
Aku melihat kesegala arah, melihat-lihat jika ayah dan ibu Arga tiba-tiba menyerangku, yang aku tau dari drama di televisi semua orang kaya selalu tak adil kepada orang berkasta rendah.
Dengan kaki gemetaran sehingga membuatku tak mampu berjalan, sedangkan Arga masih asik berbincang dengan koleganya.
Ku tarik ujung jas yang ia pakai tanpa menggeser posisiku berdiri saat ini.
"Dimana Ayah dan Ibumu?" Aku berkata sambil berbisik ke arahnya, kemudian ia tampak menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Aku belum melihat mereka," jawabnya santai.
"Ih ... kamu jangan kemana-mana, aku takut. Lihatlah lututku bahkan bergetar." Aku memandangi lututku sendiri, diikutinya yang juga melihat ke arah lututku. "Kamu boleh gemetaran, asal jangan ngompol disin!" Ia meledekku dengan sedikit menyunggingkan senyum penuh arti.
"Dasar laki-laki berengsek, ia malah meninggalkan ku sendiri, dan lebih memilih menemuai para tamu yang datang." Aku bergumam dalam hati.
"Halo ... nona." Suara wanita setengah baya menyapaku, tanpa pikir panjang aku menoleh ke arah wanita itu.
"Wah ... cantik sekali nyonya ini." Aku mengaggumi wajah wanita itu di dalam hati.
"Selamat malam nyonya." Aku menjawabnya dengan tersenyum dan kami saling berjabat tangan.
"Kamu cantik sekali, dengan siapa kamu kemari? apakah dengan suamimu atau kekasihmu?" tanya wanita itu ramah.
"Saya kesini dengan Arga," aku berucap sambil menunjuk ke arah Arga yang masih asik bercengkrama dengan koleganya.
"Ah ... CEO D'Beauty Groub," imbuhnya lagi dengan tersenyum ramah.
Diantara manusia-manusia kaya di ruangan ini hanya nyonya ini yang sudi mengobrol denganku.
"Ibu...!" Tiba-tiba obrolankami terputus karena teriakan Arga.
Ha....Ibu!!!!!Aku berteriak dalam hati dengan kaki semakin bergetar membuatku tak mampu berdiri sempurna karena takut.
Jadi nyonya baik ini adalah Ibunya,aku meringis kepada nyonya itu.
"Jangan ganggu kekasihku":Imbuh Arga lagi.
"Coba saja tanyakan pada kekasihmu,apakah Ibu mengganggunya."Kata nyonya itu.
"Ah.tidak,anda tidak mengganggu saya":Kataku dengan suara bergetar.
"Jangan panggil nyonya,kamu bisa panggil saya Ibu,dan laki-laki ganteng itu, Ayah".Sambil menunjuk laki-laki setengah baya yang berdiri tak jauh dari kami.
Aku kaget setengah mati,kenapa sifat ibunya jauh berbeda dengan anak laki-lakinya ini gumamku.
"Ayo...kita pergi,"Arga mengajakku keluar.
"Jangan lupa mampir kerumah ya,kalau tidak Ibu yang akan mampir kerumahmu".
Arga bergeming ia tetap menggandeng tangan ku mengarahkan ku keluar dari pesta itu.
"Tunggu,kaki ku gemetaran":Aku berhenti dan melepaskan tangan nya dan mencengkeram lututku agar berhenti gemetar.
Tiba-tiba ia membopongku,dan berjalan keluar dari gedung itu.
"Hei..apa yang kamu lakukan,lihat banyak mata yang menatap kita!"Hardik ku panik.
Ia tetap bergeming,berjalan menjauh dari pesta itu.
Dari kejauhan,Wina menatap kami dengan tatapan benci,hingga ingin mencincang-cincangku menjadi kecil-kecil.
Sebenarnya aku sedikit bingung dengan pemikiran Wina,dia selingkuh bahkan bercerai dengan Arga,tetapi ia masih mencampuri kehidupan pribadi Arga.
Dan yang paling bodoh disini adalah Arga,jelas-jelas ia tau bahkan melihat sendiri adegan perselingkuhan Wina dengan laki-laki entah siapa itu,tetapi ia masih saja bodoh mengharapkan Wina kembali padanya.
Arga membopongku hingga kedalam mobil,kali ini ia benar-benar lembut padaku,entah setan apa yang merasukinya.
"Kita pulang atau kamu ingin kemana dulu?":Ucap Arga padaku.
"Sebenarnya aku ingin pulang,karena lapar,bahkan aku belum sempat menyentuh makanan yang ada di pesta tadi."
"Kita ke klub sebentar,temanku yang berprofesi sebagai DJ hari ini ia perform di klub itu"Kata Arga.
"Baiklah terserah kamu".jawabku.
