
Konflik yang sebenarnya 😀😁
Arga terus menariku masuk ke dalam rumah besar itu. Rumah mewah dengan gaya American Style itu.
Apa itu desain interior American Style? American Style (atau American Classic) merupakan pembaruan dari gaya klasik Eropa. Karakter dari gaya ini lebih simple, tidak banyak memakai ukiran, minim detail dan identik dengan penggunaan warna kalem yang nyaman untuk mata. Walaupun dianggap kuno oleh sebagian orang, konsep desain American Style masih tetap bisa diterapkan untuk mendapatkan kesan kekinian pada hunian. Bahkan, gaya ini banyak menjadi pilihan bagi kaum mapan perkotaan yang aktif di usia-usia produktif.
American Style pun kerap dianggap mencerminkan kemewahan dan elegan seperti gaya klasik, hanya saja lebih low maintenance dan sangat fleksibel. Artinya, interior American Style mudah dipadukan dengan gaya berbeda dan justru bisa memberikan tampilan ruang yang berkarakter. Konsep ini lebih mengacu pada ciri pedesaan, alami, dan country Amerika.
Di negara asalnya, gaya ini fokus pada satu focal point yaitu area perapian yang menjadi titik ciri khasnya. Namun, pada penerapan di hunian tertentu, ciri khas lain yang juga ditonjolkan adalah penggunaan profil pada plafon, pintu, dan jendela. Berikut ciri-ciri utama yang sangat kental dengan penerapan interior furniture American Style untuk hunian.
Beberapa assistant rumah tangga menyapa kami dengan penuh rasa sopan, mereka menunduk ketika kami melewati mereka, Arga masih menarik tanganku dengan paksa melewari tangga kayu bercat coklat classik memutar, ia tak memperdulikan pandangan para assisten rumah tangga yang melihat kami dengan tatapan aneh.
"Arga, bisakah kamu melepaskan aku?! sakit, Ga!"
Arga hanya diam bergeming, ia masih terus menarik tanganku tanpa memperdulikan keadaan bagaimana cara jalanku.
Kami melewati koridor panjang dengan dinding cat berwarna putih dan coklat, sepanjang koridor itu terdapat lukisan-lukasan yang sangat indah, aku hanya sepintas melihatnya.
Sampailah kita pada ujung kamar dengan pintu bercat coklat kayu gaya khas American style. Arga membuka pintu kamar itu dengan begitu kasar. Lalu menghempaskanku begitu saja di atas ranjang besar dengan ornamen classic di mana-mana.
"Aw ...." pekikku.
"Apakah kamu suka dengan rumah ini, Asta? rumah ini adalah milikmu."
"Tidak ... lepaskan aku, aku ingin pulang ke rumah ayahku!"
Arga terkekeh mendengar kalimat itu dariku.
"Asta ... kamu lupa? kamu pernah berkata padaku jika kamu sangat mencintaiku, tak akan melepaskanku, apakah ikrar itu kamu ucapkan saat kamu tak sadar? atau waktu itu kamu sedang mabuk?"
"Dulu aku memang sangat mencintaimu, tapi saat ini sudah kukubur rasa itu dalam-dalam!" Mataku melotot, ke arahnya karena aku menantang kehendak Arga yang ingin mengurungku di rumah ini.
"Aku sudah menjelaskan semua padamu, tapi nyatanya kamu tidak mempercayaiku, apakah landasan dasar sebuah cinta itu tidak saling percaya? aku mencintaimu dengan tulus tanpa kubuat-buat," ujar Arga.
"Persetan denganmu!" aku mencoba melarikan diri dengan beranjak tempat tidur, namun dengan sigap ia mampu merengkuh pinggangku dan menghempaskanku kembali di atas tempat tidur.
"Aku pernah berkata padamu, jika aku mencintai seseorang, aku tak akan pernah bisa melepaskannya!" seru Arga.
Ia mulai membuka satu persatu kancing kemejanya dan menanggalkannya ke lantai, sehingga kini ia hanya memakai celana yang membungkus kaki jenjangnya.
"Mau apa kamu?"
"Jangan sok polos, Asta. Kita sudah menikah, lalu mau apa lagi?" Arga mulai naik ke atas ranjang, dia mulai mendekat, sedangkan aku memilih mundur teratur, hingga pergerakanku sampai di kepala ranjang yang membuatku tak dapat bergerak lagi.
"Ga, jangan. Kamu tidak bisa begini!"
Arga tertawa terbahak-bahak, kali ini tawanya sungguh membuatku merinding.
"Aku adalah suamimu, aku berhak atasmu dan berhak menuntut kebutuhan biologis darimu, Asta!"
❇❇❇❇❇
Sudut pandang Arga
Arga berguling ke samping Asta setelah menuntaskan hasratnya, nafasnya terengah-engah ia menatap tubuh istrinya yang polos seperti bayi yang baru lahir, tanpa sehelai benangpun, menatap tubuh istrinya yang meringkuk dan menangis membuat hatinya sakit dan sedih.
Ia mendekati istrinya dan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ia berkali-kali mencium rambut istrinya yang beraroma stowberry, namun Asta tetap bergeming dan menangis dalam diam.
"Kenapa, Asta. Apakah kamu tidak iklas melayaniku?" bisiknya.
Namun tetap saja Istrinya itu tak menanggapi kata-katanya, ia mencium lagi tengkuk istrinya dengan lembut. "Aku mencintaimu," bisiknya lagi.
Namun tetap Asta hanya diam tak membalas kata-katanya, sehingga membuat Arga benar-benar kesal dan marah.
"Kamu sudah merusak kesabaranku Asta, kamu benar-benar membuatku marah!" teriak Arga.
Kemudian ia beranjak dari tempat tidur dan mengais pakaian yang berserakan di lantai karena sisa bercinta tadi.
Arga mengenakan pakaiannya namun ia tetap membiarkan istrinya telanjang bulat.
"Kamu butuh kejutan, Asta? aku akan memberimu kejutan sebentar lagi," ucap Arga tanpa ragu.
Asta tetap membelakangi tubuh Arga yang sudah mengenakan pakaian lengkap. " Tunggu baik-baik di sini, aku akan memberimu kejutan hebat," ucapnya lalu pergi meninggalkan istrinya di kamar sendirian.
Dari balik kamar Arga seperti berbicara dengan seseorang. Suaranya terdengar pelan tapi jelas.
"Jaga dia, jangan sampai ia kabur, jika ia sampai kabur, nyawa kalian taruhannya!" ancam Arga.
❇❇❇❇
Kira-kira apa kejutan Arga? 😪🤔
Terimakasih untuk Like, Komen, Rate, Poin yang temen-temen berikan, semua itu adalah semangat Novi dalam menulis kisah ini. 🤧
Hai ... temen-temen Novi punya rekomdasi Novel baru ceritanya fresh banged..
Judul \=Pujaku Mayang.
Pena\= Aziz Beck.
yuk dibaca, dijamin bikin melek, ati-ati yak harus ada tempat berpulang 😀
Oia Novi ada grub chat Loh, kalian bisa masuk di sana, bisa ngobrol-ngobrol sama novi kritik saran dan tagih up di sana, hahah..
Gumawo
Novi Wu.