
Aku menunggu Arga di meja makan,menunggu kepastian,ah sebenarnya bukan,aku sedang menunggu nya untuk sarapan bersama.
Tak lama ia turun dari kamar,untuk kesekian kalinya aku di buat berdecak kagum atas ciptaan Tuhan yang begitu sempurna,pria tinggi dan tampan bak malaikat turun dari surga,ah...masa iya Arga adalah malaikat pencabut nyawa,aku tak henti-hentinya menertawakan lamunan ku sendiri,sembari tersenyum kecil.
"Apanya yang lucu?".Arga bertanya padaku karena heran.
"Tidak apa,aku hanya mengingat hal-hal kecil yang mampu membuat ku tertawa."
"Kamu memang jago menghayal".Arga menyentil dahi ku.
*Stak*.
"Aw...sakit,!"Pekik ku tak henti-hentinya mengusap dahi ku bekas sentilan Arga tadi.
"Makanya,jangan kebanyakan bengong,nanti jauh dari jodoh".
"Jodoh?,Bukan kah kita berjodoh,kita sudah menikah".Aku menjawab kata-kata Arga dengan santai.
Ia seolah kaget,matanya sedikit melebar karena terkejut dengan kata-kataku.
"Ah...bagaimana kalau hari ini,aku mengantarkan mu pergi kuliah".Arga mengalihkan pembicaraan ku.
"Oke"Aku menjawabnya dengan lugas.
➖➖➖➖➖
Setelah beberapa saat,Kami menyelesaikan sarapan kami.
"Ayo,aku antar".
"Karena hari ini aku sudah menepati janjiku untuk sembuh,Kamu juga akan menepati janji mu semalam kan?".
"Tentu saja,aku sudah meminta Wisnu,untuk mengosongkan Jadwal ku sore ini".
"Benarkah?".aku tertawa girang seolah kali ini adalah pertama kalinya aku berkencan dengan seorang pria.
➖➖➖➖➖
Sesampainya di kampus,Aku sudah tak sabar memikirkan tetang kencan pertama ku dengan Arga, pikira kencan itu menari di pikiran ku.
Tiba-tiba aku di kagetkan dengan kedatanga Jonathan,ia menepuk pundak ku tanpa aba-aba.
"Baaaaa!!!!".
"OMO!!,"Aku mengelus dadaku karena kaget.
"Kenapa melamun?,apakah suami mu menyiksa mu lagi?".
"Breng*ek kamu,membuat ku kaget saja,tidak dia tak menyiksak ku,bahkan kami sudah melakukan gencatan senjata,karena kami sepakat untuk berteman".
"Teman?".Jonathan kaget mendengar kata-kataku,"Bukan kah kalian suami istri?".Imbuh Jonathan.
"Ya..memang,tapi hanya di dalam secarik kertas,untuk menyelamatkan Ayah nya".
"Kamu yakin?".Jonathan mengerutkan dahi dan menggigit pinggir bibirnya yang merah muda itu.
He.hem...aku menganggukan Kepalaku.
"Lalu kapan kamu akan bercerai,?".Jonatha nampak penasaran dengan kisah cintaku dengan Arga.
"MANTAN ISTRI?!"seru Jonatha makin kaget.
Aku spontan menutupi mulutnya dengan satu tangan ku agar menghentikan triakannya.
"Apakah kamu bisa tenang?".Kataku sembari celingukan ke kanan dan ke kiri,memastikan tidak ada yang bergosip tentang kami.
"Aku hanya kaget,mendengar kebodohan mu,apakah kamu melakukannya untuk uang?".Jonathan mulai berbisik ke arahku.
"Tutup mulut mu!".Aku mulai kesal.
"Berati Arga belum pernah meyentuh mu? aku masih ada kesempatan".Jonatha mulai melancarkan Jurus seribu bayangan untuk merayuku.
"Hentikan rayuan mu!,aku bukan wanita bodoh seperti gadis-gadis yang kamu bodohi disana".Aku menujuk ke arah segerombolan gadis-gadis yang tampak memandangi ku dengan penuh kebencian.
"Ah.mereka hanya pemanasan untuk ku,kalau kamu adalah intinya".Ia tersenyum licik.
"Aku tak tertarik padamu,!".
➿➿➿➿➿➿
Pukul 14:00.
Aku bergegas untuk pulang,karena aku yakin jika Arga sudah menunggu ku di gerbang kampus.
"Hei..Calon janda,mau kemana kamu!"Goda Jonathan,aku menengok ke arahnya.
"Bisa diam tidak,kamu mau jika satu kampus menertawakan ku?".
"Oke..maaf".Ia tersenyum licik seperti seorang musang yang siap mencuri sesuatu.
Aku terus berjalan keluar menuju kampus dengan tergesa-gesa ,sementara itu Jonathan tak henti-hentinya mengikutiku.
Sesekali aku menoleh ke arahnya,dan kemudian ia menghentikan langkahnya tanpa rasa bedosa.
Aku menoleh kembali,"Kamu bisa tidak,jika tak mengikutiku?".
Kemudian ia melewatiku dan berkata "Aku hanya ingin lewat.".
Aku terus memperhatikan langkah nya yang melewati ku,entah apa yang Jonathan pikirkan.Kemudian aku memilih berjalan beberapa meter dari nya untuk memastikan jika ia tak menguntit ku kembali.
Langkah Jonathan tiba-tiba berhenti,seiring dengan penglihatannya ke gerbang depan,tampak Arga dan Wina berdiri berdampingan di mobil Arga.
Jonathan berusaha menutupiku agar aku tak melihat ke arah Arga yang sedang bercumbu mesra di depan kampus kami.
"Kamu kenapa sih?".Aku berusaha melihat ke arah depan,sedangkan Jonathan berusaha menutupi ku dengan tubuhnya.
Dan kemudian aku berhasil melihat pemandangan indah,namun tak mengenak kan untuk ku,romansa sepasang mantan suami istri yang bercumbu mesra di depan kampus tanpa rasa malu.
Tubuhku lemas,kaki ku linu.Melihat mereka.
"Bukan kah hari ini ia berjanji kencan dengan ku?,Lalu apa artinya ini?".Dengan bibir bergetar aku berkata dengan lirih.
Sementara Jonathan menatapku dengan tatapan nanar.
⤵⤵
**Jangan lupa like setelah membaca,jangan sungkan tulis kritik dan saran di kolom komentar.
Thx U**