Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Jasmani



Selamat datang di dunia kehaluan bersama Novi Wu.


Cerita dikit nih, aku...


Seorang teman bertanya padaku...


"Pi', kapan Asta bisa hamil? Sering bercinta kok nggak hamil-hamil?" ahahhhaha.


Aku jawab, ya Windi. 😁


Begini, karena Asta rajin minum pil anti hamil. Soal kehamilan Asta, masih aku pikirkan, cuma masih mencari diksi yang tepat untuk menjabarkannya.


kwkwkwkwk


❇❇❇❇❇❇



Arga sangat cekatan dan berbakat dalam hal merayu wanita. Dia tahu betul trik dan titik-titik vital supaya wanita di hadapanya ini bertekuk lutut terhadap semua keinginannya.


Alih-alih menolak ajakan Suaminya, Asta malah jatuh terjerembab di bawah pelukan Arga. Ia benar-benar tak kuasa menolak permintaan Arga, bukan karena takut, melainkan dia juga membutuhkan kebutuhan jasmani itu.


30 menit mereka bertarung, beradu dalam napas dan ******* dengan suara indah, saling bersentuhan satu sama lain, mencium secara lembut bahkan terkadang serampangan. Begitulah kira-kira cara mereka menyalurkan kebutuhan jasmani di antara mereka berdua.


Setelah acara memadu kasih selesai, Arga mulai memakai bajunya yang berserakan di atas lantai akibat sisa-sisa bercinta diantara dua sejoli, sementara Asta masih dengan tubuh polosnya tampak lemas di atas kursi putar milik Arga.


"Sayang, ayo pakai bajumu, kita makan malam sekarang!" kata Arga masih asik dengan kegiatan membetulkan celana yang sudah terpakai itu.


"Iya, sebentar lagi. Aku masih mengatur pernapasanku, terlebih dahulu." jawab Asta, terkulai.


"Ho-ho-ho, apa perlu aku pakaikan pakaianmu, bayi kecilku?" tanya Arga, dengan menarik kursi putarnya sehingga membuat Asta tertarik, sementara Arga membungkuk agar wajahnya sejajar dengan Asta, wanita itu menahan godaan suaminya lagi, bagaimana tidak, Arga sengaja menghembuskan napasnya ke telinga sang istri, dengan tujuan menggoda.


"Cukup, Arga. Aku pakai bajuku sebentar lagi, kamu lebih baik diam di pojok sana!" perintah Asta, dengan jari telunjuk mengarah ke salah satu sudut ruangan.


Sebenarnya Arga tak ingin menuruti keinginan sang istri, karena dari kecil ia adalah laki-laki yang paling tidak suka menerima perintah. Dia yang selalu memerintah dan melakukan apapun yang ia suka. Tapi kali ini beda, dia selalu tunduk kepada perkataan Asta bagai seorang budak cinta.


Arga masih berdiri di pojok ruangan, matanya tak lepas dari tubuh sang istri yang mulai lengkap memakai baju.


Setelah semua selesai, barulah ia menghampiri wanita berambut panjang dan berleher jenjang itu. Ia menggandeng tangannya dengan lembut. Seraya berkata.


"Setelah makan kita kembali ke kamar, oke!" pinta Arga.


"Untuk apa lagi? Baru saja kita sudah...."


Arga mencubit pipi istrinya. "Lihat, pikiran mu selalu kotor, tentu saja kita pergi tidur, katamu kamu ingin berkebun besok?"


"Oh, iya juga," jawab Asta salah tingkah.


Arga terkekeh melihat tingkah Asta. Ia tak habis pikir mengapa Asta mempunyai pikiran seperti itu. Pikiran bercinta selalu membayangi otaknya.


"Atau kamu mau ritual itu kita lakukan setiap hari, makan, mandi, bercinta dan bercinta lagi, hingga kamu tak mampu berjalan lagi."


"Diam kamu, Arga!" seru Asta kesal.


❇❇❇❇❇


Setelah makan usai, jam menunjukkan pukul 20:05 suasana di luar terlihat sejuk, dan tenang. Mungkin karena rumah ini di bangun jauh dari pemukiman warga, sehingga membuatnya sedikit sunyi dan nyaman, meskipun Asta dan Arga tinggal dengan beberapa pekerja dan bodyguard itu semua tak membuat ketenangan rumah ini terampas karena banyaknya orang.


"Bagaimana jika kita keluar sebentar menghirup udara sejuk taman bunga," pinta Asta.


Arga menganggukan kepalanya. "Baik, kamu pasti ingin duduk di ayunan kayu di sana bukan?" tanya Arga.


