
Ingat, diksi kelewat halu dan baper.
Baca setelah buka.
Mari bersama-sama menuju kehaluan yang HQQ bersama Novi Wu.
Sedikit menjelaskan. Di novel ini saya memakai 2 sudut pandang. Satu sudut pandang 1 (aku) dan sudut pandang 3 (Pov author). Setiap pergantian sudut pandang akan di beri keterangan.
terimakasih.
Selamat membaca dan berhalu ria....
Pov Author.
Asta sedikit merasa bersalah karena telah memukul dada Arga. Namun ia lebih bersalah lagi karena masih saja jatuh dalam perlukan laki-laki durjana yang selalu dapat meluluhkan hatinya ini.
Asta masih terus mengusap-usap dada Arga, hingga Arga menangkap kedua tangan Asta agar berhenti melakukan itu.
"Stop! nyonya Arga, jika kamu masih mengusap di area itu, aku tak bisa menjamin, hal apa yang akan dapat aku lakukan di sini," ujar Arga masih melihat wajah sang istri dalam-dalam.
'Ha ... memang apa salahku?' kata Asta dalam hati.
"Kamu telah membangkitkan hasratku, Asta." Arga menggigit ujung telinga Asta, sehingga membuat wanita itu buyar dari lamunannya.
"Kamu!" seru Asta memegang bekas gigitan Arga tadi.
"apa-apa? tak suka? tapi aku suka," goda Arga lagi.
Asta memandang sekitar, melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan tak ada orang yang melihat romantisme mereka berdua di bawah pohon apel hijau siang itu.
"Jangan di sini! takut jika ada yang melihat," ujar Asta masih memindai area sekitar tempat mereka berada.
"Jadi kamu mau kita ke kamar? menikmati keintimam kita berdua?" goda Arga.
Asta memandang wajah suaminya dengan tatapan sendu dan mengharu biru.
"Jangan tatap aku dengan tatapan itu, Asta. Kamu memang jago dalam membangkitkan gairahku," ujar Arga, lagi-lagi ia ingin mencium bibir istrinya, seolah bibir Asta adalah candu untuknya. Namun bukan Asta namanya jika ia dapat membangkitkan hasrat namun dapat menahannya secara tiba-tiba. Ia menutup mulut suaminya itu dengan tangan kirinya.
"Tahan ... jangan lagi, nanti jika kita sudah berada di dalam kamar."
Dengan mulut masih tertutup dengan tangan Asta, Arga mengangguk pelan, menuruti perintah permaisuri hatinya itu.
Sedetik kemudian, Asta melepaskan tangannya, tanpa aba-aba Arga mengecup bibir istrinya itu. Dan cukup membuat Asta terkejut dan otomatis memukul dada Arga kembali.
"Di bilang jangan cium!"
"Akukan hanya mengungkapkan isi hatiku," rengek Arga dengan suara dibuat-buat seperti anak kecil.
"Ayo ... kembali," ucap Arga lagi, menggandeng tangan sang istri menuntunnya menuju ke rumah bergaya american style itu lagi.
Asta menahan tubuhnya, agar tak terseret dengan tarikan Arga.
"Tunggu!" seru Asta.
Arga melirik ke arah pujaan hatinya itu, dan menghentikan langkahnya.
"Apa lagi? aku sudah tak tahan ingin tidur siang kembali, Asta."
"Tunggu, aku ingin apel masak di atas sana," kata Asta sambil menunjuk ke arah salah satu apel yang ada di pohon apel tersebut.
Argapun mengikuti arah tangan istrinya, dan melihat dengan seksama. "Kamu mau? nanti aku suruh, orangku untuk mengambilkannya untukmu," jawab Arga, dan kembali menyeret tangan sang istri dengan lembut.
"Aku mau, tapi kamu yang mengambilnya untukku." Mendengar kata-kata dari sang istri membuat langkah Arga kembali berhenti.
"Kalau aku mengambilkannya untukmu, apa upah yang akan kamu beri kepada ceo tampan dihadapanmu ini?" goda Arga, dengan memasang wajah nakal, tak lupa satu mata dikedip-kedipkan, guna membuat sang istri semakin hanyut ke dalam perasaan cinta yang amat dalam yang diberikan sang suami.
