
Baper boleh, asal jangan emosi. Ingat ini cuma novel.
😁
Ingat anjuran author, baca setelah buka.
awok ... wok ... wok ... wok ....
POV Author.
Arga keluar dengan perasaan cemas. Ia menuruni anak tangga bercat coklat itu dengan tergesa-gesa sehingga hampir saja membuatnya akan terjatuh.
Ia melihat para bodyguardnya masih standby di tempatnya masing-masing, ia pikir mana mungkin Asta bisa lari dari mereka?
Arga menghampiri barisan depan bodyguard yang berjaga di pintu utama. "Kalian tahu di mana istriku?" ucapnya dengan raut wajah cemas yang tak dibuat-buat, hingga hampir saja napasnya akan putus karena saking sesaknya, memikirkan istrinya yang melarikan diri.
Para bodyguard saling memandang satu sama lain, seolah bingung dengan pertanyaan sang majikan. Hingga ada salah satu dari mereka menjawab pertanyaan Arga.
"Nyonya Asta berkata, jika Mr. Arga mengijinkannya untuk berjalan-jalan keluar sebentar. Maka dari itu kami memutuskan untuk membiarkan nyonya Asta pergi ke arah taman bunga di sana." Sambil menujuk ke arah selatan.
"Bodoh kalian!" hardik Arga, matanya seketika memerah menahan amarah yang mulai memuncak. Tapi ia tak melanjutkan kalimatnya dan memilih berlari keluar menuju selatan.
Arga tergesa-gesa berlari tunggang langgang seperti pencuri yang sedang dikejar polisi. Ke arah selatan, dan berharap Asta belum lari jauh darinya.
❇❇❇
Sementara itu Asta nampak kebingungan bagaimana caranya ia akan memanjat keluar dari tembok tinggi nan kokoh di hadapannya.
Ia tak habis pikir untuk apa Arga membuat tembok setinggi ini, mana mungkin hanya untuk menghalau pencuri? toh di setiap sudut rumah ini ada banyak penjaga. Atau mana mungkin jika ia membuat tembok ini hanya khusus untuknya agar ia tak dapat kabur.
Ah ... pikiran yang terlaku naif menurutnya, toh Arga membangun rumah ini sebelum Arga mengenal dirinya.
Dia berdiri tepat di samping pohon apel hijau nan rimbun, sejenak ia sangat takjum memandang sekeliling halaman luar rumah ini yang banyak ditanami aneka buah-buahan dan bunga. Apakah hasil panen ini semua untuk dijual lagi? ah ... mana mungkin, toh Arga sudah kaya raya, untuk apa ia membudidayakan bermacam-macam buah hanya untuk dijual?
Astapun tergiur dengan salah satu buah apel yang tampak sudah masak, dan ingin memetiknya, ia memutuskan untuk memanjat pohon apel hijau yang tak terlalu tinggi itu, dan melupakan misinya lari dari Arga.
Dengan susah payah dia meraih apel itu, namun tetap saja usahanya sia-sia. Hingga tiba-tiba sebuah tangan meraih tangan Asta, kemudian menarik tangannya dengan kuat, sehingga membuat Asta terpelanting dan jatuh. Beruntung si penarik itu menggunakan tubuhnya untuk menahan Asta agar tak jatuh ke tanah secara langsung.
Mereka jatuh bertubrukan sementara wajah Asta terbenam ke dalam dada bidang laki-laki itu. Dengan cekatan Asta menyibakkan rambutnya yang menutupi wajahnya, untuk memastikan siapa laki-laki itu.
Alangkah terkejutnya Asta, ketika yang ia lihat adalah Arga yang menatapnya dengan tatapan menyeringai dan penuh penilaian.
"Kamu?!" teriak Asta, cepet-cepat bangun dari posisinya.
Namun tangan Arga menahan punggung Asta, sehingga ia kembali ke posisi semula, bertubrukan di atas tanah, sementara kedua tangannya menahan punggung Asta agar ia tak dapat berlari.
"Kelinci kecilku, kamu mau lari kemana? ingat! selama aku hidup di dunia ini, kamu tak akan pernah bisa lepas dari cengkeramanku," bisik Arga, dengan senyuman menyeringai khas lakon antagonis di FTV azab.
