Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Kabur bagian 2



Aku mengikuti langkah laki-laki itu,dengan pelan namun pasti,bahkan aku tak berani berjalan berdampingan dengannya,karena takut dan belum begitu percaya padanya.


Tak berapa lama kami sampai di sebuah rumah bergaya kolonial,tampak asri karena begitu banyak pohon yang nengelilingi rumah itu.


"Apakah ini rumah mu?"Aku bertanya pada Jonathan dengan kepala menengok ke kanan dan ke kiri,seolah memastikan bahwa aku benar-benar aman.


Sekilas ia melihatku dengan tersenyum,"Tentu,silahkan masuk".


Aku mengekor di belakang Jonathan.


Seorang wanita setengah baya dengan mengenakan baju tidur berwarna hijau menyapa Jonathan.


"Kamu sudah kembali,nak".


"Iya Bu,"Sahut Jonathan,sembari melambaikan tangan menyuruhku masuk ke dalam rumah itu.


Sang Ibu tampak kebingungan melihat kehadiranku,tetapi mencoba tetap tenang.


"Nona cantik ini siapa,Jo?".Tanya Ibu Jonathan.


Aku masih berdiri mematung di ambang pintu,karena bingung,apa yang harus aku lakukan.


"Ini Asta,teman sekampus Jonathan,dia sedang ada masalah dengan teman sekamarnya di rumah sewa,jadi karena Jonathan teman yang baik,makanya Jonathan bawa kesini".


'Astaga,apakah dia sudah gila,kenapa ia berbohong pada Ibu nya'.Gumam ku dalam hati.


"Sini Nak,rumah ini sudah lama tak kedatangan tamu".Ibu Jonathan mempersilahkan ku masuk.


"Terimakasih Bibi".jawabku sembari tersenyum karena canggung.


"Anggap saja rumah sendiri,Bibi sudah menganggap semua teman Jo,seperti anak sendiri,silahkan duduk,Bibi siapkan kamar agar kamu bisa istirahat".kata Ibu Jonathan dengan nada sopan.


Ibu Jonathan berlalu meninggalkan kami di rumah tamu.


"Apakah kamu sudah tidak waras!".Aku berbisik ke arah Jonathan.


Jonathan mendekatkan telinganya ke arahku,seolah benar-benar tak mendengar suara lirihku.


Kemudian ia tersenyun licik."Apakah kamu mau jika ibuku berfikir,bahwa aku melarikan istri orang?".Ia nampak menyakinkan ku dengan semua alibinya di depan ibunya sendiri."Apakah kamu dapat bertanggung jawab,jika ibuku kena serangan jantung?".Imbuhnya lagi.


sejenak aku berfikir,'Benar juga,ternyata laki-laki ini pro dalam menipu ibunya sendiri'.Gumamku.


"Apakah kamu sudah selesai berfikir,Nona?"Pertanyaan Arga membuatku kaget,membuyar semua lamunanku.


Tak lama Ibu Jonathan mempersilahkan ku masuk ke dalam kamar yang tampaknya sudah lama tak terpakai,namun tetap masih tertata rapi.


"Ini adalah kamar Adik perempuan Jonathan,Dia sudah meninggal 5tahun lalu akibat penyakit yang dia idap sejak kecil,dan untuk pertama kalinya lagi,Bibi membuka kamar ini,hanya untuk Asta".Ibu Jonathan nampak sedih mengenang Adik Jonathan.


"Terimakasih bibi,Siapa nama adik Jonathan?".


"Jenita,dia meninggal saat berumur 10 tahun".Sahut Ibu Jonathan.


"Kalau begitu,nona manis,silahkan istirahan".Timpal Jonathan,seolah tak menginginkan kesedihan Ibunya berlarut-larut.


Setelah menutup pintu kamar,aku berjalan perlahan di atas lantai berwarna putih itu,dengan begitu banyak ornamen Poster-poster Boyband Kpop yang tertempel rapi di dinding berwarna merah muda.


"Ah..ternyata Jenita adalah Elf(Sebutan untuk Fans Super junior),begitu banyak barang semua tentang super junior,"Kataku dalam hati.


Aku baringkan tubuhku di atas tempat tidur,karena lelah sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk ku tertidur.


➖➖➖➖➖


Keesokan harinya di Apartement Arga,Ia tampak uring-uringan karena mencariku yang tak nampak di setiap sudut apartement itu.


"Wanita kampung si*alan!"Tak henti-hentinya ia mengumpat karena kesalnya.


Ia beberapa kali mencoba menelepon ku,tetapi karena Ponsel aku matikan ,ia tak dapat menghubungi ku.


"Hallo Wis,Bisakah kamu mencari Asta,Ia kabur dari rumah sejak tadi malam".Kata Arga.


"Baik Mr,Saya akan mencari nyonya Asta,lewat Sinyal ponsel yang ia pakai".Kata Wisnu.


"Baiklah,aku tunggu kabar selanjutnya".



Arga tampak melamun memikirkan ku,dia bertanya-tanya dimana keberadaanku sekarang.


Tiba-tiba ponselnya berdering,ia melirik ke layar ponselnya.


Wina memanggil.....


Kemudian ia menjawab telepon dari Wanita penggoda itu.


"Hallo sayang".Kata Wina dengan nada manja.


"Iya Win,ada apa?"Sahut Arga singkat.


"Kamu tidak lupa janji kita semalam kan,kamu berjanji akan mengantar ku belanja hari ini".Kata Wina.


"Aku tidak bisa hari ini,Asta kabur".Dengan nada ketus Arga menutup telepon dari Wina.


➰➰➰➰


Sementara itu di rumah Jonathan.


Untuk pertama kalinya aku bisa tidur nyenyak tanpa gangguan Arga.


"Ah....nyaman nya".dengan posisi duduk aku gerakan badan ku seolah sedang melakukan peregangan.


Kemudian Pintu kamar terbuka.


jeklek.....


Jonathan melongok ke pintu menatapku yang baru saja bangun dengan kondisi wajah dan rambut awut-awutan,ia tampak tersenyum kecil memandang wajahku.


"Jadi begini kondisi gadis imut,jika bangun tidur?".


Spontan aku merapikan rambutku,dan mengusap pinggir bibirku dengan jari telunjukku,khawatir jika ada air liur kering yang tersisa.😁


"Ayo,sarapan,ibuku sudah masak untuk kita".Ajak Jonathan.


Aku beranjak dari tempat tidur,menuju kamar mandi di sebelah kamarku dan mencuci muka disana.Kemudian aku duduk di meja makan bulat,sehingga membuat kami saling berhadap-hadapan.


"Wah,Bibi aku rindu dengan masakan rumahan begini".Kataku memandangi makanan di atas meja sembari menahan air liur agar tak menetes.


"Benarkah,ayo makan".Kata Ibu Jonathan,mengambilkan ku nasi.


➿➿➿➿➿➿


Sementara itu di apartement Arga,Sekertaris Wisnu nampak tergesa-gesa menghadap kepada Arga.


"Bagaimana Wis?".Arga nampak tak sabar mendengar kabar tentang ku.


"Ponsel Nyonya Asta terakhir berada di area jalan cincin usang,masih dekat dengan Apartement ini,MR".Sekertaris Wisnu menjelaskan pada Arga.


"Oke.kita cari dan temukan prempuan pembuat ulah itu".Arga mengepalkan tangan dan beranjak dari kursi,bersiap mencari keberadaanku.


⤵⤵⤵⤵


**Jangan lupa like serta tinggalkan Kritik dan saran..


Terimakasih**.