Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Arga Vs Zico



Langit sudah mulai gelap,Aku masih bercengkrama dalam buaian sensual nan gairah yang Arga berikan,sehingga membuat ku sedikit terengah dan lelah.


"Bagaimana,kamu masih mau kabur lagi jika marah":Arga meninggalkan bekas kecupan di mana-mana.


"Jelas saja aku marah,apakah kamu tak merasakan jika Cherryl memiliki tujuan lain?".


"Aku tau,aku hanya menganggap seperti biasa,kamu tenang saja,aku tak akan jatuh cinta padanya,aku tak pernah melihatnya sebagai wanita";Ujar Arga sembari mengelus punggung ku dengan jari-jemarinya.


Aku sedikit menggeliat,karena sentuhan tangan kokoh Arga.


Tiba-tiba suara ketukan pintu dari luar di sertai suara dingin dari Zico memecahkan keromantisan di antara kami.


"Hei...Raja dan Ratu,Ayah memanggil kalian,apakah kalian akan terus berada di kamar, jika hanya menumpang untuk melepaskan gairah kalian,lebih baik kalian pergi ke hotel saja!":Kata Zico dari balik pintu dengan suara setengah berteriak.


"Iya":Sahut ku singkat memberi tanda jika kami berdua sudah bangun dari tadi.


Zico berlalu meninggalkan kamar,suara decitan kakinya samar-samar tak terdengar seiring sosoknya yang menjauh dari pintu kamarku.


"Apakah adik tirimu mencoba memprovokasiku?":Ujar Arga setengah beranjak dari tempat tidur,namun aku dengan sigap menghentikannya dengan memegang lengan kekar Arga.


"Lihatlah dirimu,kamu sedang dalam keadaan polos tanpa seuntai kain yang menutupi tubuh mu":Aku melirik ke arah Dada abs Arga.


"Aku harus bertindak tegas padanya!":Seru Arga dengan wajah merah padam memendam kejengkelan yang mulai menjalar ke ubun-ubunnya.


"Dia masih anak kecil,kamu tak perlu membuat masalah denganNya.Toh kalau kamu macam-macam disini,aku tak suka":Aku meredam emosi Arga dengan susah payah.


"Kita pulang malam ini":Titah Arga dengan suara arogant yang kadang ia tujukan untuk ku.


"Mulai lagi kan,kamu":Aku sedikit menyengirkat kanan bibirku pasrah dengan sikap Arga.


"Ayo siap-siap!".Arga beranjak dan memakai baju yang sengaja ia buang di lantai tadi,kemudian memungut baju ku yang juga berserakan:"Pakai bajumu!":Imbuhnya lagi dengan menyodorkan dress biru muda yang ku pakai sejak pagi.


Tak lama kami sama-sama keluar bersamaan menuju ke bawah kedai Ayahku.


"Ayah,kami akan kembali ke Ibu kota malam ini":Aku sedikit sedih karena harus meninggalkan Ayahku lagi.


Wanita cantik setengah baya dengan senyuman ramah mendekat ke arahku lalu menggenggam tanganku dan menepuk-nepuknya dengan lembut:"Menginaplah,Nak.Ayahmu masih merindukan mu":Ujar Wanita itu.


"Apakah anda Istri dari Ayah ku?":Aku setengah kaget,melihat visual sempurna dari ibu tiriku,ternyata ketampanan Zico menurun dari Ibunya.


"Iya,panggil aku Ibu,tak perlu sungkan,sebenarnya aku ingin menemui mu tadi,namun Ayahmu mencegah ku,karena kamu sedang beristirahat ".


"Tidak apa-apa":Aku menjawab dengan nada sedikit sungkan.


"Nak,menginaplah":Ayahku menatap ke Arah Arga.


"Baik yah":Arga menjawab tawaran Ayahku dengan sedikit tidak iklas.


"Ayo makan malam bersama":Ajak Ibu tiriku.


💖💖💖💖💖💖


Setelah selesai makan,aku memilih membantu Ayahku membereskan kedai mie yang sudah akan tutup.


Arga mencari udara segar dengan keluar menuju depan kedai Ayahku yang nampak sedikit kendaraan yang lalu lalang,ia masih asyik menghisap sebatang rokok yang ia ambil dari saku jasnya.


"Arga":Sapa seorang anak muda dari arah belakang.


Arga menengok dengan gaya maskulin yang selalu ia tunjukan:"Kamu adik tiri Asta,ada perlu apa kamu menghampiri ku?".


Zico tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dengan maksud mengejek Arga.


"Ha...ha..ha..ha..ha...Aku baru saja membaca biografimu di internet,umur 35tahun,CEO perusahaan kosmetik,duda karena mantan Istrimu menghianatimu dengan sahabatmu sendiri":Zico masih terkekeh merendahkan harkat dan martabat Arga.


"Maksud kamu apa!":Hardik Arga,tangan nya mulai mengepal dan membuang putung rokok yang dari tadi ia selipkan antara jari tengah dan jadi telunjuk.


"Kamu hanya lelaki,plin plan,manja,dan otoriter?":Kata-kata Zico tampak sinis dengan mata sedikit di sipitkan.


Arga mulai murka,ia menarik ujung kerah kaos Zico,mencoba memukul nya:"Kamu berani menghinaku,kamu tak tau jika aku dapat menghancurkan mu dalam satu hentakan satu jari kelingkingku":Ancam Arga.


Zico kembali terkekeh:"Tunggu hingga hingga aku dewasa,jika kamu membuat Asta bersedih,aku akan merebutnya darimu!".


"Kamu !":Arga sudah bersiap mendaratkan bogem mentah ke wajah Zico.Namun aku berhasil menghentikan perbuatan Arga.


"Arga,cukup!":Aku berlari ke arah Arga dan mencoba melepaskan cengkeraman tangan Arga yang dari tadi menarik kerah Zico.


"Adik mu ini sudah tak waras!":Arga melepaskan cengkeramannya dan pergi meninggalkan kami.


Aku melirik ke arah Zico yang masih tak acuh.


"Apa masalahmu dengan Arga?":Ucapku.


"Kalau aku bilang Love at first sight itu ada,apa tindakanmu?"Ucap Zico.


Aku melihatnya dengan sinis,lalu pergi meninggalkan nya.


"Dasar tak waras!":Gumam ku.


💝💝💝💝


Jangan lupa Like&Komen


Vote dan Ratting boleh juga tuh...


😁😘🤗