Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Pembalasan



Setelah semua selesai dan kami sama-sama membersihkan diri,kami bergegas menuju Rumah Orang tua Arga.


Namun langkah Arga tiba-tiba berhenti,dan mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan kepada sekertaris setia nya.


"Besihkan kekacauan yang ada di kamarku sekarang,"Isi pesan Arga untuk sekertaris Wisnu.


"Baik Mr.":Balas sekertari Wisnu.


Aku menoleh ke Arga yang masih sibuk berjalan sambil melihat ponselnya.


"Hei..hati-hati jika berjalan!":Aku berseru dengan suara setengah tinggi untuk menyadarkan kaki Arga yang akan menabrak pot besar di depan lift.


Sesampainya di parkiran Apartement,ketika mobil kami akan berjalan,tiba-tiba Arga mengerem dengan sangat mendadak sehingga membuat tubuhku tersentak.


Tampak dari depan Wina menghadang mobil kami yang hendak berjalan.


"Ada apa dengan wanita ini":Gerutu Arga dengan muka merah padam karena mulai emosi.


Arga keluar dan aku mengikutinya keluar pula.Wina memandang wajahku penuh rasa jengkel,namun aku hanya memasang wajah acuh tak berdosa.Wina mengertakan kedua giginya sehingga beradu memendam rasa ingin melampiskan kemarahannya padaku.


Kemudian tanpa dosa Wina bersimpuh sujud di kaki Arga,seraya menangis tersedu-sedu,namun Arga hanya menatapnya dengan tatapan dingin seolah capek dengan kelakuan Wina yang selalu menduaka Nya.


"Maafkan Aku":Wina berkata Lirih.


Namun Arga tak bergeming,aku lebih memilih menikmati adegan sepasang manusia yang sedang saling berperang dan melingkarkan tanganku ke dadaku sediri.


Arga menoleh ke arahku:"Apakah aku harus memaafkan nya,sayang?":Arga meminta pendapatnya padaku dengan senyuman dingin.


Aku tersentak kaget mendengar kata-kata Arga,namun Wina juga tak kalah kaget melihat hubungan kami yang mulai berjalan lancar.:"Kaa..muu panggil dia apa?".


"Sayang":Jawab Arga santai.


"Bahkan selama pernikahan kita,tak sekalipun kamu pernah memanggilku dengan panggilan sayang,bagaimana bisa kau memanggil wanita rendahan ini dengan panggilan sayang!":Seru Wina menatap wajahku dengan tajam.


"Tutup mulut mu!,kamu tak berhak menghina Istri ku dengan sebutan wanita rendahan,disini kau lah yang Wanita rendahan!":Mata Arga tampak melotot dan jari telunjuknya menujuk ke arah wajah Wina.


"Apa yang kamu katakan?":Ucap Wina lirih.


"Mulai hari ini kamu lebih baik enyah dari hidup ku,kamu tak perlu menunjukan wajahmu padaku,mulai detik ini aku putuskan aku tak akan pernah mencintai mu lagi!":Kata Arga dengan suara dingin kemudian menyingkirkan tubuh Wina dan menghempaskan nya begitu saja,sehingga membuat Wina jatuh terduduk.


Kemudian kami meninggalkan Wina yang masih terduduk kaku di lantai parkir apartement.


Arga mengeluarkan ponselnya,dan menekan nomer darurat panggilan sekertaris Wisnu.


Percakapan Mereka.


Arga\= "Wis,lakukan tugas mu kali ini,buat Wina hancur,dan pastikan dia kembali ke tempat asalnya yang seharusnya ia berada".(Kalimat kejam penuh amarah yang di katakan Arga membuat ku merinding karena baru aku sadari ia mampu menghancurkan musuh hanya dalam sekali sentilan jari kelingkinganya.


Wisnu\="Baik Mr,saya akan lakukan dengan rapi":(Dengan nada tenang namun mematikan)


Arga benar-benar sudah tak perduli dengan Wina,bahkan yang awalnya matanya tertutup kini terbuka dan sadar oleh tipu daya Wina,wanita cantik yang mampu membiusnya selama ini.


"Apakah kamu harus melakukan hingga sejauh ini?":Ucapku.


"Kita harus memperlakukan musuh sebagaimana semestinya":Ucapan Arga seolah mampu memaku bibir ku sehingga aku tak berani mengatakan apapun lagi.


Aku tak dapat membayangkan jika aku tanpa sengaja meninggalkannya,apa yang akan ia lakukan padaku dan Ayahku,membanyangkan nya saja mampu membuat tubuh ku mengigil ketakutan.


Aku hanyut dalam pikiran ku,membayangkan seolah olah suatu saat jika aku berada di posisi Wina,bagaimana nasipku.Arga memandangku dengan sedikit keheranan karena tiba-tiba ekspresi ku berubah menjadi ekspresi ketakutan.


"Ada apa dengan wajahmu?":Kata-kata Arga mampu membuyarkan lamunan ku.


"Ah..tidak,aku hanya memikirkan Ayahku,sepertinya aku rindu pada Ayahku":Ucapku mengalihkan pembicaraan Arga.


"Jika kamu rindu pada Ayahmu,besok kita pulang kesana".


"Benarkah!":Aku bersemangat mendengar kata-kata Arga.


"Tentu,tapi ingat,jangan pernah kamu dekat-dekat dengan teman kampusmu bernama Jonathan itu,jika tidak aku akan pastikan kalian berdua hancur":Ancam Arga,dengan tatapan penuh mematikan.


'Kenapa dulu aku mau menikahi monster sepertinya,bahkan dengan suka rela aki jatuh dalam cintanya,bagaimana cara ku melepaskannya':Aku terus berfikir,seolah aku benar-benar ingin lari namun kenyataanya meskipun aku berlari ke ujung dunia pun,Arga mampu memporak porandakan tempat persembunyianku hanya dengan hentakan kaki nya saja.


jangan lupa like&komen


thx u.


part selanjutnya di usahakan secepat kilat,ditunggu yah,🤗