Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#S2 Istri Terbaik



Boss Come Here Please! 137


Mentari beranjak meninggalkan bumi menuju peraduannya, yang tersisa hanya cahaya orange berselimut senja.


Frea berlari kecil menuju lift untuk menemui ayahnya yang akan beranjak pulang, ayahnya telah sembuh. Itu adalah hal paling melegakan untuk Frea.


Sesampainya di kamar sang ayah, Yufen dan sang ibu telah berada di dalam ruangan itu, keluarga itu telah berkumpul. Akan tetapi entah mengapa Frea merasa seolah ia seperti orang asing di dalam keluarga ini.


"Frea ... kemarilah, Nak!" perintah ayahnya dengan nada suara lemah.


Frea berjalan mendekati ayahnya, mengusap lembut tangan ayahnya. "Ayah sudah siap untuk pulang?" tanya Frea.


Ayahnya mengangguk lemah, dan tersenyum kepada anaknya, perlahan ia menyentuh ujung rambut Frea. "Kamu mengantar ayah pulang, oke!"


"Iya Frea ikut ayah pulang."


Tiba-tiba Zico masuk ia bermaksud untuk menemui Frea untuk mengajaknya makam malam romantis, namun yang terjadi. Yufen menyambar tangan Zico dengan serampangan bergelayut manja tanpa memperdulikan perasaan Frea.


"Ayah ... kira-kira kapan Yufen bisa menikah dengan Zico?" tanya Yufen, melirik sinis ke arah Frea yang memandang mereka dengan tatapan nanar.


"Jika Zico siap, kalian bisa menikah. Apakah kamu siap, Zico?" tanya tuan Arav.


Zico mengambil sikap, untuk menolak pernikahan itu secara halus, sembari sedikit membungkukkan badan Zico berkata, "Maaf ketua, saya belum siap menikah dalam beberapa tahun ini."


Manik mata tuan Arav seolah menangkap sesuatu yang aneh dari mata Zico yang terus melirik ke arah Frea, namun laki-laki tua itu bergeming seolah ia tidak tahu apa-apa.


Yufen terus bergelayut manja di tangan lelaki yang telah menikahi kakaknya itu. Tanpa merasa berdosa ia memeluk dan mendekap tubuh Zico dengan seenaknya.


Tentu saja hal itu membuat Frea sedih, dengan lembut Frea memapah ayahnya untuk duduk di kursi roda agar lebih mudah di bawa menuju ke dalam mobil.


Saat diperjalanan, tiba-tiba tuan Arav memanggil Zico dengan nada lirih dan begitu lemah. "Zico ... kemarilah, sepertinya anakku lelah, gantikan ia mendorong kursi rodaku ini!"


"Baik ketua." Zico langsung mengambil alih kursi roda dan mengedipkan satu mata ke arah sang istri yang ia cintai itu. Yang membuat wanita itu salah tingkah, tentu saja Yufen tidak tinggal diam, ia terus memeluk tubuh Zico seolah tidak punya rasa malu.


"Nak, kamu seorang dokter, bagaimana bisa kamu bergelayut manja di depan umum seperti ini," tutur tuan Arav melirik ke arah Yufen.


Mardella yang mendengar hal itu mengambil alih percakapan. "Tak apa, toh semua orang tahu jika Yufen dan Zico sudah bertunangan."


Frea hanya diam memendam rasa sedih, ia memiliki hati dan tubuh Zico namun hanya saat ia berdua saja, ia tidak bisa memberitakan kepada dunia jika ia dan Zico adalah sepasang suami istri yang sesungguhnya.


****


Langit telah gelap saat mereka telah sampai di rumah, Zico membantu tuan Arav hingga sampai ke tempat tidur untuk beristirahat.


Frea lebih memilih menunggu suaminya di ruang tamu, saat ia tengah asyik membolak-balikkan sebuah majalah, seseorang merebut majalah tersebut dan melemparkannya ke lantai.