Mobil kami melesat menjauh dari gedung pesta itu,menuju sebuah klub yang tak jauh dari apartement kami,tak lama Arga memasuki area parkir.
Kami bersama masuk ke dalam klub itu.
Aku masih ragu-ragu untuk meminumnya,kulihat Arga sudah memesan untuk kedua kalinya.
"Kenapa kamu tak meminum minuman mu?":Dia bertanya padaku.
Ku minum satu teguk,baru saja merasakan rasa dari minuman ini,mataku tiba-tiba berkunang-kunang lalu tak sadarkan diri.
Brukkkk....Tubuhku terjatuh.
💖💖💖💖💖
pukul 07:00,
Sebuah teriakan memekak telinga berhasil membangunkan ku pagi itu.
"Arga!!!!!".
Sontak aku kaget,dengan kepala masih terasa pusing,aku mencari dimana sumber suara itu.
"Nyonya!":Seru ku sambil menutupi badanku dengan selimut,sejak kapan aku hanya memakai tank top dan celana dalam?,siapa yang melepaskannya?,gumamku dalam hati.
"Apa yang kamu lakukan di rumah Arga?." Belum sempat ku jawab pertanyaan Ibu Arga,aku dikagetkan dengan kemunculan Arga di balik selimut di sebelahku dengan keadaan telanjang dada.
"Aaaaa......"Teriakanku mengagetkan Arga.
"Kenapa kamu di kamarku?"Bentak Arga padaku.
Aku celingukan.
"Bukankah ini kamarku?"Aku menegaskan jika Argalah yang salah memasuki kamar.
"Sebenarnya ada apa ini?"Tanya Ibu Arga pada kami.
Kami saling memandang,aku sendiri masih bingung dengan keadaanku,bagaimana bisa aku pulang dan tidur dikasur,padahal yang ku ingat semalam aku mabuk dan pingsan.
Sedangkan Arga tampak tak ingin menjelaskan semuanya padaku.
"Baiklah,lebih baik kalian mandi,lalu sarapan,aku membawa sarapan untuk kalian berdua".Ibu Arga seolah nampak tak kaget melihat kehadiranku dirumah ini.
Setelah kami selesai mandi,kami bertiga berkumpul di atas meja makan,Ibu Arga memandangi kami dengan seksama,seperti siap menguliti kami dengan segala pertanyaan yang tajam.
"Bagaimana kamu bisa disini?"Ibu Arga menginterogasi ku tanpa aba-aba.
Aku menghela nafas panjang dan mencoba menjelaskan duduk permasalahan di rumah ini.
"Begini nyonya,saya sebenarnya adalah Assistant rumah tangga dari Mr.Arga,dan baru-baru ini,Mr.Arga meminta bantuan pada saya untuk menjadi pacar sewaannya,agar Miss Wina menjauh darinya".Kataku dengan satu tarikan nafas.
"Aku sudah tau semua dari sekertaris Wisnu, kalau begitu kenapa kalian tidak menikah saja?".Ibu Arga tampak santai mengeluarkan kata-kata yang paling tidak ingin ku dengar.
Mendengar perkataan dari ibunya,membuat Arga tersedak.
Uhukkkkk...
"Makanya pelan-pelan makannya!"Celoteh Ibu Arga.Aku tertawa meringis mendengar kata-kata Ibu Arga.
"Ibu bicara apa?"Arga berteriak di depan Ibunya.
"Ibu tau semua,kamu meminta bantuan kepada Asta hanya untuk Wina.Agar dia cemburu,dan meminta mu kembali padanya,padahal kamu tau betul jika ia menghianatimu dengan Rey sahabatmu!".Omel Ibu Arga lagi.
Lagi-lagi aku mendengar kejutan dari orang-orang kaya macam mereka,Rey laki-laki kaya nun baik hati,adalah perebut istri orang,seperti ingin pingsan mendengannya.Why??aku masih berpikir dengan keras.
"Pokoknya Fix,Ibu setuju jika kalian bersatu".Imbuh Ibu Arga,sembari tersenyum ramah padaku,sebenarnya senyuman itu adalah,kamuflase agar aku mau mengikuti anjurannya.
"Nyonya,saya hanya Assisten Rumah tangga,bagaimana bisa menikah dengan Bos besar macam Arga".Aku menegaskan statusku.
"Lebih baik wanita biasa yang anakku nikahi,dari pada wanita super model tapi kelakuan macam Ib*is".Celotehnya lagi.
Aku hanya diam,tak berani menjawab perkataan Ibu Arga.Arga masih saja menolak tawaran Ibunya sendiri.
"Bu,aku benar-benar tidak bisa".
"Cinta,akan datang seiring pertemuan intens mu dengan gadisku Asta":Ibu Arga tampak menyukaiku,tapi tetap saja pikiranku tak enak di buatnya.
Tuhannnnn....kenapa aku terjebak di situasi macam ini...😭
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