"mmhh ... aku akan memberikanmu kasih sayang tulus murni tanpa pamrih," jawab Asta meyakinkan Arga.
"Janji, kamu tak akan kabur lagi dariku?"
Mendengar pertanyaan Arga membuat bibir Asta tercekat kaget, sehingga ia tak mampu menjawab pertanyaan itu.
"Janji?!" Arga mengulangi pertanyaannya.
Asta terdiam sebentar. Lalu mencari kosa kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan Arga.
"hmm ... aku janji," jawab Asta singkat.
"Baiklah ayo!"
Arga kembali menggandeng tangan sang istri menuju ke arah pohon apel itu lagi.
"Yang mana, Asta?" tanya Arga sambil memandang wajah istrinya yang masih sibuk memindai ke arah pohon apel di depannya itu.
"Itu lihat! yang paling ujung." Asta menunjuk ke salah satu anak ranting pohon apel tersebut.
"Kamu tak memanjat sepertiku tadi?" tanya Asta terheran-heran.
"Tidak, aku tak sependek kamu, Asta. Yang harus memanjat hanya untuk mengambil apel," ledek Arga melihat sang istri dengan pandangan mengejek. Tentu saja Asta tersinggung dengan kalimat yang di lontarkan Arga. Dan memukul lengan suaminya itu dengan sekuat tenaga.
"Ngomong, aku pendek lagi?!"
"Iya-iya maaf sayangku," ucap Arga menghindarkan lengannya dari pukulan sang istri.
Asta melihat dengan seksama apel hijau yang diberikan sang suami.
"Kamu tahu, apa manfaat apel hijau untuk kesehatan?" tanya Arga.
"Apa?" jawab Asta penasaran.
"Buah ini sangat baik untuk mencegah kangker payudara, menjaga kesehatan gigi, melancarkan pencernaan dan bahkan bagus sekali untuk diet, Asta," ungkap Arga pada istrinya.
"Diet? kamu pikir aku gendut?" Asta sedikit sewot mendengar kata diet itu.
"Mana mungkin, badan seperti bayi begini, harus diet, nanti kamu berubah jadi lidi. Tentunya tak akan enak lagi untuk dipeluk."
Asta sedikit kesal dan memasah wajah masam untuk suaminya.
"Aku mau buah yang lain?!" Rengek Asta.
"Apalagi?" tanya Arga.
"Semua buah yang ada di sini, aku mau," jawab Asta masih memasang wajah masamnya.
"Nanti aku suruh para pekerja untuk mengambilkannya," ucap Arga.
"Tidak, aku mau kita berdua berkebun!"
Arga memandang wajah istrinya dengan tatapan malas, karena ia tahu betul selama hidupnya dia tak pernah melakukan hal seperti itu. Bahkan mengupas buah saja ia tidak pernah sama sekali.
"Mau, tidak?" tanya Asta, dengan kalimat penuh penekanan.
"Iya mau, Nyonya." Arga mencubit ujung hidung sang istri karena saking gemasnya.
Bersambung
Laki-laki tsundere kalau sudah bucin mah gitu, yee....
❇❇❇❇❇
Hello temen-temen, jangan lupa like, komen, rate bintang 5 untuk Boss Come here Please! yah. Itu sangat penting buat Novi. Karena itu semangat untuk para author-author dalam menulis.
oia, Novi punya rekomendasi Novel seru dan keren dari sesama author.
Judul\=You and I: Love Story Romance
Pena\=Souvarrel Hellvaelumgradiaxus
judul\= My Heart is Only For you.
Pena\=Ergina Putri.
Judul\=Istri Pilihan Ibu
Pena\=Septriani Wulandari
Judul\=Pujaku Mayang
Pena\=Azis beck
Judul\=Sebenarnya Cinta
Pena\= Fa. Queen
Judul\=Diary Cookies
Pena\=Ayu Rizky
Judul\=Perempuan pilihan
Pena\=Ilami Harsa
Eh ... Novi ada grub chat juga loh, kalian bisa lebih deket sama Novi di sana, bisa tanya apapun di sana, nagih update, kreji up, apapun itu kalian bisa lakuin di sana.
Novi tunggu yah temen-temen.
Gumawo
Novi wu