
Tubuh Arga mulai mendekat, bahkan mungkin ia mampu mendengar detak jatung dan suara napasku yang sedikit tersengal karena takut.
"Arga! Ja–ngan mendekat!" Kalimatku mulai terbata, seiring dengan kedua kakiku yang ikut gemetar.
"Nikmati saja!" Suara dingin tak bernada itu muncul kembali.
Arga merengkuh pinggangku dengan paksa yang membuat badan kami saling menyatu. Aku membuang muka ke arah kanan, agar tak mendengar suara napasnya yang sedikit terengah-engah.
Aku mulai meronta dengan sekuat tenaga, namun aku benar-benar kalah kuat dari laki-laki di depanku ini, tanganku ia menaikkan ke atas tepat kepalaku dan mencengkeramnya kuat-kuat, seolah ia benar-benar memaku tanganku menempel ke dinding, dada bidang nya menyentuh dadaku, membuat napasku semakin naik dan turun.
"Bagaimana mau dengan cara halus atau kasar?" Ia benar-benar mengolok-olokku kali ini.
"Arga, kamu sudah janji akan menjagaku!" Aku mengingatkan janjinya padaku semalam.
"Aku sedang menjagamu, menuntaskan tugasmu sebagai Istriku yang sudah kamu emban sejak beberapa minggu lalu" desisnya dengan suara dingin tak bernada.
Arga mulai menciumiku secara acak, dan sedikit brutal, sehingga mampu membuatku meliuk-liuk.
"Arga! Please, Ga!" Aku terus memohon agar ia melepaskanku. Namun permohonanku benar-benar tak ia indahkan, ia mulai membuka kaos yang ia kenakan,sehingga terlihat dada ABS yang selalu aku ingin lihat.
"Ga, aku ingin melakukannya dengan suka dan rela, bukan dengan cara ini".
"Diam!"
Arga membentakku dengan suara tinggi, dan spontan membuatku tak melanjutkan kalimatku.
Air mata mulai membanjiri kedua pipiku, meskipun dengan isak tangis ia tak membiarkanku lolos dengan mudah, seolah iblis mesum sedang merasukinya.
Ia tetap menciumi ku, tapi aku sama sekali tak menikmati permainannya.
Ia mendorongku dan menghempaskanku ke atas tempat tidur, dengan dipenuhi rasa takut aku menjauh dari tubuh serigala lapar ini, hingga gerakanku harus berhenti ketika gerakku di batasi dengan Kepala tempat tidur.
Ia mulai naik ke atas tempat tidur, lututnya bertumpu di atas busa empuk itu, dan mendorongku dengan kuat, sehingga membuatku berubah ke posisi tidur, aku masih mencoba melepaskan diri, sampai Arga menindihku dengan tubuhnya sehingga membuatku tak dapat bergerak.
"Bagaimana kita nikmati malam ini dengan penuh erotis?" Arga berbisik ke arah telingaku.
Tanpa ampun ia mulai melancarkan Strategi untuk melakukan hal yang, dirikupun belum siap melakukannya.
"Arga ... aku mencintaimu!" Seruanku membuat Arga menghentikan aktifitasnya. Ia spontan melepaskan ku, kemudian ia duduk mematung di pinggir kasur, seolah ia menyesal memperlakukanku seperti ini.
"Maafkan Aku" Kalimat itu terlontar dari bibir nya.
"Aku hanya diam, dan terus menangis sejadi-jadinya karena takut, namun sedikit lega karena iblis mesum yang merasukinya sudah pergi menjauh.
Ia menatap wajahku dengan penuh rasa iba, kemudian mendekatkan bibirnya ke arah keningku, kecupan hangat mendarat sempurna di keningku.
"Kamu Istirahat saja dulu! aku akan keluar sebentar, menghirup udara segar" Ia mulai memakai kaos abu yang sempat ia lempar kan ke lantai tadi, kemudian pergi meninggalkanku dalam keadaan menangis.
"Arga Baj*ngan!" Aku terus berteriak di dalam kamar sendirian, karena lelah tertidur, bahkan aku tak sempat memakai kembali bajuku yang sempat terkoyak tadi. Seolah tak takut jika Arga datang dan kembali dirasuki iblis mesum.
➖➖➖➖➖➖
Keesokan harinya, ketika aku bangun,aku kaget dengan kondisiku yang tertidur dalam keadaan setelah telanjang, aku terus mengingat-ingat kejadian semalam, kejadian yang paling pahit dalam hidupku, spontan aku berlari ke arah walk in closed guna mencari baju untuk kupakai.
Setelah selesai, aku keluar kamar untuk melihat keadaan sekitar, apakah yang sedang di lakukan Arga. Namun aku tak mendapatinya di manapun.Hingga aku dikagetkan dengan suara bel pintu.
Dengan cepat aku menyambar gagang pintu untuk membukanya. Ternyata sekertaris Wisnu datang.
"Selamat pagi nyonya" Sekertaris Wisnu membukukkan kepalanya sebagai tanda hormat untuk istri Bosnya.
"Ada perlu apa?".
"Saya kesini untuk mengambil beberapa baju untuk Mr. Arga, nampaknya beliau menginap di kantor semalam." Kalimat Sekertaris Wisnu membuatku sedikit kaget, aku pikir ia pergi ke rumah selingkuhannya.
"Silakan masuk, dan ambil sendiri di atas, kamu tentu lebih tau selera Bosmu dibandingkan aku."
"Baik Nyonya!"
Kenapa ia tidak menginap di Apartement Wina?namun memilih menginap di kantor, apa yang ada dipikiran Arga?
⏬⏬⏬
*Jangan lupa Like setelah menbaca,tinggal kan kritik dan saran juga,dan jangan lupa ratting ⭐ 5 yah.
Thx U para reader.
setelah kubaca ulang novel ini, aku jadi malu sendiri. Karena tanda baca yang aduhai 😅 maaf kalau membuat mata kalian sakit. Aku pelan-pelan revisi, yak 😘