Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Astari darita



Kususuri jalanan kampung ku,tampak riuh dedaunan nan hijau yang jarang ku temui di ibu kota seolah menyambut kedatanganku.Kuhirup udara kuat-kuat, "Ah..segarnya".Gumamku.


Sesampai di depan rumahku,tampak Ayahku membuka kedai mie dan di temani beberapa orang yang sepertinya karyawan Ayahku.


"Ayah,"Aku berdiri mematung,menyaksikan Ayahku yang nampak sibuk hari itu.


Ayahku menoleh kearah suaraku,matanya terbelalak seolah terkejut dengan kedatanganku.


"Asta,kenapa tidak telepon dulu jika ingin pulang,kan ayah bisa menjemputmu?"Ayahku menghampiriku di ikuti pelukan hangat yang sudah lama aku rindukan,bahkan aroma tubuh ayah ku sangat berarti untuku,bagaimana aku bisa hidup tanpa ayahku.Sejak Ibuku meninggal,sosok Ayah lah yang selalu menguatkan ku.


"Asta tidak mau merepotkan Ayah"ujarku,memasuki pintu kedai mie yang merangkap sebagai rumah,ku lihat banyak yang berubah disini,dekorasinya pun tampak berbeda,aku sedikit heran dari mana Ayahku mendapatkan uang untuk memulai ini semua.


"Ayah,dari mana Ayah mendapatkan ini semua,bahkan Asta belum mengirimkan Ayah uang sepeser pun".


Ayahku tampak semangat bercerita tentang asal usul uang yang ia dapat beberapa hari yang lalu.


"Utusan mertuamu yang memberikan ini semua,dan melunasi hutang-hutang kita".


Bak tersambar petir,aku kaget setengah ketika ayahku menjelaskan ini semua.


"Mmmerrrttuaaaa???"Aku terbata-bata mengucapkan kata mertua yang sebenarnya menjadi kata yang tak ingin kudengar saat ini.


"Iya..."Sahut Ayahku..


Aku sempoyongan dan pingsan,setelah itu aku tak ingat apapun.


****


Beberapa jam kemudian.


Aku membuka mata,saat ini aku berada di ruangan yang tak asing untukku,kamarku.


Aku menoleh ke arah jam dinding yang terpasang di sudut kanan kamarku.


"Ah...jam 4 "Gumamku,kemudian aku menoleh ke arah kiri ku,aku di kejutkan dengan sosok laki-laki yang tak asing dengan stelan jas hitam rapi.


"Astaga!"Seruku.


Ia hanya menatapku dengan wajah dingin dan mata sinis,seperti seekor jaguar yang mengintai mangsanya.


Ku kucek mataku,memastikan jika mungkin bukan dia.


"Kenapa kamu kabur?"Kata Arga yang dari tadi duduk memandangiku yang sedang pingsan.


"Aakuuu..tidak mencoba kabur,aku hanya rindu dengan ayahku"sahutku.


Dia lagi-lagi mencengkeram kuat-kuat lenganku.perlakuan kasar yang membuatku muak.


"Jangan macam-macam denganku,"wajah dan mata bak lakon antagonis,aku sangat membenci wajah itu.


"Lepaskan aku".Kataku dengan nada lirih,karena takut Ayahku akan mendengarnya.


"Kamu hari ini pulang ke ibu kota"Perintahnya.


"Ini rumahku,dan aku tidak akan pernah pergi kemana-mana".


Matanya semakin melotot,kali ini wajahnya benar-benar membuat ku takut.


"Kamu pikir,aku tak bisa membuat Ayahmu hancur !".dia mencoba mengancamku.


"Jangan coba-coba sentuh ayahku!".


"Maka dari itu,ikut aku sekarang!".


Aku berpikir sejenak,lidahku kelu tak mampu berbicara tidak setelah mendengar ancamannya tadi.


"Aku pasrah,kamu boleh melakukan apapun padaku,tapi tidak untuk ayahku,kamu bebas menghancurkan hidupku,yang untuk mu hidupku ini tak berharga".


"Tutup mulut mu!"Iya berdengus ke arahku.


"Ku tunggu 15 menit lagi,kamu harus keluar".Imbuhnya lagi.


