Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Godaan Arga




Arga menggendongku ke depan seolah aku seperti anak kecil yang sedang digendong oleh ayahnya, dan aku terbuai dengan Arga aku hanya bergeming tak melakukan perlawanan apapun ketika Arga melakukan apa yang ia mau.


"Aku merindukan mu, Asta," ucapnya lirih dengan masih berjalan menyusuri anak tangga menuju ke kamar atas.


"Dia tak mungkin menginginkan itu bukan? bukankah ini masih terlalu pagi," aku bertanya-tanya dalam hati.


Dengan lembut Arga membuka pintu kamar dengan satu tangan sementara tangan yang lainnya tetap menahan tubuh ku digendongannya.


Kali ini ia tak meletakkan ku dengan posisi tertidur, ia mendudukan ku dengan posisi kepala bersandar di kepala tempat tidur.


"Aku ingin mandi dulu, oke," ucapnya manatapku dengan tatapan penuh arti.


"Ha ... mandi?! memang dia mau apa sih?" hatiku bergolak bertanya dalam hatiku sendiri, namum sialnya aku tak mendapatkan jawaban apapun.


Arga menatapku dengan mata menyipit seolah menilai pandanganku atas dirinya.


"Jangan berpikir yang bukan-bukan, kamu lihat matahari sudah meninggi? tentu saja aku harus mandi," ucapnya dengan menyiratkan senyuman seolah ia geli dengan wajahku saat menatap wajahnya.


"Eh ... tentu saja, aku juga akan mandi setelah mu," aku benar-benar salah tingkah dibuatnya sehingga membuat kalimatku terbata-bata.


"Demi menghemat air, bagaimana kalau kita mandi bersama?." Benar-benar tawaran yang konyol yang membuat degub jantungku makin memburu dan seketika wajahku memerah.


"Kita bisa bermain-main di dalam sana," imbuh Arga dengan maksud menggodaku, ia benar-benar menikmati rayuannya padaku yang semakin membuat wajah ku merah karena tersipu.


"Tidak, aku tak mau mandi bersama mu," ucapku mengelak semua yang Arga lontarkan padaku.


"Apakah kamu yakin?" tanyanya sekali lagi.


Aku hanya mengangguk cepat, namun dengan gerakan kikuk sehingga membuat Arga semakin puas dengan melihat tingkahku.


"Baiklah nyonya Arga Dewantara, biarkan suami mandi terlebih dahulu, setelah itu kita bermain-main lagi, oke?!." Ia menunduk dan sedetik kemudian mendaratkan ciuman ke arah kening ku.


Setelah selesai, Arga tampak keluar kamar mandi mengenakan handuk berwarna merah gelap yang terpasang di atas pinggang hingga ke lutut, visual seksi begitu memikat membuat aku sekali lagi menelan ludah dalam-dalam.


"Apa yang kamu pikirkan nyonya Arga?" lagi-lagi ia mengeluarkan kalimat menggoda untuk ku.


Seketika aku menggelengkan kepala untuk mengembalikan kesadaran ku.


"Tidak ... tidak, aku akan mandi sekarang."


Arga tersenyum kecil menarik sebelah bibirnya serta mata mengikuki ku sampai aku menuju kamar mandi. Kemudian ia menghampiri kamar mandi dan berbisik nakal untuk menggodaku sekali lagi. "Cepatlah mandi sayang! aku sudah tak sabar menunggu."


Seketika itu pula aku benar-benar salah tingkah dibuatnya, aku telah menghadap ke arah kaca memandangi bayangan wajahku yang terus menerus memerah, sesekali aku menepuk-nepuk pipiku dengan lembut agar aku tetap sadar.


"Asta, kamu harus sadar dan waspada," aku menyemangati diriku sendiri. Dan sesaat kemudian ku benamkan tubuhku di dalam buthup yang sudah terisi air hangat dan sabun beraroma stowbbery.


❇❇❇❇❇❇❇


Aku membuka pintu kamar mandi dengan memakai kimono handuk berwarna ungu, kini tatapan ku tertuju kepada Arga yang masih saja belum mengenakan pakaian sampai setelah aku selesai mandi tadi.


"Apakah kamu tak merasa kedinginan Tuan Arga?" ucapku dengan nada mengejek kepada Arga.


Arga menatapku dengan tatapan penuh arti kemudian dengan secepat kilat ia berjalan ke arahku. "Aku menunggumu, istriku. Aku sungguh kecewa karena tadi kita tak dapat mandi bersama dan kini aku ingin mengenakan pakaian bersama dengan mu," goda Arga dengan senyuman begitu menggoda.


"Cukup!" aku berlari menuju walkin closet dengan kecepatan penuh agar Arga tak bisa menangkapku, namun usahaku benar-benar sia-sia, ia mampu merengkuh pinggangku dan mengangkatku dengan mudah.


"Biar aku yang memilihkan pakaian untuk mu," bisikinya ke arah daun telingaku.


"Ya Tuhan ... apa-apaan ini?!"