Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#S2 Jalan yang Salah



Boss Come here Please! 119


Suasana hening seketika, yang ada di dalam lift hanya mereka bertiga. Waktu seolah berhenti detak jam seolah sengaja tidak berjalan ketika Frea merasakan hawa panas karena hatinya dirundung cemburu.


"Kakak, mau ikut pulang bersama kami?" tanya Frea dengan nada merendahkan.


Frea menarik napas dalam lalu menghembuskan secara kasar, ia berbalik badan menatap dua pasang sejoli tersebut. "Aku bisa pulang sendiri dan aku bawa mobil sendiri!"


Yufen terkekeh mendengar ucapan Frea. "Oia, aku lupa jika kakak adalah anak kesayangan ayah. Tentu pasti sudah mendapat mobil dari ayah."


Frea menggenggam tangannya sendiri, ingin rasanya ia menampar Yufen. "Baiklah, aku akan kembalikan mobil itu. Agar kamu puas!"


"Ha-ha-ha ... Aku tidak memintamu untuk mengembalikan mobil itu, aku hanya bertanya."


"Sudah cukup, Yufen! Tidak baik bertengkar dengan kakakmu di sini. Ini rumah sakit!" sahut Zico yang sudah tidak tahan mendengar ucapan Yufen.


Pintu lift pun terbuka Frea keluar dari tempat itu lalu berkata, "Dengarkan laki-laki yang kamu miliki itu!" Lalu Frea berjalan menjauh dari mereka berdua menuju mobil.


Sementara Yufen tampak kesal karena mendengar Zico membela Frea.


"Kamu membela Frea? Sebenarnya kamu tunangan siapa, sih?! Kamu masih suka dengan perempuan itu?" dengus Yufen kesal.


"Kamu ini dokter dan dia juga dokter. Terlebih lagi kalian anak pemilik rumah sakit ini, tidak etis rasanya jika kalian bertengkar di sini," sanggah Zico, lalu ia berjalan keluar meninggalkan Yufen.


"Sayang ... tunggu!"


Zico bergeming tidak mendengarkan teriakan Yufen, matanya tertuju pada Frea yang berjalan menjauh darinya. Ingin rasanya ia memeluk Frea dari belakang tapi apa daya. Yufen masih saja mengikuti langkahnya.


Frea masuk ke dalam mobil lalu bergegas pulang ke rumah.


❇️❇️❇️❇️


Sesampainya di rumah, para bodyguard telah berjejer rapi. Dengan stelan serba hitam mereka tampak berdiri tegap dengan menggunakan kaca mata hitam. Salah satu dari mereka telah membukakan pintu mobil Frea.


"Silakan nona muda," ucapnya dengan badan sedikit membungkuk.


"Terimakasih," jawab Frea singkat lalu ia berjalan masuk menuju ruang keluarga.


Mereka pasti sedang menunggu kedatangan dirinya. Karena akan membicarakan hal paling serius.


Frea masuk dan berdiri di ambang pintu, Mata Sammy langsung menyambar tubuh Frea yang tengah berhenti sejenak, tatapannya berubah menjadi sumringah seolah ia sudah lama menanti kekasih hati yang sudah lama tidak ia temui.


"Frea!" Sammy berjalan menjemput Frea lalu menggandengnya. "Pagi tadi aku belum sempat berbicara banyak denganmu."


Mereka duduk berjejer, semua mata tertuju kepada Frea yang baru saja datang.


"Frea sudah dewasa dan semakin cantik saja, ditambah sekatang telah menjadi dokter," ucap ibu Sammy dengan senyuman ramahnya.


"Ya ... Pasti harus berhasil karena kami sudah menghabiskan banyak uang untuk pendidikannya di luar negeri," sambar Ibu tiri Frea dengan nada merendahkan.


"Iya benar juga, 'ya? Frea memang calon menantu idaman," sahut ayah Sammy menatap Frea dengan pandangan bangga.


Tiba-tiba Zico dan Yufen telah kembali dan bergabung dengan keluarga besar Sammy dan Frea.


Zico tampak terus menatap wajah Frea dalam-dalam seolah ia tak ikhlas melihat Frea dan Sammy bersanding.


