
Pukul 23:00
Aku mulai terbangun dari tidurku, kulihat jam di tangan ku menunjukan pukul 11 malam, aku bergegas untuk pulang, karena takut jika Arga khawatir, dan lagi aku selalu memikirkan perasaanya, tanpa memikirkan perasaan ku sendiri.
Ku buka pintu kamar adik Jonathan, yang kulihat adalah Jonathan sedang tidur di sofa depan televisi.
"Kenapa ia tak tidur dikamar?",Batinku.
Mendengar suara pintu tertutup membuat Jonathan terbangun dari tidurnya, lalu menatap ke arah ku.
"Kamu sudah bangun?".
Aku menganggukan kepala ku,"aku akan pulang,apakah bibi sudah tidur?".
"Hem..aku antar kamu pulang, besok aku pamitkan pada ibuku".
"Oke".
Jonathan berjalan menuju garasi di samping rumahnya, kulihat mobil sedan tua keluaran 80 an berwarna biru terpakir disana.
"Ini peninggalan ayahku, aku akan mengantarmu dengan ini,apakah kamu keberatan?".
Aku menggelengkan kepalaku menandakan jika aku memang tidak keberatan dengan tumpangan Jonathan itu.
💖💖💖💖
Sementara itu di Apartement Arga, ia mendengar kabar jika aku sedang berada di rumah Jonathan, tanpa pikir panjang ia mulai bergegas menuju ke sana untuk menjemputku.
Ketika aku sampai di lobby Apartement,Arga juga sedang berada di sana untuk menjemputku,sementara itu Jonathan masih berdiri di sampingku.
"Dari mana saja kamu?", tangan Arga mencengkeram kuat dan menyeretku dengan kasar untuk berdiri di sampingnya.
"Woi...jangan kasar!",seruan Jonathan membuat kemarahan Arga semakin menjadi-jadi.
"Apa yang kamu lakukan kepada Istriku?, kenapa dia bisa berada dirumah mu?".Arga berteriak dan mendekat ke arah Jonathan, tanpa memperdulikan orang-orang yang mulai memperhatikan kami.
"CUKUP!!!!!!!!....Aku lelah,Terimakasih Jo,sudah mengantarku pulang",aku melepaskan genggaman tangan Arga,dan pergi berlalu.
Arga dan Jonathan saling menatap penuh benci seolah akan ada pertarungan besar antara mereka.
Kemudian Arga berlari pelan dan menghampiriku kami berjalan berdampingan ,aku tak memperdulikan kehadirannya. Aku benar-benar muak dengan perlakuannya padaku.
Sesampainya di pintu apartement, ia mendorong ku dengan sekuat tenaga, sehingga membuatku terjatuh.
Aku menoleh ke arahnya,aku berdiri kembali dengan tegak,kelakuan kasar bak binatang itu muncul kembali pada dirinya.
"APAKAH INI PERLAKUAN KHUSUS MU PADAKU?.APA WINA PERNAH MENDAPATKAN PERLAKUAN INI DARIMU?"
"KAMU PANTAS MENDAPATKAN NYA?",suara Arga tak kalah tinggi dariku.
"APA SALAHKU?".
"KAMU SALAH,KARENA KAMU MENGHIANATI KU!".
"Aku tekan kan padamu, kita tak ada hubungan spesial, kita tak saling jatuh cinta, untuk apa kamu menuduhku berselingkuh. Lagipula kamu tak mendapatiku tidur dengan laki-laki lain seperti yang Wina lakukan padamu".ku dekat kan tubuhku benerapa inch ke arah Arga,seolah aku benar-benar sedang menantangnya.
"Tutup mulut mu!".Arga menamparku dengan kuat,dan membuat sudut kiri bibirku berdarah karenanya.
Aku terkekeh menerima perlakuannya padaku,seolah aku benar-benar pasrah menerima perlakuannya,bahkan aku siap mati jika itu membuat dia lega.
"Bunuh saja aku jika kamu tak ingin menceraikan ku!",kalimat ku membuat Arga kaget, dengan spontan ia meraih tanganku mendekatkan bibirnya ke arah bibirku.
Dia menciumku dengan kuat bak vacum cleaner penyedot debu.Perlahan kaki ku berjalan mundur,di ikuti kakinya yang maju mengikuti irama kakiku, ia terus mencercap bibirku tanpa ampun hingga membuat ku kesulitan untuk bernafas.
Aku sedikit terlena dengan cumbuan palsu Arga,ketika aku teringat kembali kelakuan tak terpujinya sore ini.Aku meronta melepaskan diri darinya,lalu menampar nya dengan keras.
*Plak*
"BERANI-BERANINYA KAMU!!!!!",gertak Arga.
"APAKAH INI JURUS TERAKHIRMU AGAR AKU TUNDUK PADAMU!".
"Jika perlu aku akan mempe**osa mu,Agar kamu tau apa arti kehancuran".
"Dasar tidak waras!".Aku berlari ke atas,sementara Arga mengikutiku dengan langkah lebih cepat,aku berusaha menutup pintu kamar,namun kalah cepat dengan gerakan Arga yang mampu menghalau pergerakan ku dengan sigap.
"Lepaskan tangan mu!".
Mata Arga dipenuhi api kemarahan seolah susah untuk di padamkan,aku sendiri juga tak mampu menggambarkan apa yang sedang di pikirka Arga saat ini.
"Jika kamu tak menyukaiku,untuk apa kamu ingin mempe**osaku?".
"Agar kamu merasakan kehancuran yang amat dalam,sehingga membuat laki-laki tengik itu menjauh darimu", ia mengancamku dengan tatapan dan nada suara dingin, wajahnya bak penjahat yang siap meng eksekusi korbannya.
Arga mulai mendekatkan tubuhnya ke arahku, dan seolah di alam bawah sadarku, menuntun ku agar aku berjalan mundur menjauh hingga kesudut kamar.
"Ttooolong! ,jangan begini Ga?", dengan tangan maju kedepan untuk menghalau tubuhnya yang mulai mendekat ke arahku. Aku memintanya agar tak melakukan itu padaku, tetapi permohonanku tak membuatnya mundur.
"Kamu mau berteriak?,teriaklah!,Yang mendengarmu,mungkin mengira jika kamu berteriak ke enakan".Arga mengolok-olok diriku.
Kali ini aku benar-benar takut,apa yang akan di lakukan Arga padaku?.