Mendengar kalimat dari suaminya itu membuat Asta terkejut, ia mengerahkan daya dan upaya untuk melepakan diri, namun tetap saja ia hanya wanita lemah yang tak bisa melawan kekuatan laki-laki di depannya ini.
Arga bergerak, ia berusaha berdiri dari posisinya kini, namun tetap dengan sekuat tenaga memeluk Asta. Kini Arga sudah ada di posisi terduduk di atas tanah sementara Asta di pangku hingga berhadap-hadapan dan saling bertemu muka.
"Asta ... mau kabur, ya?" ucap Arga menirukan suara anak kecil yang manja untuk menggoda sang istri.
Astapun memutar otak mencari cara agar ia bisa menjawab kalimat pertanyaan itu dengan pas.
"Haa?! tidak. Kamu tadi tahu sendiri, bukan? aku sedang meraih apel di atas sana," jawab Asta sambil menunjuk ke arah di mana apel itu berada. Hingga mata Arga mengikuti arah telunjuk jari Asta.
"Oh ... Asta mau apel? mau buah yang lain? Arga bisa kok memenuhi semua keinginan, Ibu suri," ujarnya masih menirukan suara anak kecil, dengan tangan menggoyang-goyangkan tubuh Asta.
"Ah ... iya, Arga. Aku mau," jawab Asta pasrah.
"Yakin, kamu tak akan kabur?" Suara Arga tampak berubah 180 derajad menjadi dingin tak bernada.
"Iya," jawab Asta singkat.
Tanpa aba-aba Arga meraih tengkuk Asta, menciumnya dengan penuh gelora, mengesap bibir dan lidah Asta secara bergantian hingga bertukar saliva bersama. Napas mereka saling memburu, tak bisa dipungkiri, mereka adalah sepasang anak manusia saling mencintai, namun memiliki ego masing-masing.
Arga melepaskan ciuman maha dasyatnya, sehingga membuat napas mereka saling beradu, mereka mencoba meraih oksigen secara bersamaan.
Arga menempekan dahinya tepat di dahi Asta. dan menggesekan hidungnya ke hidung Asta, sehingga membuat Asta dapat merasakan hembusan napas Arga.
"Asta ... aku menginginkanmu, sekarang," ujar Arga dengan suara terbata karena dengan susah payah mengatur napasnya sendiri.
"Haaa ...." Asta nampak kaget dengan kalimat Arga baru saja, bagaimana bisa? dia ini ingin kabur, tapi tetap saja tidak bisa, malahan Arga semakin intens ingin berdua dengannya.
"Aku ingin begini selamanya, makan, tidur, makan tidur, dan bercinta denganmu setiap hari," goda Arga.
"Ha...." Asta kembali terkejut, pipinya merona ketika mendengar kalimat dari Arga itu.
Arga menatap pipi Wanita yang ia cintai itu.
"Kenapa pipimu merah? kamu tidak sedang memaki blush on, bukan?" ledek Arga.
Dengan penuh rasa manja, Asta memukul dada bidang Arga. "Ah ....!" seru Arga.
"Kenapa sakit, ya?" tanya Asta sambil dengan cekatan mengelus bekas pukulannya tadi.
*Bersambung*
Ho ... ho ... ho ...
**Author merasa berdosa menulis diksi romantis ini di saat bulan ramadhan.
😥😥😥😥
❇❇❇❇❇❇❇
Hello temen-temen, jangan lupa like, komen, rate bintang 5 untuk Boss Come here Please! yah. Itu sangat penting buat Novi. Karena itu semangat untuk para author-author dalam menulis.
oia, Novi punya rekomendasi Novel seru dan keren dari sesama author.
Judul\= You and I : Love Story Romance.
Pena\= Souvarrel Hellvaelumgladriaxus.
judul\= My Heart is Only For you.
Pena\=Ergina Putri.
Judul\=Istri Pilihan Ibu
Pena\=Septriani Wulandari
Judul\=Pujaku Mayang
Pena\=Azis beck
Judul\=Sebenarnya Cinta
Pena\= Fa. Queen
Eh ... Novi ada grub chat juga loh, kalian bisa lebih deket sama Novi di sana, bisa tanya apapun di sana, nagih update, kreji up, apapun itu kalian bisa lakuin di sana.
Novi tunggu yah temen-temen.
Gumawo
Novi wu