"Bagaimana kamu tahu? Aku tak pernah mengatakan apapun," jawab Asta.


"Kamu selalu memandangi ayunan itu dari kamar kita, Asta."


Asta menolah ke arah laki-laki di sebelahnya. "Kamu memperhatikanku?"


"Iya, aku selalu memperhatikanmu, apapun yang kamu lakukan sangat menarik untukku, bahkan ketika kamu sedang merajuk, itulah hal paling menyenangkan untukku," pungkas Arga.


Asta memasang wajah masamnya, seolah tak puas dengan kalimat yang di lontarkan suaminya itu. "Kamu seperti penguntit!"


"Menguntit wanita pujaan hatinya sendiri, memangnya salah?"


"Tentu saja! Sungguh tidak punya sopan santun ...."


Arga mengecup bibir istrinya guna menghentikkan ocehan Asta karena mulai terpancing emosi. Dan itu memang cara paling ampuh untuk menghentikan ocehan Asta.


Karena Asta tekejut dan malu, Asta memukul lengan suaminya dengan keras. "Kamu ini nakal sekali!"


Arga terkekeh melihat wajah masam wanita di depannya itu. Kemarahannya sungguh candu baginya selain tubuhnya.


Asta berjalan sendiri menuju keluar, tanpa memperdulikan Arga yang mengikutinya di belakang. "Tunggu aku, sayang!" teriak Arga.


"Jalan saja sendiri!"


Arga menangkap pinggang sang istri dan memeluknya dari belakang, mengendus rambut Asta yang beraroma stowberry, ia menghirupnya kuat-kuat. "Entah sejak kapan aku sangat menyukai aroma stowberry, benar-benar aroma paling menenangkan," ucap Arga.


Asta menoleh sedikit. "Benarkah?"


"Ya, benar. Aroma ini sangat nyaman dan menenangkan, seolah aroman ini mampu membawaku terbang melayang di atas awan."


"Gombal," sahut Asta singkat.


"Memangnya aku pernah berkata tidak jujur padamu?"


"mmhhh, sering."


"Maukah kucubit ginjalmu, Asta!" kata Arga kesal.


Kalimat itu sungguh membuat Asta terkekeh tak bisa berhenti karena lucu.


Mereka berjalan menuju ayunan kayu panjang, dan duduk di sana, di tengah hamparan taman bunga. Ada air mancur di tengahnya.


"Kemarilah, dan rebahkan kepalamu di dadaku, Asta. Nikmati ciptaan Tuhan bersama denganku."


Asta meuruti perkataan suaminya, dan merebahkan kepalanya di dada bidang, Arga.


"Nyanyikan aku sesuatu," pinta Asta.


"Apa?"


"Terserah."


I found a love for me


Darling, just dive right in


And follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was


I will not give you up this time


Darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes, you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight.


"Suaramu, lumayan juga," kata Asta.


"Hanya lumayan?"


"Iya, mau apa lagi?"


Arga membalikan tubuh Asta, kemudian mencium lembut bibirnya, lidahnya menyapu rongga-rongga mulutnya dan saling bertukar saliva. Sungguh malam yang begitu panjang untuk sepasang sejoli itu.


.


.


.


.


.


Bersambung....


❇❇❇❇❇❇


Ya, Kaulah itu, sesuatu yang selalu memberiku rasa terpadu, dengan olahan cinta dengan sedikit bumbu rindu.


Kau memang hembusan angin pagi yang selalu menyegarkan rongga dada, menghilangkan sedikit rindu berlebih yang menyesakkan.


Senyummu diiringi hembusan angin yang menyejukkan, menyegarkan mataku saat dua pandang kita bertemu...


Oleh


Azisbeck


Depok, 31 Mei 2020


Oia temen-temen, aku ada rekomendasi novel yang sering aku aku baca, sambil nunggu Asta dan Arga, cus kita bace-bace yang lain.


list


1. Heavenly White Sword's Princess


Nama pena : Gibran Ramadhan


2. Magic or Miracle


Nama pena: Azmi1410


3.Takut untuk Mencintai


Nama pena: Suci FA


4 Api di Bumi Majapahit


Pena\=Ricky Wicaksono


5. Legenda Sang Keadilan


Pena\=Al Divo Febriansyah


6. Legenda Sang Monster


Nama pena : Adhy Artha


7. Pujaku Mayang


Pena\=Azis beck


8.mahligai Prahara


Pena\=Cmeely Ayu


9.Dunia Abimanyu


Pena\=Jo Whylant


10.Battle String


Pena : Eko Santoso


Jangan lupa, like komen vote.


Gumawo


Novi wu