Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Ingat




Mataku pedih, kepala ku pusing seperti terbentur oleh benda keras benar-benar berat. Aku ingat semua. Wina, Cherryl wanita-wanita yang selalu menggangguku dengan Arga.


Kulirik ke arah jendela yang belum tertutup gorden dengan sempurna, langit sudah gelap aku lirik kesamping kanan Arga tak ada dalam kamar ini.


Hasrat buang air yang sudah aku tahan tak mampu terbendung hingga mau tak mau aku harus segera menuju kamar mandi, berjalan pelan dan tertatih sembari tangan menggeranyangi tembok kamar.


Setelah sampai ke kamar mandi, peganganku goyah hingga tak mampu berdiri seimbang dan sekertika itu pula aku terjatuh tersungkur.


"Arga!" Aku berteriak sekencang-kencangnya.


Aku reflek memanggil nama Arga karena yang aku ingat kami hanya tinggal berdua saja.


Tak berapa lama pria itu datang dengan wajah frustasi lalu membopongku. "Kamu sudah bangun? mengapa kamu tak memanggilku?."


"Aku hanya ingin buang air, dan aku terjatuh."


"Baiklah aku akan membantumu, pasti kakimu terkilir, bukan?"


"Tidak, aku bisa sendiri, Arga."


Arga melepaskan ku dengan lembut. "Apakah kamu marah? Wina adalah mantan istriku, dan aku bercerai ketika aku belum bertemu denganmu."


"Cukup! aku tau, aku ingat semuanya, Arga."


"Kamu sudah ingat? kamu sembuh? ayo kita ke rumah sakit!" kata Arga penuh antusias.


"Ke rumah sakit? untuk apa? aku sudah mengingat semua Wina, Cherryl dan tuduhan mu tentang aku berselingkuh dengan Jonathan?! cukup, Ga. Semua ini benar-benar membuatku muak." Aku benar-benar emosi ketika aku mengingat kenyataan dimana Arga memperlakukanku begitu kejamnya.


"Maafkan aku, aku tak bermaksud seperti itu, hanya saja waktu itu hatiku terasa sakit ketika orang tak dikenal mengirim fotomu saat bersama Jonathan," ucap Arga lirih dengan nada penuh penyesalan.


"Kamu tau betul bagaimana perasaanku padamu, dan kamu tau betul sebatas apa kedekatanku dengan Jonathan. Aku tak akan melakukan perbuatan tak bermoral sepertimu ketika berselingkuh dengan Wina!"


"Lalu apa yang harus kuperbuat agar kamu memaafkanku?"


Mata Arga terbelalak kaget, seketika aku dapat melihat tubuhnya lemas raut wajah berubah murung seketika. "Tidak, Asta. Aku ta bisa hidup tanpamu, aku benar-benar tak bisa kehilanganmu," ucap Arga serak.


"Aku benar-benar tak dapat mentoleril perbuatanmu padaku. Aku selama ini selalu sabar menunggumu, menanti cintamu dan mencintaimu dalam diam, kamu tau itu bukan?!" ucapku dengan nada tinggi.


"Aku tau, aku paham dan aku mengerti. Beri aku kesempatan lagi, aku tak akan mengulanginya," pintanya memohon padaku.


Aku terdiam, melihat raut wajah penyesalan Arga, benar jika orang-orang menganggapku bodoh, aku tak pernah bisa melepaskan Arga.


Arga meraih tanganku dan memelukku dengan begitu hangat.



"Aku benar-benar mencintaimu, Asta. Bahkan aku tak pernah bisa hidup tanpa mu," ucapnya mengelus rambutku dengan lembut. Aku tetap bergeming memikirkan tentang kebodohanku, dan sifatku yang seperti budak cinta ketika bersama Arga.


"Kamu tau bukan? bagaimana Wina kemarin, aku sudah menghentikan supplai keuangan untuknya, kutarik semua kompensasi dan Rey, sekarang ia pergi keluar negeri meninggalkan Wina. Rey hanya ingin menghancurkanku dengan mendekati wanita-wanita yang aku cintai," ucap Arga.


"Benarkah?"


"Aku bersyukur, kamu tak pernah terjerat pada tipuan Rey. Aku pastikan mereka berdua akan hancur ditanganku." Rahang Arga mengetat, tanganya mengepal penuh dendam.


Ia melepaskan pelukannya padaku. "Aku ingin hidup bahagia bersamamu, memiliki anak denganmu tua dan mati bersamamu," imbuhnya lagi.


*Lagi-lagi kalimat Arga mampu membuat hatiku melayang..


Asta bucin ih 😁*



Hai temen-temen, Novi cuma mau kasih tau, bagi temen-temen yang suka baca novelku, yuk masuk ke Grub chatku, di sana kita bisa ngomong apapun, tanya jadwal update dan sebagainya. Aku juga sering loh bagi poin di sana, Cus deh.


🤗😘