
Hari ini,aku akan mengunjungi Ayah ku,mengingat ini adalah akhir pekan,Aku dan Arga bersiap untuk segera meninggalkan kediaman Dewantara,setelah kami lewati malam ini sebagai malam terindah.
Arga menuruni anak tangga dengan tangan menggandeng tanganku,seolah ia benar-benar tak ingin melepaskan ku.
Ketika kami akan menuju ruang makan untuk sarapan,tiba-tiba Ibu Arga memanggil kami.
"Nak,kemari!":Perintah Ibu Arga.
spontan kami mengikuti perintah Ibu Arga,dan masuk ke dalam ruangan keluarga yang berdampingan dengan ruang tamu,Tangan Arga masih menggenggam tangan ku.
Setelah kami sampai,tiba-tiba aku melihat pemandangan menakjubkan,Gadis cantik nan elegant dengan wajah lembut dan rambut terurai panjang berdiri ke arah kami sambil tersenyum ramah.Bersamaan dengan itu Arga melepaskan genggamannya dan berlari ke arah gadis cantik itu.
"Cherryl,kapan kamu kembalu?":Arga memeluk gadis itu dengan erat seolah bagai sepasang kekasih yang sudah lama tak berjumpa.
"Cherryl,Wah cantik sekali,lebih cantik dan elegant dari pada Wina,apakah mata Arga buta saat itu?,sehingga memilih wanita mata duitan macam Wina":Gumam ku dan masih tertegun dengan wajah cantik yang sedang memeluk suami ku,aku melihat tatapan cinta untuk Arga di matanya.
Cherryl melepaskan pelukan Arga dan melihat ke arahku dengan sedikit bingung.
"Dia siapa?":Tanya Cherryl.
"Ini adalah Istri,Arga,menantu kami":Sahut Ibu mertuaku.
"Bukankah kamu baru bercerai?":Cherryl menatap mata Arga.
"Ya..tapi beberapa bulan ini,aku menikah kembali dengan Istriku,Asta":Ucap Arga sembari melambaikan tangannya ke arahku,sebagai tanda agar aku mendekat ke arahnya.
Aku berjalan ke arah Arga,kemudian Arga meraih pundakku dan merangkulku.
"Perkenalkan,Cherryl,Ini adalah Istriku,Astari Darita":Ucap Arga dengan menyebutkan nama lengkap ku.
"Kenapa Arga,menyebutkan nama lengkapku sih":Gumam ku dalam hati dan melirik ke arahnya.
"Ah..Asta,selamat atas pernikahan kalian":Ucap Cherryl dengan wajah tersenyum ramah,namun ada sedikit kejanggalan,aku seolah melihat tatapan penuh amarah dari matanya saat ia menatap Wajahku.
"Terimakasih":Aku meraih tangan Cherryl yang mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan ku.
"Sudah,temu kangen nya?.Mari kita sarapan,Asta pasti lapar,Iya kan Nak?":Ucap mama mertuaku.
Cherryl Aldora adalah wanita kaya yang juga lulusan universitas terkemuka di negara Ratu Elishabeth,dan sempat tinggal disana untuk mengelola sebuah butik terkenal milik Ibunya disana.Namun entah kenapa ia memutuskan untuk kembali ke Negara ini,seolah ia sedang melaksanakan misi penting untuk menentukan tujuan hidupnya.
Cherryl duduk di sebelah kanan Arga,sedangkan aku memilih duduk di depan Arga,karena aku tak ingin mengganggu pertemuan dua sahabat yang sudah lama tak bertemu,namun sejujurnya aku sedikit risih dengan cara Cherryl memperlakukan Arga,seolah ia berharap lebih tentang hubungan pertemanan mereka.Aku melihat mereka saling menyuapi satu sama lain,tanpa memperdulikan statusku sebagai Nyonya Diarga Dewantara.
"Aku pikir dia lebih elegant dari pada Wina,ternyata sama saja":Pikirku.
Ibu mertuaku yang duduk di sampingku menggenggam tangan ku dan berbisik."Kamu tenang saja,mereka sudah seperti kakak dan adik,jadi kamu tak perlu cemburu ,oke".
Aku memandang wajah Ibu mertua ku yang selalu tersenyum ramah padaku,seolah ia benar-benar mengatakan, tak ada yang perlu di khawatirkan tentang hubungan mereka,namun entah kenapa,aku merasa Cherryl sedang memiliki tujuan lain.
Aku terus menatap ke arah Arga,agar ia sadar aku memperhatikan kelakuannya sejak tadi.Arga menatap ke arahku kemudian salah tingkah.
"Kamu disini sampai kapan Cher?":Ucap Arga mengalihkan ku.
"Aku berencana akan menetap disini,dan bekerja disini,bisakah mau mencarikan ku pekerjaan di kantor kolega mu?":Kata Cherryl tanpa basa basi.
"Untuk apa kamu mencari kerja,kamu bekerja saja di kantor Arga":Titah Ayah mertuaku yang masih menyantap makanan di depannya.
"Tapi,apakah Cherryl bisa bekerja di perusahaan kosmetik?":Tanya Ibu mertuaku.
"Arga bisa mengajariku,iya kan Ga?":Ucap Cherryl kali ini ia menggelendotkan tubuhnya ke arah lengan Arga,seperti cacing kepanasan.
Aku memilih diam,karena aku menyadari ini bukan wewenangku,karena aku hanya menantu dirumah ini,walaupun aku mengatakan tak setuju,tak akan ada yang mendengar pendapat ku.
Arga menatap wajahku,ia sadar dengan perubahan wajahku yang pagi ini terlihat cerah dan bahagia,namun tiba-tiba berubah mendung seperti awan pagi ini.
"Sayang,habiskan makanan mu,segera kita akan pergi ke rumah Ayah":Kata Arga.
"Aku sedikit lelah,lagipula cuaca sepertinya tak mendukung untuk kita pergi jauh hari ini":Ucapku datar.
"Lalu?":Tanya Arga.
"Aku akan tidur kembali":Sahutku.
🖤🖤🖤🖤
Jangan lupa like & Komen
Vote?Boleh juga tuh..😍
Bintang 5?Asikkkkk.....
Thx u 🤗