
13 januari 2020
Adalah hari terpenting dalam hidupku,hari ini pula aku harus menyerahkan hidup ku pada pria dingin tak berperasaan.
Aku masih memandangi parasku di depan cermin,bayangan yang memantul memang tak akan pernah berbohong,bagaimana tidak hari ini aku akan menjadi nyonya Arga Dewantara,namun hatiku tak pernah merasa tenang menyandang status itu.
"Apakah kamu siap Asta?".Sapaan Ayahku membuyarkan lamunan ku.
"Sejak kapan Ayah berdiri disitu?"Tanyaku
"Baru saja,ketika kamu asyik memandangi bayangan mu di depan cermin".
Aku tersenyum,"Ah..Ayah".
Aku menghampiri Ayah,dan merangkul lengan Ayah ku,kami bersiap berjalan menuju Altar pernikahan bernuansa garden party malam itu.Tampak dari kejauhan aku lihat Arga menungguku,kupandangi semua tamu tampak bersuka cita menyambutku seolah mereka mampu merasakan aura kebahagiaan ku,meskipun nyatanya tak ada kebahagiaan dalam diriku.
Arga meraih tanganku,kusambut tangannya,kami saling bergandengan tangan mengucap janji pernikahan.
Setelah selesai upacara pernikahan kami,Kembang Api nan indah juga turut andil dalam upacara pernikahan kami.
"Bisakah kamu berakting bahagia,Nyonya Arga dewantara?".Arga berbisik ke arahku.Aku tak menggubris kata-katanya.
"Ingat,hidupmu dimulai dari sekarang,selamat datang di penderitaan tanpa akhir"Imbuhnya lagi..
"Baj*ngan kamu!"Bisik ku.
"Semua salahmu,sampai aku harus menikahi gadis sepertimu!".Arga tersenyum penuh kemenangan.
"Lihat saja,apa yang bisa kamu lakukan!".Kataku.
Wina yang dari tadi memandangi kami,tampak begitu marah namun kali ini benar-benar ia tak berdaya.
"Lihatkah mantan istrimu disana!"tatapanku menuju ke arah wina yang masih saja menatap kami.
"Kenapa dengannya!".
"Dia seolah ingin menerkam ku,ia tak terima jika kamu menjadi milik ku"Kataku.
"Tutup mulutmu,kamu pikir pernikahan ini mampu membuatku tunduk padamu?bahkan pernikahan ini bukan apa-apa untuk ku.Wina tetap akan menjadi wanita yang aku cintai"Kata Arga
"Persetan dengan kalian".umpatku.
⚜⚜⚜⚜
Setelah selesai kami kembali ke Apartement kami,di ikuti Ayah dan Ibu Arga.
"Akhirnya kalian menjadi sepasang suami istri"Ibu Arga nampak bahagia.
"Arga,kamu harus baik-baik dengan Istrimu,jangan terlalu sibuk dengan urusan kantor".Timpal Ayah Arga.
"Jangan temui Wina lagi!"Seru Ibu Arga.
"Ayah dan ibu ngomong apa sih?Arga tidak akan berbuat seperti itu".
Aku benar-benar muak melihat akting Arga kali ini.
"Asta,kamar mu di atas,ibu sudah mendekor ulang kamar Arga".Ucap Ibu Arga.
"Trimakasih Bu?".Sahutku.
"Kalian bisa istirahat,kami akan pulang".Kata Ibu Arga.
Tak Lama setelah Ayah dan Ibu Arga pergi,Aku naik ketangga atas menuju kamar yang biasanya selalu aku bersihkan,kubuka pintu kamar itu,dinding yang semula berwarna monocrom,berubah menjadi hijau pastel warna kesukaanku.
'Wah..cantik sekali,semua berubah,'Batinku.
"Apakah kamu menyukainya Nyonya?"Aku di kagetkan dengan suara yang tiba-tiba muncul di belakangku.
Aku menoleh ke arah sumber suara itu,Arga sudah berdiri di depan pintu.
"Mau apa kamu!".Hardikku.
"Tentu saja untuk tidur dengan istriku".
