
Boss Come Here Please! 135
Maaf Slow Update, karena beberapa komentar yang buat aku sedikin down dan writersblock seketik.
Dan terimakasih untuk teman-teman yang komen positif, karena itu membuat kembali bersemangat.
oke lupakan! Semangat menulis karena ada banyak yang menunggu di banding yang tidak suka.
****
Pagi itu suasana seolah sedang bersahabat dengan Frea berbanding lurus dengan hatinya yang sedang dipenuhi kebahagiaan. Frea dan Zico sepakat untuk mendaftarkan pernikahan meskipun harus sedikit dirahasiakan sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
"Hari ini sebelum ke rumah sakit, kita pergi mendaftarkan pernikahan kita terlebih dahulu," ucap Zico sembari membantu Frea mengemas baju dan di masukan ke dalam tas. Hari ini Frea akan pindah ke apartement suaminya itu.
"Tapi ... Kita yakin akan seperti ini?" tanya Frea sedikit ragu.
Zico menangkup kedua pipi Frea dan mengecup lembut bibir istrinya. "Yakin! Kita beritahu ayahmu pelan-pelan."
Wajah Frea seketika memerah mendapat perlakuan manis dari suami yang baru beberapa hari menikahinya.
"Janji jangan meninggalkanku, meskipun seberapa berat pun cobaan kita untuk bersatu," tutur Zico menempelkan keningnya ke kening Frea, diikuti anggukan lembut dari wanita yang sebentar lagi beranjak pada usia 30 tahun itu.
Zico menenteng dua tas besar berisi seluruh barang-barang Frea yang akan dibawanya ke Apartementnya. Frea dengan wajah masam menatap ruang apartement yang akan kosong karena ditinggalkan penghuninya.
Zico menatap wajah Frea sejenak lalu tersenyum lembut ke arah istrinya. "Apa yang kamu tunggu? Ayo!" ajak Zico.
Dengan langkah ragu Frea tetap memenuhi keinginan suaminya. Bagaimanapun ia adalah seorang istri yang harus ikut kemana suaminya pergi.
Semua telah dimasukan ke bagasi mobil, untuk terakhir kalinya wanita itu mematap gedung apartment yang ia beli dari jerih payahnya bekerja di luar negeri sebagai dokter magang dan pramusaji di negeri orang.
"Kita bisa sesekali tidur di sini, Frea! Let's go! Masuk dan menuju apartement kita." Zico merangkul tubuh istrinya dan membukakan pintu untuk wanita yang ia cintai itu, agar ia masuk ke dalam.
*****
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai. Setelah pintu dibuka Frea membantingkan diri di sofa besar seolah seperti rumahnya sendiri. Zico yang melihat tingkah istrinya tersenyum kecil lalu berjalan ke arah dapur. "Kamu mau makan apa, sayang?" tanyanya dengan menggulung kemeja hitam yang ia kenakan hingga ke atas siku, untuk bersiap memasak.
"Apa saja, asal masakanmu. Akan aku makan," jawab Frea menatap keseksian suaminya di dapur.
Frea yang tidak bisa diam menatap wajah tampan nan rupawan itupun memilih menyusul suaminya untuk membantunya memasak. "Ada yang bisa kubantu?"
Zico berbalik badan lalu berkata, "Lebih baik kamu mandi saja! Setelah makan kita akan menuju Kantor Catatan Pernikahan," ujar Zico, masih asyik memotong beberapa sayuran.
Dengan pasrah Frea menuruti keinginan suaminya itu lalu berjalan menuju kamar utama milik Zico. Frea berjalan menyusuri dinding-dinding kamar yang tertempel foto dirinya bejajar rapi dengan berbagai pose. Ia tampak tersenyum kecil dengan foto-foto itu. Dalam hati kecilnya berkata.
Dari mana Zico mendapatkan foto-fotonya.
"Bagus, bukan?" Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Frea. Zico berdiri di ambang pintu dan sedang memandangi dirinya yang sedang menatap dinding.
Zico berjalan menuju Frea lalu memegang pundak prempuan itu dengan lembut. "Sudah saatnya kamu bahagia, sayang! Sebelum kamu memikirkan kebahagian orang lain, lebih baik kamu memikirkan kebahagiaanmu terlebih dahulu!" imbuh Zico. "Ayo mandi bersama!" tambahnya lagi.
"Hah ...." Frea kaget ketika Zico mengajaknya untuk mandi.
Zico menggandeng tangan Istrinya dengan begitu lembut dan berperasaan.
"Zico ... Kamu sudah tidak waras, 'hah!" seru Frea dengan nada setengah tinggi.
Zico bergeming dan tetap menarik tangan wanita yang ia cintai itu masuk ke kamar mandi. Seutas senyum tipis mewarnai bibirnya yang begitu menggoda bagi Frea, dan membuatnya secara impulsif mengikuti keinginan suaminya.
Zico adalah laki-laki normal tidak bisa menahan diri melihat ini semua, dengan lembut ia mencium pundak istrinya meninggalkan gigitan kecil di sana.
Hal itu tentu saja membuat Frea menggeliat antara tidak nyaman dan malu. "Kamu mau apa?" tanya Frea.
Zico menutup mulut Frea kemudian membisikkan kalimat yang begitu menggoda. "Kita sudah dewasa apalagi kita sudah menikah, tentu saja melakukan sesuatu yang harus dilakukan sebagai pasangan suami istri," goda Zico yang membuat wajah Frea seketika memerah.
"Stop!" hardik Frea membelalakan matanya. "Jangan lagi! Kita harus bekerja. Nanti malam. Aku janji nanti malam."
Senyum tipis mengembang dari bibir laki-laki tampan itu. "Janji!" ucapnya.
Frea mengangguk dan menimpali perkataan sang suami. "He'em ... Aku berjanji!"
****
Frea mengelap mulutnya yang sudah selesai sarapan, sementara piringnya telah tandas, ia pikir jika ia seperti ini setiap hari. Berat badannya akan meningkat drastis. Frea menghela napas panjang.
"Ada apa?" tanya Zico menatap wajah istrinya yang tampak muram.
"Apakah kita akan makan sebanyak ini setiap hari?"
Zico mengangguk pelan lalu memegang pipi kiri istrinya dengan lembut. "Kita membutuhkan banyak energi untuk menghadapi kenyataan, Frea," ujarnya.
"Hem ... Bagaimana jika berat badanku bertambah?" tanya Frea semakin memasang wajah masam yang membuat Zico gemas.
Saking gemasnya laki-laki itu mencampit hidung istrinya. "Mau kamu gendut, berjerawat atau apapun. Aku mencintaimu dengan segala apa yang melekat dalam dirimu, bukan fisikmu, sayang."
Wajah Frea seketika memerah, langit biru seolah berubah menjadi dipenuhi bunga-bunga karena merasa malu campur bahagia.
"Kenapa wajahmu memerah?"
"Malu —" jawab Frea gugup.
Mereka berduapun beranjak untuk segera pergi ke Kantor Urusan Pernikahan setempat untuk mencatatkan pernikahan mereka agar syah di mata hukum negara.
"Apa upahku untuk mendaftarkan pernikahan kita, Frea?"
"Hem ... Kamu maunya apa?"
"Kamu, tubuhmu dan segala yang ada dalam dirimu."
•
•
•
Bersambung ...
Semoga kalian suka.
Terimakasih untuk Teman-teman yang berkomentar positif dan setia menunggu. Maaf kalau saya sedikit baper 🙏
Jangan lupa Like dan Vote, ya!
Papay 😘