di balik kamar Arga.
Aku ingin pergi dari rumah ini,dan pulang kerumah Ayahku, lebih baik aku bekerja di kotaku,asalkan aku jauh darkepergianku,erhati dingin bernama Arga itu.
Aku pikir lebih baik aku pergi dari sini besok pagi ketika ia belum terbangun dari tidurnya.
****
Pagi hari pukul 04:00
Aku mengemasi semua pakaian ku,dan meninggalkan pakaian yang Arga belikan untukku,Aku berjalan mengendap-endap agar Arga tak memergokiku pagi itu.
Sesampainya di depan gedung apartemen aku menghentikan taksi menuju stasiun ibukota.Aku lega telah terlepas dari Majikan gilaku itu.
Butuh waktu beberapa jam hingga aku sampai di kotaku,selama perjalanan aku hanyut dalam lamunanku memandangi pohon yang tampak berjalan melewatiku.
"Apa yang aku katakan nanti pada Ayah,bagaimana ini,bahkan Ibu Arga sudah membayar lunas hutang-hutang kami,bagaimana caraku membalas kebaikannya".gumamku.
*Pukul 8:00.
Aku sampai ke kotaku,aku memilih angkutan umum untuk sampai ke rumahku,bukannya apa-apa,aku belum di bayar sepeserpun dari Arga setelah 3 minggu kerja dengannya.kini bahkan aku hanya memiliki uang untuk ongkos pulang kerumah.
Sementara itu dikediaman Arga.
Arga tampak tak menyadari kepergianku,ia tetap tak peduli bagaimana keadaanku.
Arga pergi ke kantor tanpa pamit kepadaku,mungkin ia pikir aku masih marah atau aku masih tertidur di jam seperti ini.
****
Ketika Ibu Arga datang ke Apartement untuk mengajaku memilih gaun pengantin.Ia tak mendapatiku di dalam rumah,bahkan ia mencari tiap sudut apartement itu,tapi aku tak menunjukan batang hidungku.
Ibu Arga mencoba menghubungiku,padahal Ponsel ku sengaja aku matikan.
Karena putus asa Ia memilih menghubungi Arga.
"Hallo"Sahut Arga...
"Dimana Asta?".
"Bukankah Asta dirumah?".
"Tidak ada,Ibu sudah mencarinya di sudut-sudut rumah,tapi tepat tak dapat menemukan Asta".
Arga beranjak dari duduknya,padahal saat itu Arga sedang memulai rapat dengan para karyawannya..
"Dasar wanita pencari masalah!"Gerutunya,membuat semua Karyawan yang ada di ruangan rapat tampak saling menatap keheranan.