
Kubuka pintu kantor Arga,mataku tertuju ke arah meja kerja tepat di samping meja kerja Arga.
"Itu meja siapa?".
"Meja kamu,untuk siapa lagi".
"Kok kita dempetan sih?":Ujarku ke keheranan.
"Agar setiap saat bisa pegang-pegang kamu":Tutur Arga melemparkan senyuman mesum dan mata di buka lebar-lebar.
"Kamu mesum!":Aku menepuk pipi Arga.
Aku berjalan dan duduk di meja kerja ku,Arga mengikutiku dan duduk di kursinya.Kita saling berjejer seperti manusia yang tak dapat terpisahkan.
"Bagaimana,Suka?".
"Lumayan":Sahut ku singkat.
Arga mulai mendekatiku dan bibirnya di tekuk keluar untuk mendaratkan ciuman ke arah pipiku.
"STOP!!!!!".aku setengah berteriak untuk mencegahnya.
"Apa?,Disini tidak ada cctv":Tuturnya dengan menoleh kek kanan dan ke kiri.
"Kamu tidak mau,jika aku berteriak,lalu aku melaporkan kamu,atas pelecehan terhadap karyawan,bukan?":Aku mengacungkan jari ku dan mengancamnya.
Arga tertawa terbahak-bahak karena mendengar kalimat ancaman ku.
"Karyawan ini memang patut di lecehkan!":Ia merengkuh pundakku,lalu memeluk erat tubuhku.
"Aku mencintai mu,Istriku":Tutur Arga.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Arga,lalu membuka pintu itu,Spontan kita saling melepaskan diri dan sedikit salah tingkah karena terkejut.
"Maaf,Mr dan Nyonya Asta":Sekertaris Wisnu membungkukan badan sebagai tanda hormat.
"Ya.ada apa Wis?":Ucap Arga.
"Jadwal lounching cushion shade terbaru sudah siap,hanya saja kita belum menemukan model yang tepat untuk iklan ini,setelah kita memutuskan kontrak dengan miss Wina":Tutur sekertaris Wisnu dengan satu tarikan nafas.
Arga diam sesaat untuk berfikir dan menaggapi kata-kata Sekertaris Wisnu.
Lalu ia menatapku dengan mengerutkan alisnya seolah ia sudah mendapatkan ide untuk masalah ini.
"Shade terbaru di luncurkan untuk tone kulit Asia.Bagaimana jika Asta menjadi modelnya?":Ide gila dari Arga membuatku terperanjat kaget.
"Kamu,aku tidak bisa,aku tak mau".
"Sayang,ini kesempatan bagus untuk mu":Ucap Arga dengan memegang kedua pundakku.
"Atur kontrak kerja untuk Asta,sisanya biarkan aku yang handle semua":Titah Arga.
"Baik Mr.":Ujar seketaris Wisnu,membungkukan kepala dan pergi meninggalkan kami.
💖💖💖
Aku memukul dada kekar Arga:"Kamu ini kenapa sih?".
"Aw sakit!":Arga memegang bekas pukulan ku tadi.
"Ide ini tidak lucu,aku bukan model dan aku tak bisa":Aku bersikeras menentang ide gila suamiku.
"Asta dengar aku baik-baik,aku akan menjadikan mu Brand ambassador produk ini,coba pikir kan baik-baik,Kamu bisa terkenal dan kamu bisa membusungkan dada dan berkata pada dunia akulah nyonya Arga dewantara":Ujar Arga membujuk ku dengan segala daya dan upaya.
"Tapi aku benar-benar tak bisa":Aku duduk lesu dan menunduk.
"Aku akan membantumu,dan selalu menemani mu selama proses shoting iklan dan pemotretan":Bujuk Arga.
"Bisakah aku berfikir terlebih dahulu?".
"Sure".
Arga mulai sibuk berkerja siang itu.
"Sayang,tolong pisahkan berkas PT.A dan PT.P ini,setelah itu nanti aku periksa kembali":Perintah Arga sambil menyodorkan beberapa berkas padaku.
Aku meraih berkas itu dan mengerjakan perintah Arga.
Kami sibuk berkerja sepanjang siang hingga langit mulai menghitam karena matahari mulai membenamkan cahayanya.
Aku menggerakkan badanku dan mengangkat tangan ku:"Ah..selesai.Lelahnya":Ujar ku.
"Apakah lelah?,kamu hanya belum terbiasa":Ujar Arga.
Aku menganggukan kepala ku.
Arga merengkuh pinggangku dan menarik kursi ku dengan paksa agar semakin mendekat ke arahnya
"Nanti aku pijat,mau?":ia mulai mengeluarkan kata-kata genitnya.
"Ah.kamu kenapa sih!.Oia kamu ingin makan malam dengan apa?"ucapaku.
"Makan kamu!":Arga membisikan kata-kata rayuan ke telingaku,yang membuatku menjadi salah tingkah.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