
Sesampainya di rumah mertuaku,aku dengan sukarela turun dari mobil Arga,sementara Arga berlari ke arahku dan melingkarkan tangan kanannya ke pinggangku,seolah ia ingin memamerkan kemesraan kami di depan Ayah dan Ibu nya.
Dengan wajah tersenyum Ibu mertuaku menyambut kami dengan lembut.
"Kalian sudah datang?".
Arga menjawab pertanyaan Ibu Nya dengan lantang dan mengErat kan rangkulan Nya padaku:"Iya Bu,Hari ini Asta ingin menginap di sini,dan besok kita akan berkunjung ke rumah Ayah Asta,Bukan kah begitu sayang?":Arga memandang wajah ku dengan lembut.
"Iya bu":Imbuh ku,dengan senyum tipis.
"Masuk lah!,Ayah mu menunggu di dalam":Ibu Arga mempersilahkan kami masuk.
Tampak Ayah Arga sudah terlihat sehat dan sendang duduk di atas kursi goyang dengan bahan rotan berwarna coklat sementara tangannya sedang memegang koran.
"Apakah kalian sudah makan?":Tanya Ibu Arga.
"Kebetulan belum,Bu.Tadi Asta pulang dari kampus langsung kemari,jadi belum sempat masak makan malam":Ucapku.
"Begitulah jika dirumah tidak ada Asistent rumah tangga,jadi kamu sibuk urus semua sendiri,bagaimana jika kamu hamil kelak":Kata Ibu Arga.
"Asta sudah biasa melakukan semua sendiri,Bu.Jadi kami tidak perlu assistant rumah tangga lagi".Kataku sambil sesekali memperhatikan Arga yang sedang asyik mengobrol dengan Ayahnya.
"Sambil menunggu Bibi Lu(Asistant rumah tangga keluarga Arga)memasak makan malam bagaimana jika kamu beristirahat di kamar":Ucap Ibu Arga.
"Bolehkah?".
"Tentu,Kamar Arga ada di lantai dua paling pojok":Ucap Ibu Arga menjelaskan padaku.
Aku beranjak ke kamar Arga,karena penasaran ,aku sudah dua kali kerumah ini namun tak sekali pun pernah masuk ke kamar Arga.
Akhirnya aku sampai juga di depan pintu kamar berwarna coklat tua.
Aku menengok ke kanan kiri,memastikan apakah aku salah,karena disini banyak sekali pintu kamar yang berjejer rapi dengan cat pintu berwarna putih namun hanya kamar di hadapan ku ini yang memiliki cat warna berbeda.
Aku buka pelan pintu kamar itu,aku masukan separuh badanku,memastikan tidak ada orang di dalam.
'Nyaman sekali':Batinku.
Kemudian ku beranikan diri untuk masuk,dan berjalan menyusuri kamar itu.
ku rebahkan tubuh ku di atas kasur,karena jujur saja hari ini adalah hari yang melelahkan untuk ku,tanpa sadar aku tertidur.
➖➖➖➖
Di alam bawah sadar ku,aku merasakan bibirku di sentuh oleh tangan lembut entah tangan siapa itu.karena sentuhan itu membuatku tersentak kaget dan bangun.
"ASTAGA!!":tiba-tiba Arga tidur di samping ku dengan posisi tengkuap menghadap ke arah tubuh ku,tangannya sedari tadi berselancar bebas di bibirku.
"Kenapa kamu kaget dengan sentuhan suami mu sendiri?":Arga terus memandang wajahku sehingga membuat jantung ku tak karuan di buatnya.
Aku mencoba bangun,meminimalisir kejadian tak di inginkan terjadi,namun nyatanya Arga mampu menghalau pergerakan ku dengan lincah,Ia menekan pundakku sehingga aku kembali ke posisi semula.
"Mencium mu":Arga berdesis ke telingaku,membuat bulu-bulu halus di tubuhku berdiri tegak.
"Hemmm?":Aku memastikan kalimat Arga.
"Mencium mu":Arga mengulang kata-katanya dengan lirih,dan membelai rambut ku dengan lembut.
Belaian rambut Arga membuat wajahku memerah karena gugup dan malu.
"Kenapa wajah mu memerah?":Kembali Arga berdesis di telingaku,membuat nafasnya berhembus ke lubang telingaku membuat ku geli.
"Aku lapar":Aku mengalihkan Arga agar tak melancarkan usaha nya untuk menyentuhku.
"Kamu lapar?,Baiklah.Aku akan melepaskan mu kali ini,tapi aku tak berjanji jika nanti":Goda Arga dengan merah pipiku dan mencium pipi ku dengan lembut sehingga membuat ku merinding lagi dan lagi.
Arga berdiri,dan keluar dari kamar sementara aku mengikutinya di belakang.Kami menuruni anak tangga satu persatu,sampai di anak tangga yang terakhir.Tiba-tiba Arga menoleh ke arahku dan berkata:"Bukan kah Ibu ku ingin agar segera memiliki anak?,bagaimana jika nanti kita mewujudkan nya".
"Diam!":Seruanku membuat Arga tertawa puas.Sedangkan jatung ku masih berdegub kencang sejak kejadian di kamar tadi.
Kami sampai di ruang makan tampak di depan meja makan berbagai menu makanan kesukaan ku,sepertinya Bibi Lu tau betul apa kesukaan ku.
"Silahkan duduk Asta!":Ibu Arga mempersilahkan ku duduk.
kami duduk saling berhadap-hadapan,dan menyantap makanan kami.
"Kapan kalian memberikan kami cucu?":Kalimat Ayah Arga membuat ku kaget dan membuat ku tersedak.
Uhukkkkkk......
"Pelan-pelan":Arga mengelus punggungku dengan lembut,sedangkan Ibu Arga memberikan ku minum.
"Kenapa kaget,Nak?":Imbuh Ayah Arga.
"Kami tiap malam selalu mencoba,Yah.Tapi apa daya,membuat anak tak semudah membalik kan telapak tangan":Kalimat konyol Arga membuat kedua orang tua nya tertawa terbahak-bahak.Sedangkan aku hanya tersenyum kecut mendengan ucapan suamiku.
"Bagaimana sayang,nanti malam kita mencoba lagi?":Imbuh Arga lagi,seraya melihat ke arah ku.
"Hehe...baiklah":Jawab ku.
"Baik?,aku tagih ya?":Goda Arga.
Mataku melotot ke arahnya,agar ia menghentikan ucapan konyolnya di depan orang tuanya.
⏬⏬⏬⏬
*Jangan lupa like&komen.
vote juga boleh,😁
thx U,🤗*