Aku mengangguk pasrah,kemudian ia pergi keluar.


15 menit kemudian,aku benar-benar keluar dengan perasaan berkecamuk di dadaku.


Kulihat Arga duduk di temani Ayah ku,mereka seperti berbincang dengan serius,tak terlihat wajah dingin Arga ketika berhadapan dengan Ayahku,seolah ia memiliki kepribadian ganda.


"Asta,kamu sudah siap untuk pulang?,Baik-baiklah disana,menurut dengan calon suamimu,Ayah akan datang ke pernikahanmu".Kata Ayahku,Ayahku pikir aku dalam keadaan baik-baik saja,bahkan mungkin Ayahku mengira jika Aku dan Arga adalah pasangan yang saling mencintai,nyatanya saat aku meng iya kan tawaran menikah dengannya,aku sedang menggali kuburku sendiri.


Arga meraih tanganku yang berkeringat karena gugub,ia menggandeng menuntun ku ke keluar rumah,nampak sekertaris Wisnu menunggu kami di luar,dan membawakan tasku memasukan ke bagasi mobil.


"Ayah,Arga pamit dulu,Ayah tidak perlu khawatir,saya berjanji akan menjaga Asta baik-baik".Kata Arga tersenyum ramah.


Aku mengerutkan dahiku,seraya mengakui jika Arga adalah aktor pemenang piala oscar yang lihai dalam ber akting.


"Ayah,Asta kembali ke ibu kota,sebenarnya Asta masih rindu pada ayah,"kupeluk ayahku dengan erat,seolah aku benar-benar tak ingin melepaskannya.


Sore itu aku kembali ke Ibu kota,Entah berapa lama lagi penderitaan yang akan aku lalui disana.pikiranku berputar-putar,asalkan ayahku baik-baik saja,semua juga akan baik-baik saja.


Ketika di dalam mobil,Lagi-lagi Arga selalu meng intimidasi ku tanpa ampun,seolah ia juga tak mengijin kan ku bernafas ketika kami sedang bersama.


"Jika kamu berani kabur lagi,ingatlah mulai hari ini,aku pastikan sekali langkah,kakimu akan aku patahkan".


Aku merinding ketakutan mendengar kata-kata itu,dia bisa berubah-ubah sifatnya sesuai kebutuhan,kadang hangat,kadang dingin bahkan bisa menjadi mesin pembunuh jika dibutuhkan.


Aku membuang muka kearah jendela,lebih baik aku melihat pemandangan di luar,dari pada aku memandang laki-laki psikopat seperti dia.


Tanpa sadar aku mulai tertidur pulas,mungkin karena saking lamanya perjalanan kami sampai ke ibu kota,sehingga membuatku lelah dan mengantuk.


***


Sesampainya di Ibu kota,Aku terkejut ketika aku terbangun dengan kepalaku di atas pangkuan Arga,sontak aku terbangun dan merapikan rambutku yang sedikit awut-awutan.Arga masih saja menatapku dengan tatapan sinis.


"Bagaimana bisa aku terbangun di pangkuanya,sedangkan ku ingat aku tertidur dengan keadaan kepalaku menempel di kaca mobil."Gumamku.


Kembali lagi ke apartemen ini membuatku merasa ingin berlari kencang menjauh sejauh-jauhnya,aku tau jika aku memasukinya,aku tak akan bisa keluar kembali.


Setelah kami membuka pintu dan masuk ke dalam,kami di sambut dengan kedatangan Ayah dan Ibu Arga.


"Sayang,kamu kemana saja sih,Ibu kangen sekali padamu".Ibu Arga mengguncang-guncangkan badanku dengan lembut,sementara Ayah Arga melemparkan senyuman hangat padaku.


"Kenapa sifat Ibu dan Anak nampak berbeda,Ayah dan Ibunya begitu baik,sedangkan anaknya berbanding terbalik,aku yakin ini bukanlah didikan dari orang tuanya."Kataku dalam hati.


"Besok kita cari gaun pernikahan,ya.Sekarang kamu istirahat dulu.Besok ibu menjemput mu jam 10 pagi,oke"Kata ibu Arga melingkarkan Jempol dan telunjuknya.


"Oke"Sahutku...