Dengan sigap Arga menerkam bahuku dengan kuat,aku meringis kesakitan.
"Lepaskan aku"Seruku.
"Kamu pikir aku suka kamu,atau kamu pikir aku mau bercinta denganmu?,jangan mimpi kamu!,bahkan melihat wajahmu saja sudah membuatku jijik!"kata-kata singkat namun mampu menusuk jantungku.
"Apakah sekali saja kamu tidak pernah menyukaiku?".
"Sedetik pun,kamu yang membuatku semakin jauh dengan Wina!".
"Aku tak pernah membuat mu jauh dengan Wina,kamu yang mau aku pura-pura menjadi pacarmu!".
"Tutup mulut busukmu,Wanita!"Cengkeraman itu semakin kuat.
"Aw..."Kataku Lirih..
"Sakit!!!!"Seru Arga,lalu menghempaskan tubuhku begitu saja di tempat tidur.
Ia berjalan menjauh dariku.
"Mau kemana kamu!"Seruku.
"Lebih baik aku tidur di hotel,dari pada harus tidur sekamar denganmu!".
Ia benar-benar pergi,di malam pernikahan kami,meninggalkan ku sendiri.
Aku tak pernah tau apa salahku,hingga Arga sangat membenciku,padahal aku tidak pernah benar-benar membencinya.
⚛⚛⚛
Matahari sudah meninggi,sinarnya yang muncul di sela-sela gorden menyilaukan mataku,kubuka mataku pelan.Tanganku meraba-raba kebagian sebelah tempat tidur,aku menyentuh sesuatu,aku menoleh ke arah itu.
"Arga,sejak kapan ia tidur di sampingku?".Batinku.Kupandangi wajah tampannya saat tidur,Laki-laki sombong ini sudah menikahiku,ku sentuh pipinya dengan lembut.Aku janji,aku akan merebut hatimu dari Wina.
Ku cium keningnya pelan-pelan takut jika dia bangun dan berbuat kasar lagi padaku,Aku akan membuka hatiku untuknya,prinsipku menikah hanya untuk sekali seumur hidup.
Aku turun menuju dapur untuk membuat sarapan.
"Akhirnya selesai juga".batinku.
Arga mulai turun menuju meja makan,dan memakan sarapan yang ku buat,tanpa berkata apapun.
"Setan apa yang merasukinya pagi ini,kenapa ia mau menyentuh makanan yang aku buat".Gumamku.
"Kamu mau aku baik-baik padamu?,menurutlah padaku,siap-siap,karena Ayah dan Ibuku akan pergi ke luar negeri,untuk tour keliling dunianya".Kali ini ia tidak sekasar biasanya.
Aku tak bergeming dan memilih pergi menuju kamar,untuk bersiap-siap.
"Bagaimana bisa ia tidur di ranjangku,sedangkan ku lihat ia pergi keluar semalam"Batinku,pikiranku campur aduk,Orang macam apa Arga itu,apakah ia mengidap penyakit Bipolar?".
Tak lama ia juga masuk ke dalam kamar,melihat ku yang sedang duduk di meja rias,kemudian ia mulai menghampiriku.Aku berdiri,ber siap jika ia menyerangku lagi.
"Kenapa kamu?".Tanyaku sedikit takut,namun dia lagi-lagi diam."Kamu mabuk ya!"Imbuhku lagi.Tubuhnya semakin dekat dengan ku,kemudian ia meraih daguku dan,
"Muah"ia mengecup bibirku.
Bak di sambar petir,aku mendorongnya kuat-kuat.
"Apa yang kamu lakukan!,kamu punya penyakit jiwa?".Aku berteriak.
"Apa yang salah ha!".Ia mulai emosi lagi dan lagi."Bukankah tadi kau juga mencium keningku?".imbuhnya lagi.
"Dia sudah bangun tadi,dia tau aku menciumnya,bagaimana ini".Gumamku.mataku terbelalak karena kaget.
"Jika ia menyadari tindakanku tadi,kenapa ia tak menghentikanku,ada apa dengannya sebenarnya".Gumamku..
⤵⤵⤵⤵
Jangan lupa like setelah baca..
terimakasih..