
Ayah sepakat dengan laki-laki itu untuk tetap membiarkan ku berada di dalam rengkuhannya dan agar dapat membantuku dalam mengingat sebagian ingatan ku yang hilang.
"Lalu bagaimana,jika Asta menolak untuk tinggal bersama mu,Asta bahkan lupa jika kamu adalah suaminya".kata ayahku.
"Asta sangat mempercayai ayah,Arga mohon ayah bisa membujuk Asta agar mau kembali kepada Arga meskipun ia melupakan Arga."Desak Arga.
"Baiklah".Sahut ayahku.
Mereka masuk dengan raut wajah yang nampak serius.Ayahku menggenggam tanganku kulihat wajah laki-laki itu tampak khawatir dan berantakan karena frustasi.
"Asta,ini adalah Arga,suami mu".Ucap ayahku menjelaskan secara perlahan.
Aku mengerutkan dahi memandang wajah sayu laki-laki bernama Arga ini,kemudian aku melemparkan wajah penuh keheranan kepada ayahku.
"Apakah ayah tak menyayangiku lagi,sehingga ayah menyerahkan ku kepada laki-laki yang tak ku kenal?".Aku meracau karena bingung,otak ku kacau,badanku sakit,tapi mengapa kalimat ayahku semakin membuat hatiku semakin sakit.
"kamu memiliki foto pernikahan kita di ponsel mu".Ujar laki-laki bernama Arga itu.
Aku melirik ponsel bercasing biru muda yang terletak di meja samping tempat tidurku.
"Itu bukan ponselku,mana mungkin aku memiliki ponsel mahal seperti itu".Aku tak patah arang mengelak laki-laki itu.
Arga meraih ponsel itu dan memperlihatkan galeri foto di ponsel itu,semua terlihat foto dimana kita menikah semua ada disana,juga ada beberapa foto laki-laki itu ketika ku ambil diam-diam karena mungkin dulu aku sangat mencintainya.
Tapi entah mengapa sekarang aku tak merasakan hal yang sama?.
"Apakah kau percaya,Asta?".Ucap laki-laki bernama Arga dengan mematap wajahku lebih dalam.
Aku terdiam sejenak,mengatur kalimat.Seisi ruangan tampak menunggu jawabanku hingga tuntas.
"Aku masih belum habis fikir,mengapa aku harus berakhir dalam pernikahan bersama dengan mu.Tapi aku tak tau ketika aku melihat wajahmu ada rasa tercabik di dalam hatiku,entah apa itu,padahal aku sama sekali tak mengenalmu".Kataku lirih.
Laki-laki bernama Arga itu meraih tanganku dengan kasar dan mengenggamnya begitu erat."Asta,tatap mataku.Kamu sangat mencintaiku".desaknya.
Aku mengibaskan tangannya seraya berseru."Lepaskan tanganku,aku tidak bisa hidup denganmu".
Arga mengacak-acak rambutnya sendiri saking frustasi dengan perlakuanku padanya.Nafasnya memburu,airmata mulai berlinang membasahi kedua pipinya,seolah ia benar-benar ingin menyakinkan ku namun usahanya benar-benar sia-sia.
"Aku mencintaimu!".Ia berseru sekali lagi.
Dalam ruangan itu tampak hening ketika aku menjawab pertanyaan laki-laki bernama Arga ini.
Ayah ku tampak berbisik padanya,dan memerintahkan semuanya keluar agar menyisakan aku dan ayah berdua untuk saling berbicara.
Ayahku menelan ludah seolah sedang merangkai kata-kata untukku.
"Asta,ayah tau mungkin kamu berfikir ayah jahat karena menyerahkan mu padanya,tapi nyatanya sejak awal itu adalah keputusan mu sendiri untuk menikah dengannya".Ayahku menjelaskan padaku dengan penuh kelembutan agar aku dapat mencerna semua kata-kata nya
"Bagaimana bisa aku memutuskan hal sepenting ini sendiri,ayah".
Akhirnya ayahku menjelaskan dari awal hingga akhir dimana pertemuan ku dengan laki-laki bernama Arga dan kemudian kami sepakat menikah.
"Jadi,aku adalah Asisstent rumah tangga yang di nikai oleh majikannya sendiri?".
Ayahku mengangguk tak mengeluarkan kalimat apapun.
"Apakah ini drama korea,dimana kisah romansa pria dan wanita tampak di persatukan dengan nalar yang tak jelas,meskipun laki-laki itu benar-benar tampan tapi dengan jarak umur kita dia harusnya menjadi paman ku,bukan?".Gumam ku dalam hati.
"Ayah,biarkan aku bicara empat mata dengannya".
💖💖💖
Laki-laki itu kembali masuk,sosoknya kembali terlihat diambang pintu.Langkah lembut nun berwibawa mendekatiku namun dengan wajah yang teramat sangat frustasi.
Suasana hening sejenak ketika dia ada di hadapan ku.
"Baiklah aku percaya padamu kali ini,aku akan kembali denganmu sesuai perintah ayah.Tapi ada banyak syarat untuk itu".
"Katakanlah!".Titah laki-laki itu.
"Jangan pernah menyentuhku,jangan campuri urusan ku meskipun kamu sebenarnya ingin".
Jawaban ku membuatnya tak puas sehingga membuat dia mengelak.
"Jika aku harus menahan hasrat ku terhadap mu,sungguh aku tak mampu,tapi untuk mencampuri urusanmu,aku akan mencoba sekuat tenaga untuk melawannya".Jelasnya.
"Jadi laki-laki mesum ini memiliki naf*u yang kuat terhadap tubuhku?".