Mata Frea langsung bertatapan dengan orang tersebut, ia tampak mengerutkan kening ketika Mardella ibu tirinya tengah berada di hadapannya.


"Dasar wanita tidak tahu malu!" hardik Mardella menunjukkan jari telunjuk kepada Frea. "Menikah dengan tunangan adikmu sendiri!" umpatnya lagi.


"Kami dinikahkan oleh penduduk desa, dan sudah mendaftarkan pernikahan kami ke Kantor Catatan Pernikahan." Frea berucap santai lali menopang kakinya ke kaki yang lain, dan memalingkan wajahnya agar tidak melihat raut muka Mardella yang tampak marah.


"Ibumu dan kamu sama saja perebut!" Mardella berkata dengan suara lirih namun kata-kata yang keluar dari mulutnya mampu membangkitkan emosi Frea.


"Tutup mulutmu! Kamu tidak bisakah berkaca diri! Siapa yang merebut siapa?! Kakakmu telah merebut ayahku dari ibuku, setelah kakakmu meninggalkan seorang anak, giliran kamu yang memprofokasi ayahku untuk meninggalkan ibuku! Mana yang lebih jahat, 'hah?!"


Mata Mardella melotot seolah bola matanya hendak keluar dari sarangnya. "Kamu dan ibumu tetap sama saja di mataku!"


Mardella terkekeh mendengar ucapan dari bibir Frea, ia semakin mendekatkan dir kepada anak tirinya. "Ingat janjiku, aku akan memisahkanmu dengan Zico, seperti aku memisahkan ibumu dengan ayahmu!" ancamnya.


"Iblis!" umpat Frea dan berjalan pergi meninggalkan rumah itu dengan berjalan kaki.


****


Ia mencoba menghubungu suaminya beberapa kali, namun beberapa kali pula Zico tidak menjawab panggilan Frea. Frea terus berjalan hatinya berkata, ia tidak boleh lemah hanya karena ancaman dari Mardella.


Sebuah mobil berhenti tepat di samping Frea, seorang lelaki membuka pintu mobil dan berjalan ke arahnya dan langsung memeluk tubuh wanita itu dengan begitu erat. "Hei ... kenapa kamu meninggalkanku disana?" tanyanya.


"Mardella, aku muak dengannya, ia telah mengancamku dan akan memisahkan kita," ucap Frea dengan tangis yang semakin membahana.


"Usap air matamu, hanya kematian yang akan memisahkan kita, ingat janjiku kepadamu, Frea," hibur Zico mengusap air mata isinya yang tampak tumpah ruang membanjiri kedua pipinya. "Liat foundation dan mascaramu, mereka telah luntur."


"Hah ...."


Frea membuka tas dan merogoh sesuatu, ia mengeluarkan bedak two way cake yang selalu ada di dalam tasnya. Kemudian ia berkaca diri melihat bayangannya karena panik.


Saat ia melihat kaca, wajahnya berubah kesal lalu memukul tangan suaminya. "Mana yang hilang?!" teriaknya kesal. "Ini adalah bedak dan maskara yang mahal, tahu!"


Zico menangkup kedua pipi istrinya lalu meninggalkan kecupan manis di bibir wanita itu. "Iya aku tahu, tapi aku lebih suka melihatmu pada saat di pulau itu, kamu sama sekali tak memakai riasan apapun. Dan itu sangat cantik sekali," rayu Zico.


"Mulai ... mulai gombal!"





Bersambung....


Mardella si mak Lampir, bisakah ia memisahkan Zico dan Frea?


Cus pantengin Boss Come Here Please yang viewersnya mulai meredup 😭


Jan lup Like komen dan Vote.


Catatan penulis....


Hallo Aku ada cerita baru tentang Mafia 😳


Ini Dark Romance, pokoknya gimana gitu deh pokonya mah. Recomended banget buat temen-temen yang cari bacaan yang agak +



Judulnya


Mr. Mafia


Karya Novi Wu juga.


thx u and papay