"Lalu kapan pertunangan ini akan dilaksanakan?" tanya Ayah Sammy kepada tuan Arav ayah Frea.


"Terserah Frea dan Sammy saja, Tuan Richard. Kita sebagai orang tua hanya memfasilitasi mereka." Tuan Arav menjawab pertanyaan calon besannya dengan nada santai namun tetap berwibawa.


"Mau kapan, Nak?" Ibu Sammy yang duduk di samping Frea.


Frea menatap ke sekeliling dan pandangannya berhenti kepada Zico yang sejak tadi terus mengawasinya dengan serius. Zico menggelengkan kepala lembut ketika Frea menatapnya. Seolah ia ingin agar Frea menolak pertunangan itu.


Namun, Frea tetap pada pendiriannya, dengan masih melihat wajah Zico ia berkata, "Sabtu ini. Aku siap bertunangan dengan Sammy."


Semua keluarga tampak bersuka cita Sammy pun terlihat bahagia dengan jawaban Frea. Namun ada hati yang terluka di sini. Zico merasa benar-benar marah mendengar ucapan Frea tadi. Tangannya tampak mengepal karena menahan amarah.


"Oia ... Ayah. Aku kembalikan mobil yang Ayah berikan untukku." Frea berkata sambil melirik ke arah Yufen dan bibinya.


"Kenapa, Nak?" Tuan Arav terkejut mendengar perkataan putrinya itu.


"Calon menantuku memang hebat!" sahut Tuan Richard, bangga.


Ayah Frea tampak bersedih mendengar keputusan Frea. "Adikmu dan Ibumu juga memakai mobil yang Ayah berikan."


"Frea sudah putuskan untuk tidak menerima apapun dari Ayah. Selain jabatan yang Ayah percayakan untuk Frea."


"Baiklah jika itu keputusanmu, anakku," jawab Tuan Arav, pasrah.


******


Frea pulang dengan Sammy yang mengantarkannya.


"Besok aku jemput, ketika kamu akan berangkat kerja," ujar Sammy.


"Tidak perlu repot-repot, aku bisa naik taksi."


"Ayolah Frea. Aku ini calon suamimu."


Frea mengangguk dan melambaikan tangan kepada Sammy dan masuk ke dalam gedung apartemennya.


Ketika mobil Sammy telah menghilang, tiba-tiba seseorang menarik Frea, lalu membungkam mulutnya, agar gadis itu tidak berteriak.


"Zico." Frea berucap tetapi kata-katanya tidak jelas karena mulutnya telah terbungkam.


"Aku datang. Jangan berteriak!"


Frea mengangguk tanda setuju. Kemudian tangan Zico membuka bekapannya.


"Kamu kenapa?" Frea menatap Zico dengan tatapan serius.


Zico menggandeng tangan Frea menuju lift dan naik ke lantai atas menuju unit apartment Frea.


Selama perjalanan Zico mencengkeram kuat tangan Frea tanpa sepatah kata pun, membuat Frea sedikit tidak nyaman.


Frea membuka pintu dan masuk di ikuti Zico yang juga masuk ke dalam.


Zico mencoba mencium Frea dan mendorongnya ke sofa, Frea mencoba berontak dan melepaskan diri dari Zico.


"Kamu mau apa?!" Frea berseru untuk menghentikan perbuatan Zico. Namun seolah setan telah merasuki Zico ia bergeming dan mencoba memaksa mencium bibir dan leher Frea dengan paksa.


"Lepaskan!" Frea berteriak dan mendorong Zico dengan kuat, namun ia kalah tenaga dengan Zico yang masih mencoba melancarkan aksinya.


"Zico! Lepaskan!"


"Jika aku tidak bisa memilikimu dengan cara baik dan benar, makan cara salahlah yang akan aku tempuh!" dengus Zico mencoba membuka blezer yang Frea kenakan


"Lepaskan! Apa maksudmu!"


"Aku akan memperk*sa kamu, jika itu akan membuat kamu hamil dan menikah denganku!"


"Kamu sudah gila, Zico! Lepaskan!"





Besambung


Omaigot Zico!!!!!


Hee-hee-heee


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Jangan lupa like, komen dan Vote dulu dong....


😁😁😁😁😁