Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Kabur bagian 1



Akhirnya malam ini aku menghabiskan waktu ku,tanpa gangguan dari Arga.Dia pergi entah kemana,sebenarnya dalam hati kecil ku sedikit gusar,Aku tidak tau mungkinkah benih-benih cinta mulai muncul dariku,sedangkan aku tau Arga hanya mencintai Wina.



'Ku minum juice apel yang sengaja aku buat tadi.


"Ah...Nikmatnya".Kataku sembari tersenyum sendirian.


'Arga,sedang apa kamu?,dengan siapa?,'Aku bergumam dalam hati,melamun sambil menyaksikan pemandangan Ibu kota malam itu,di balik kaca besar yang ada di kamar kami'.


Sementara itu,Arga sedang makan malam romantis dengan Wina,Tampak berbagai macam Korean food kesukaan Arga telah tersaji di meja makan.


"Kamu pintar juga masak seperti ini?".Kata Arga masih menyantap makanan di depan matanya itu.


"kemarin ada pemotretan di korea,nah aku belajar dari salah satu chef di sana,kamu suka?".Hanya nada manja yang ia lantunkan untuk menggoda Arga.


"Kalau begini,aku makin cinta sama kamu".Arga memuji Wina sembari mencium kening kekasih gelapnya itu.


"malam ini,bagaimana jika kamu tidur disini saja".Goda Wina,seraya merangkul Arga.


"Aku tidak bisa,aku takut jika mata-mata ibu ku tau jika aku masih menemui mu,oia kamu jangan ganggu Asta lagi,aku takut dia akan mengadu ke Ibuku,jika kita masih bertemu".


"Memang prempuan sialan itu,seharusnya aku hancurkan dia sejak awal,"Wina tampak emosi,tangannya menggenggam sumpit dengan kuat.


"Apakah kamu mau menurut padaku sayang?".tanya Arga.


"Baiklah,aku janji"Wina sudah berjanji tak akan mengganggu ku lagi,tapi aku tak tau apakah benar itu akan di lakukannya atau tidak.


Pukul 22:00


Arga pulang dengan kondisi sedikit mabuk,jalannya sempoyongan tak tentu arah,ia tampak berdiri di depan pintu memandangiku yang sedang menatap pemandangan.


"Hei..Prempuan kampung!".Kata Arga dengan suara tak berdaya khas orang mabuk,ia menghampiri ku dengan jalan sempoyongan,spontan aku berdiri karena kaget,suara sepatu Arga tampak berdecit di lantai marmer kamar kami.



Ia menghampirku kemudian mencium ku dengan paksa.


"mmmhhh...."Ku pukul-pukul dadanya agar ia melepaskanku.


Setelah beberapa detik ia baru benar-benar melepaskan ciumannya.


"Bagaimana prempuan kampung,nikmat,kan?"Ledek Arga.


"Ba*ingan kamu!"aku menampar wajahnya tanpa babibu.


Plak...


Arga tertawa terkekeh memegangi bekas tamparanku di pipinya.


"Berani kamu!".Seru Arga.


"Tutup mulut lancangmu!,jika aku mendengarmu berkata kasar tentang Wina,aku ku robek mulut mu!"Hardik Arga..


"Lebih baik aku pergi dari sini,sekarang!".


Aku keluar dari Apartement Arga.


'Bahkan ia tak menahan ku pergi,dasar laki-laki sialan".Aku mengumpatnya dalam hati.


Tanpa aku sadari aku keluar hanya membawa ponsel tanpa membawa uang sepeser pun.


'Bagaimana ini,aku harus kemana,sudah malam'.Aku bergumam dalam hati,sambil berjalan tak tentu arah.


Tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara laki-laki yang tampak tak asing buatku.


"Hai,,Cewek manis".


Aku langsung menoleh ke arah sumber suara itu.



Seorang laki-laki memakai celana training di padu dengan outer kotak-kotak dilengkapi dengan masker penutup muka,menghampiri ku.


"Siapa kamu!".


laki-laki itu membuka masker penutupnya.


"Aku Jonathan,laki-laki tampan".Ia menggodaku."Kamu kenapa jam segini keluar rumah,Bertengkar dengan suami mu yang galak itu?"Tanya Jonathan.


"Ya..begitulah".Sahutku.


"Lalu kamu akan pergi kemana?".


"Aku juga belum tau,aku keluar tanpa uang,hanya membawa ponsel di kantong celana ku".


"Bagaimana jika kita pulang kerumahku,"Jonathan mengajak ku untuk pulang kerumahnya.


"Kamu gila ya,aku ini wanita bersuami,harus nginep di rumah laki-laki lain".Aku menegaskan statusku pada Jonathan agar ia tak menggangguku.


Jonathan tersenyum.


"Aku cuma mau bantuin kamu saja,lagipula di rumahku juga ada Ibuku".


"Benarkah?".


"He'em".sahut Jonathan


"Oke,untuk malam ini saja".Kataku lega,karena ada tempat untuk tidur malam ini.


Sembari tersenyum,'Dasar prempuan plin plan'.Gumam Jonathan dalam hati.