Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Terlambat



Hai temen-temen 🤗


Selamat datang di dunia halu yang mengharu biru bersama author tukang halu, Novi wu.


Maaf slow up.


❇❇❇❇❇


Matahari mulai menyisingkan cahayanya, Asta masih asyik meringkuk di bawah selimut tebal berwarna abu-abu muda miliknya. Sementara tempat suaminya tertidur sudah kosong, ia sesekali mengerjapkan mata, memindai ke mana suaminya pergi. Namun rasa kantuk lagi-lagi berhasil menguasainya kembali, sehingga mau tak mau ia kembali memejamkan matanya.


Tak berapa lama Arga masuk ke dalam kamar, dengan membawa nampan berisi lemon tea kesukaan Asta. Sedangkan ia sudah tampak rapi rambutnya di sisir ke atas, sementara ia mengenakan jas stelan tiga potong rapi dan licin tanpa kusut sedikitpun.


Visual Arga ketika ingin pergi ke kantor, sangat tampan dan paripurna seperti lakon drama korea yang berpindah tempat hanya dalam waktu sekejap.


Sungguh beruntungnya Asta, memeiliki suami tampan dan bergelimang banyak harta. Ya, menjadi istri dari seorang bos yang kaya raya tak pernah terbayangkan sebelumnya. Dulu hanya untuk membeli sebuah tas sekolah saja, ia harus bekerja keras di kedai mie dengan ayahnya tak jarang ia harus gigit jari dan hanya menjahit tas yang sudah sobek.


Namun kini apa yang ia inginkan hanya tinggal menjentikan jari, semua akan terwujud. Tapi nyatanya hal itu tak membuatnya silau akan harta. Mungkin karena sejak kecil ayahnya mengajarkan hidup sederhana. Ya, begitulah kehidupan Asta sebelum bertemu Arga.


"Sayang, bangun!" perintah Arga, tangan kanannya menggoyangkan tubuh istrinya, sementara tangan yang lain masih memegang nampan.


Karena tak mendapat jawaban dari sang istri, Arga meletakan nampan yang ia bawa ke atas meja, kemudian ia beranjak untuk membuka tirai gorden berwarna merah yang di padu dengan warna gold itu. Sehingga membuat cahaya matahari masuk dan langsung menerpa wajah Asta.


Bukannya bangun, Asta malah hanya mengerang dan membalikkan tubuhnya membelakangi cahaya matahari untuk kembali terlelap dalam buaian mimpi indahnya.


"Asta, bangun aku akan berangkat, ke kantor," ucap Arga.


Mendengar ucapan suaminya, dengan cekatan Asta mengerjapkan matanya, bola matanya memindai suaminya sendiri, seperti biasa ia selalu tertergun dengan paras suaminya. "Woah, malaikat tampan," gumam Asta dalam hati.


"Kamu mau pergi ke kantor?!" dengus Asta kesal, ia otomatis memasang wajah masam sebagai andalannya ketika ia marah kepada suaminya.


"Ada urusan sedikit," jawab Arga, sementara tangannya sibuk merapikan lengannya sendiri.


"Kamu sudah berjanji padaku, akan berkebun hari ini. Lalu ini apa?"


Arga meraih kepala sang istri dan mendaratkan kecupan lembut di rambut istrinya. "Sebentar saja, aku akan segera kembali setelah itu," ucap Arga.


"Tidak! Aku tidak mau, jika kamu pergi. Ijinkan aku untuk kembali ke kampus," kata Asta melakukan lobi kepada suaminya.


"No-no-no. Kamu tidak dalam keadaan tawar memawar dengan ku, Asta. Kamu sudah tak perlu melanjutkan pendidikanmu, kamu adalah nyonya Arga Dewantara. Kamu sudah bergelimang harta, bahkan jika kamu hamil, janinmu adalah salah satu janin terkaya di negeri ini," pungkas Arga, dengan di sertai kalimat sombongnya.


"Aku bosan, hanya berkutat di dalam rumah ini." rengek Asta.


"Kamu bisa berbelanja, aku akan atur pengawal untuk mengawalmu, shopping," ujar Arga menenangkan sang istri.


"Aku lebih suka belanja online," sahut Asta.


"Kesini aku peluk, agar kamu tenang!"


"Tidak!" teriak Asta.


"Mengapa kamu memasang wajah jelek seperti itu?" ujar Arga, kemudian ia mendekat dan meraih wajah sang istri meninggalkan kecupan di kening, pipi, hidung, mata dan sedikit gigitan di bawah bibir merah jambu Asta. "Aku berangkat kerja dulu, ya?" imbuhnya lagi, mengusap rambut sang istri.


Asta hanya diam tak menjawab apapun, hingga Arga pergi meninggalkan kamarnya.


Asta memilih kembali berbaring di atas tempat tidur.


