
Arga berteriak-teriak seperti orang gila meminta bantuan kepada semua orang guna menolongku dari abang pintu kematian.
"Tolong,tolong istriku!".Pintanya lirih.
Semua orang berkumpul melingkari kami,tampak Arga yang masih di liputi dengan ketakutan tak henti-hentinya meneteskan air mata.
Tak berapa lama Ambulance datang hendak membawaku yang terkulai penuh darah.Selama perjalanan Arga terus memegang tanganku karena takut kehilangan ku.
Sementara tim medis tampak sibuk memasang alat-alat penopang hidupku.
Tampak salah seorang dari mereka berkata."Detak jantungnya melemah,pupilnya melebar".
Arga semakin kalut."Bertahanlah Asta,Aku percaya padamu,aku sungguh-sungguh minta maaf,aku tak akan mampu hidup tanpamu,ingat janji kita,kamu tak akan pernah meninggalkan ku".Tutur Arga sesekali mencium tangan ku yang selalu ia pegang Nya.
💖💖💖
Sesampainya di rumah sakit,tim medis membawa ku ke dalam ruangan VVIP yang di tujukan untuk orang-orang berpengaruh di ibukota untuk ditangani oleh para dokter-dokter pilihan.
Arga mengikutiku dan hedak masuk ke dalam ruang perawatan.
Seorang dokter menghadang tubuhnya yang masih lemas dan wajah pusat pasi.
"Maaf tuan muda Dewantara,anda cukup menunggu di ruang tunggu,biarkan kami berkerja menyelamatkan istri anda".Tutur dokter yang memiliki nametag bernama Reynard itu.
"Tolong selamatkan istri saya dok!".desak Arga,wajahnya kacau air matanya terus berlinang.
"Baik,kami akan berusaha".
Arga terpaksa duduk di ruang tunggu dengan keadaan frustasi menunggu keadaanku.
Tiba-tiba Jonathan datang dengan berlari dan menarik ujung kerah Arga.Lalu mendaratkan bogem mentah ke sudut bibir kiri Arga.
"Ba*ingan kau!,Jika kau tak mampu menjaganya,kau bisa menyerahkannya padaku,aku pastikan ia akan hidup bahagia,Kau tau akulah satu-satunya teman di kampusnya.tapi kau malah meragukan cinta wanita yang ku sukai!".Dengus Jonathan penuh emosi.
Namun Arga tampak acuh,pandangannya kosong tak membalas pukulan Jonathan.padahal harga diri Arga setinggi gunung himalaya,sehingga ia tak akan segan-segan membalas intimidasi seseorang padanya.
"Aku salah,aku salah".Ucap Arga lirih.
"Persetan dengan mu!".Seru Jonathan.
Ayah dan Ibu mertuaku datang ke rumah sakit,raut wajah mereka napak serius karena memikirkan ke adaan ku.
Ibu Arga menggoyang-goyangkan tubuh anaknya yang masih nampak syok.
"Arga,bagaimana bisa begini?,apa yang terjadi?".Ucap ibu Arga.
"Bu..Bolehkah aku menggantikan penderitaan Asta?,pasti ia sangat kesakitan,Bu".Arga nampak terbata dengan air mata yang senantiasa mengalir seolah air matanya tak kan habis karena menangisi keadaanku.
💖💖💖💖
Keesokan harinya,keadaanku masih belum stabil,bahkan bisa di bilang aku masih dalam keadaan koma di ruang intensif.
Jonathan dan Arga bahkan tak beranjak dari rumah sakit karena menunggu ku.
Ayah,Ibu tiriku dan Zico akhirnya tiba di ibu kota,mereka langsung menuju ke rumah sakit .
Tatapan Zico saat melihat wajah Arga tampak begitu mematikan,bahkan ia tak berhenti menatap tajam ke arah Arga yang masih tampak diam tak berkutik.
"Bagaimana keadaan putriku?".Tanya ayahku dengan wajah sendu,mungkin beliau tampak syok dengan keadaanku.
Arga bergeming tak menjawab pertanyaan Ayahku.Namun tidak dengan Jonathan ia menjawab pertanyaan Ayahku dengan penuh sopan satun."Kami juga masih menunggu perkembangan Asta,paman".
"Kamu siapa?".Tanya ayahku.
"Perkenalkan,saya Jonathan teman sekampus Asta".Tutur Jonathan.
"Ah ..sahabat Asta".Sahut ayahku.
Seorang dokter keluar dari ruang intensif dengan wajah sedikit sayub.
Arga beranjak dari kursi dan mendesak sang dokter."Bagaimana keadaan istri saya dokter".
"Ada peradangan pada otak pasien yang menyebabkan trauma hebat akibat benturan keras,kita tunggu saja setelah pasien sadar,untuk keseluruhannya baik,pasien sudah melewati masa kritis".Tutur sang dokter.
Arga terduduk lemas di lantai,karena mendengar kalimat dokter tersebut.
Sedangkan ayahku nampak sedih mendengar keadaanku.
Zico menghampiri Arga yang sedang terduduk dilantai kemudian berjongkok kearah Arga."Aku pernah berujar,jika kau tak bisa menjaganya,lepaskan dia,serahkan pada kami keluarganya,kami yang akan menjaganya tak kan menyia-nyiakannya".Desis Zico dengan tatapan mata mengancam.
"Tutup mulutmu!,kau hanya seorang anak kecil,aku yang berhak atas diri Asta karena aku suaminya dan aku mencintainya".Ucap Arga penuh emosi.
"Jika kau mencintainya,tentu saja kau harus percaya padanya,bukan malah mencurigainya".Bisik Zico.
Arga terdiam mendengar kalimat Zico.
**Boss..Come here please!
Jangan lupa like,komen,rate dan vote.
thx u**.