
Aku merasakan ayunan dan dekapan lembut saat Arga membopong tubuh ku,seolah aku merindukan dekapan lembut dari laki-laki yang beberapa bulan ini aku nikahi,aku benar-benar terbuai dan terlena di buatnya,matanya tak henti-hentinya memandang wajahku yang masih tampak memerah.
Arga meletakan tubuh ku dengan posisi duduk di atas tempat tidur sementara ia juga langsung terduduk dengan kaki menyentuh pinggir tempat tidur.
Suasana hening tampak meliputi kamar ini,Ia masih terus memandangku tanpa berkata apapun.
"Aku ngantuk." Aku memecahkan keheningan di antara kami, kemudian bersiap membaringkan tubuhku, belum sempat ku baringkan tubuh ku, Arga meraih kedua tangan ku lalu memciumnya dengan lembut, tanpa berkata apapun, matanya masih menyiratkan kelembutan seolah bagai anak kucing yang merindukan kasih sayang.
"Kamu mau apa?" ucapku sembari melepaskan tanganNya.
"Aku menginginkan kamu." Kalimat pendek Arga menyiratkan banyak arti.
"Kamu menginginkan aku untuk apa?" Aku menegaskan kata-kataku kepada Arga.
"Aku ingin memeluk mu, mencium mu, mendekap mu dan tidur dengan mu," sahut Arga tanpa beban.
'Apakah dia sudah tak waras?' batin ku dengan hati berkecamuk bahkan aku tak mampu mengatur nafasku sendiri, dadaku sesak seolah di timpa sesuatu yang sangat berat.
Arga mulai melancarkan serangan lembutnya padaku, ia menyusuri pipiku dengan tangan lembutnya, mata nya terlihat sayub, sedangkan aku tak kuasa untuk bergerak bebas karena tindakan Arga.
Tangan Arga mulai berselancar bebas membelai tubuhku yang masih belum pernah terjamah oleh laki-laki mana pun, sehingga membuat tubuh ku sedikit menggeliat di buatnya.
"Jangan!" kataku dengan suara lirih.
"Aku akan melakukanya dengan pelan," Arga membisikan kalimat vulgar yang belum pernah sekalipun ku dengar dari seorang laki-laki.
Aku memberontak,dan melepaskan tangan Arga. "Kamu tak pernah mencintaiku,lalu untuk apa kamu ingin melakukannya padaku?"
Arga menghela nafas. "Sebenarnya, dari awal aku sudah tertarik padamu, tapi entah kenapa aku lebih memilih membohongi diriku sendiri,aku tak pernah mendengarkan hati nuraniku,aku hanya mengedepankan perasaan semu ku terhadap Wina,obsesiku yang ingin merebut kembali Wina dari Rey".
"Sejak kapan kamu menyukaiku?":Aku sedikit memencongkan kanan bibirku.
"Sejak aku menyadari jika hatiku marah melihat kamu dekat dengan teman kampus mu":Ungkap Arga.
"Oh":Sahut ku,tak melanjutkan kalimat ku.
Aku tak menjawab kata-kata Arga,dan hanya memilih diam.
Aku tak pernah merasakan sentuhan bibir Arga selembut ini, padahal beberapa kali ia mencium ku dengan paksa, namun kali ini berbeda dengan sebelum nya.
Arga mendorongku dengan lembut ke posisi tidur dan mulai melancarkan usahanya membobol gawang pertahanan ku.
Arga melucuti semua helaian benang yang menempel pada tubuh kami.
"Aku takut," kata ku lirih dan menggigit jari telunjuk ku.
Arga berada di posisi atasku dengan bertumpu dengan lututnya.
"Aku akan melakukannya dengan pelan" bisiknya.
Dengan kondisi tanpa sehelai benang di hadapan Arga membuat ku malu dan spontan menutupi bagian dadaku.
"Untuk apa kamu menutupi dadamu? aku sudah melihat semua malam ini" ungkap Arga tanpa malu dan menyingkap kan tanganku.
Jelas saja Arga tak malu dengan keadaan semacam ini,sudah tak terhitung ia melakukannya dengan Wina,sedangkan aku, ini adalah pengalaman ku,ketika seorang lelaki memcoba merobek selaput daraku,aku tak bisa membayangkan akan seberapa sakitnya.Sampai sebuah benda yang di miliki Arga melesat jauh kesana,membuatku sedikit meringis kesakitan tanpa sadar menggigit bibir bawahku.
Akhirnya benda keras itu berhasil merangsek menembus gawang pertahanan ku meskipun dengan sedikit susah payah.
"Aku mencintaimu Asta:"Kata Arga dengan suara terbata dan nafas terengah-engah.
Aku tak bergeming mendengar kalimat yang selama ini paling ingin ku dengar dari bibir Arga.
Kami menikmati malam indah itu bersama dengan suasana ke intiman dan romantis.
💖💖💖💖💖💖
**Jangan lupa Like&Komen
Vote boleh juga tuh...
😂
thx u 🤗**