Tiba-tiba perutnya sedikit aneh, ia ingin mual dan muntah, ia merasa tidak enak badan. Asta langsung bergegas pergi ke kamar mandi dan membuka closet untuk memuntahkan segala apa yang ada di dalam perutnya. Setalah semua selesai ia merasa lemas, ia pikir sebelum ia pingsan ia akan kembali ke tempat tidur, baru sampai di ambang pintu. Matanya berkunang-kunang dan pandangannya berubah kuning, sedetik kemudian Asta pingsan di lantai dingin depan pintu kamar mandi.


❇❇❇❇


Sedikit lama, hingga seorang assistant rumah tangga datang menghampirinya dengan senampan sarapan pesanan Arga tadi, sebelum ia pergi ke kantor. Ia meminta para pekerjanya untuk mengirim makanan ke kamar Asta. Karena ia lihat wajah istrinya sangat pucat pagi ini.


Dena sang ART mengetuk pintu kamar majikannya, namun tak ada jawaban, sehingga ia memutuskan untuk masuk ke dalam, ia mengintip sedikit sebelum memutuskan untuk masuk.


Saat ia melihat majikannya tergeletak di lantai, ia kaget dan meletakan nampan yang berisi makanan itu di lantai, dan lebih meminta bala batuan untuk membopong tubuh Asta ke tempat tidur.


❇❇❇❇


Sementara itu di kantor, Arga masih sibuk dengan urusan pekerjaan yang membuatnya sedikit pusing, bagaimana tidak. Ada hal aneh di lapora keuangan di divisi yang Cherryl bawahi. Sehingga mau tak mau Arga harus menyelidikinya.


Ponselnya tiba-tiba berdering, tampak di dalam layar ponsel nama Adamson memanggil.


"Hallo," jawab Arga.


"Lapor, Mr. Nyonya Asta pingsan, hingga sekarang belum sadarkan diri," ucap Adamson dari balik ponselnya.


Arga menutup ponselnya, pikiranya kalut. Ia hanya memikirkan dan khawatir dengan keadaan sang istri. Kemudian ia bergegas pulang dan meminta Wisnu untuk memanggil Dokter Neon, ia adalah kepercayaan keluarga Arga.


Mobil Arga langsung tancap gas membelah jalanan pagi itu.


Perasaannya khawatir dan campur aduk. Namun ia berusaha tetap fokus dalam mengedarai mobilnya.


❇❇❇❇❇


Tak butuh waktu lama, Arga sampai di rumah, ia langsung berlari ke kamar, melihat keadaan sang istri. Rupanya sang Dokter sudah datang dan memeriksa Asta, sehingga membuat Arga sedikit bernapas lega.


"Bagaimana keadaan istriku, Dokter?"


"Selamat, Arga. Kamu akan menjadi seorang Ayah, istrimu mengandung lima minggu."


Pancaran aura terang telihat di wajah Arga, benar-benar tak bisa di tutup-tutupi rasa kebahagiaan itu.


"Namun ingat, trismester pertama adalah kerawanan untuk janin, kamu harus tetap menjaga stabilan emosi istrimu agar ia tidak stres.


"Baik, Dok. Terimakasih," sahut Arga penuh semangat.


.


.


.


.


.


Bersambung.


❇❇❇❇


bulan itu bukan bulan kita


karena bulan akan tenggelam


terkikis sang fajar pagi


yang mulai menyingsing


bintang itu bukan bintang kita


kerlipnya akan hilang


saat sang surya


berikan terangnya pada alam


tapi hari ini adalah hari kita


yang terus menghitung


saat ketidak berdayaan dalam kejauhan


memupuk asa yang terpadu rindu.


malam ini adalah malam kita


saat wajah tak bertatap muka


hanya suara dan ketikan jemari


membuat cinta terjalin


siang dan malam adalah waktu


saat hatimu dan hatiku dipacu


untuk terus menghitung detik ke menit


sebuah cita dan cinta yang dinanti.


oleh


Pheromone


Subang, 9 Juni 2020


❇❇❇❇❇❇


Hai temen-temen terimakasih atas like, komen serta vote yang kalian berikan.


Itu semua adalah semangat Novi dalam menulis kisah halu ini.


BTW Novi ada novel baru yang berjudul


Love is Blind. Kisah cinta beda usia dan penantian panjang seorang laki-laki kepada sang pujaan hati.


Yuk diintip-intip, siapa tahu suka.


Recomendasi Novel seru.


Legenda Sang Monster~ Adhy Artha.


Sebenarnya Cinta~ F. A Queen


Di Jodohkan~ Samar Jenny


Istri Pilihan Ibu~Septirani wulandari


Melawan Rasa Takut~Putri Gina


Rumah Boneka~ Jo Whylant


Pujaku Mayang~ Azis Beck


Api di Bumi Majapahit~Ricky Wicaksono.


Gumawo


Novi Wu