
Akhirnya aku sampai di kota di mana aku di besarkan.Rindu sekali dengan kota ini,jika ku ingat aku pulang kemari beberapa hari sebelum aku menikah dengan Arga.
Sesampainya di depan rumah Ayah ku,aku masih melihat bahwa Ayahku masih sibuk dengan kedai Nya yang tampaknya masih ramai,kuberanikan diri untuk masuk,sesaat ketika aku masuk tiba-tiba aku di sambut dengan salah satu laki-laki yang mungkin adalah karyawan Ayah ku.
"Silahkan duduk Nona,Anda mau pesan apa?":Ucap laki-laki itu.
"Maaf,saya adalah anak pemilik kedai ini":Ungkapku tanpa basa-basi.
Laki-laki itu sedikit kaget,mendengar kata-kataku dan serta merta membelalakkan matanya lebar-lebar.
"Kamu Asta?":Tanya laki-laki itu penuh rasa ingin tau dengan jari telunjuk mengarah padaku.
Belum sempat aku menjawab pertanyaan Laki-laki muda ini,tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak ku:"Hai Nak!".
Spontan aku menengok ke arah sumber suara:"Ayah!":aku memeluk ayahku dengan erat karena saking rindunya.
"Kamu datang sendiri lagi?,apakah suami mu sibuk?":Ucap Ayahku melepaskan pelukannya.
Aku mengangguk lemah,menutupi kejadian pagi ini.Aku dan Ayah masuk ke dalam rumah yang ada di lantai dua,di ikuti Pria muda tadi.
Aku duduk di sofa depan televisi di ikuti ayahku yang juga duduk di sebelahku,sementara laki-laki muda tadi tetap berdiri di belakang Ayahku,Aku memandang wajahnya kemudian aku memandang wajah Ayahku:"Ayah,dia siapa?".
"Dia,Anak ayah,adik tirimu Zico":Ungkap Ayahku.Aku bingung dengan ucapan Ayahku,tentang adik tiri ku ini.
"Adik tiri?":Aku memastikan ucapan Ayahku.
"Iya,maaf ayah menikah tanpa memberi tahu mu,Ayah takut jika kamu tak bisa terima jika Ayah menikah kembali":Kata-kata Lemah ayah ku seolah menyiratkan keputus asaan dan ketakutan jika aku tak dapat menerima kenyataan tentang pernikahan Ayahku.
Aku tarik nafas dalam-dalam,mengatur kata-kata untuk menjawab perkataan Ayahku,kemudian aku menggenggam telapak tangan Ayah ku":Ayah,tidak mengapa jika Ayah menikah kembali,Asta tak mempermasalahkan nya,hanya saja Asta sedikit marah karena Ayah menyembunyikan berita gembira ini dari,Asta".
"Apakah kamu tak akan marah dengan Ayah mu ini nak?":Tanya Ayahku dengan suara lirih.
"Tentu tidak,saat ini Asta tidak bisa lagi menjaga Ayah,Tentu Ayah butuh pendamping untuk hidup":Ucapku memeluk Ayahku sekali lagi.
Ayahku terlihat menghela nafas karena lega.
"Zico,bisakah kamu mengambilkan minum untuk kakak mu!":Perintah Ayah ku.
"Tentu Ayah":Jawab Zico.lalu berlalu meninggalkan kami.
"Berapa umur adik ku,Yah?.Sepertinya ia masih sangat muda":Ucapku.
"Dia 18 tahun,sebentar lagi akan lulus sekolah menengah Atas":Kata Ayahku.
"Ah....2 tahun lebih muda dariku,lalu di mana Ibuku?":Aku penasaran dan menengok ke kanan dan ke kiri.
"Ibu kamu,dia sedang belanja kebutuhan kedai di pasar".
"O...begitu".
"Lebih baik kamu istirahat saja di kamarmu,pasti kamu lelah setelah perjalanan jauh":Perintah Ayah.
Ayah ku pergi kebawah untuk mengurus kedai kembali,karena kebetulan kedai kami tak pernah sepi semenjak Ayahku membukanya kembali.
Tiba-tiba Seorang Pria muda menghampiri ku,dengan membawa cangkir berisi air,Ia tampak memasang muka dingin tanpa belas kasih.
Aku terus memandangnya,dengan wajah datar ketika ia menyodorkan cangkir padaku tanpa satu kata pun,kemudian bergegas pergi
"Hei...Apakah kamu ada masalah padaku?":Aku sedikit tergelitik dengan sikap adik tiriku itu.
Ia berbalik badan dan menatap ku dengan tatapan sedingin es":Sayang sekali,wanita secantik kamu harus menjadi kakakku,seharusnya kamu bisa menjadi kekasih ku":Ucapnya.
Aku tak mampu berkata apapun,serasa ingin memukul kepalanya karena sedikit kurang ajar padaku.Lali ia pergi kebawah meninggalkan ku sendiri.
"Padahal tadi ketika dia menyapaku di bawah,dia terlihat normal,lalu kenapa dia jadi berubah setelah tau aku adalah kakak tirinya,mungkin dia memiliki gangguan jiwa":Aku berkata dalam hati karena kebingungan.
Zico Adik tiri ku 😁
💗💗💗
Setelah benerapa lama aku tertidur,aku mulai membuka mata,ketika dadaku sedikit sesak karena sebuah tangan menindih dadaku,Aku terperanjat kaget,spontan melirik ke samping tempat tidur.
"Arga!,kapan kamu datang!"Aku berseru karena kaget.
Arga tampak membuka mata pelan-pelan lalu mengucek matanya sendiri":Dari tadi,aku lumayan lama tertidur di samping mu,kamu tidur seperti orang mati,aku tak tega membangunkan mu".
"Siapa yang memberi tahu mu jika aku kemari?":Aku berdengus karena kesal.
"Hans,sopir yang mengantarmu tadi,ketika kamu tiba di stasiun,Hans langsung menelepon ku,jika kamu akan berkunjung kemari".
"Ah...begitu ya":Kata ku datar,mulai mengingat kejadian Cherryl.
Arga mencubit pipiku:"Bisa-bisanya kamu meninggalkan suami mu!":Ucap Arga.
"Aw..sakit"..
Arga mencium bibirku dengan lembut":Aku rindu padamu".
"Jangan bilang kamu mau lagi!":Aku sedikit jengkel jika Arga menginginkan itu lagi.
💝💝💝💝
Jangan lupa Like&komen
Vote dan Rate biar makin semangat..
🤗🤗😘😘 Thx U