
Aku tak mau terus terhanyut dalam buaian cinta semu Arga yang tak pasti,yang aku yakini ia tak mungkin melepaskan Wina begitu saja,mengingat ia begitu lama mencintai wanita itu,sejak masa kuliah,dan setelah lulus dari kuliah S3,Arga memaksa kedua orang tuanya untuk menikahi Wina pujaan hatinya itu,namun sebenarnya Ayah Ibu Arga tak begitu setuju dengan keputusan anaknya saat itu.
Yang mereka pikirkan saat itu adalah bagaimana Putra semata wayang mereka bisa hidup bahagia,namun kenyataan nya,di tahun ke empat pernikahan Arga,mereka harus menelan pil pahit karena Wina kedapatan di dalam kamar hotel bersama Rey sahabat Arga sejak kecil,dan Arga sendiri lah yang memergoki perselingkuhan itu.Namun anehnya Arga tak menyalahkan Wina,malah lebih menyalahkan sahabatnya Rey,hingga Akhirnya Orang tua Arga memaksa mereka untuk bercerai,namun bukan Wina namanya jika tak dapat menjerat Arga,dengan segala tipu muslihat dan mulut manis nun menggoda,ia mampu meyakin kan Arga sekali lagi jika dia bukan cinta yang salah untuk nya.
Sesampainya di apartement.
"Sepertinya aku akan kembali tidur di kamarku sebelumnya":Ucapku.
Arga memegang tanganku,dan sedikit menggoyangkan nya:"Bukan kah aku sudah berjanji akan melepaskan Wina untuk mu".
Ku hempaskan tangannya dengan kasar:"Kamu baru berjanji tapi belum melakukannya,iya bukan?".
"Ayolah,Asta kenapa kamu tak mau kembali ke kamar kita".Ia mencoba melemahkan titik kelemahan ku dengan memasang wajah ter imut yang ia miliki.
Aku sedikit menghela nafas:"Apakah kau mulai kehilangan akal,setelah aku meninggal kan mu?".
Arga menggerakan matanya ke atas seraya mencari kata yang pas untuk menjawab pertanyaanku:"Bisa di bilang begitu".
Arga nampak berubah menjadi kucing lembut,tidak seperti biasanya,kasar,arogan dingin dan sombong,apakah sifat ini yang ia tunjukan pada Wina selama ini?.
Selama 2 bulan perkenalan ku dengan nya ia tak pernah sekali memperlihatkan tipu daya nya seperti ini,tapi jujur saja aku lebih suka Arga yang dingin dan arogan.(Asta kelainan ih)๐
"Apakah kamu tak merindukan ku Istri ku".Ucapnya seraya meraih helaian rambutku dan menciumnya.
"Hentikan!,aku jijik melihat mu seperti ini":kalimat ku membuatnya naik pitam.
"Apakah kamu suka aku yang kasar!?":Iya mulai meninggikan suaranya.
"Em....aku masih mencoba berhati-hati,barang kali kamu hanya membuat tipu daya untuk menjerat ku agar aku tak lari lagi darimu":Aku menjawabnya dengan santai.
Ia hanya menatapku dengan tajam.
"baiklah Tuan Arga dewantara,karena hari ini hari yang melelahkan,saya undur diri dulu": imbuh ku lagi,ku bungkukan kepala ku seperti memberi hormat padanya,namun kenyataannya aku sedang mengolok olok nya.
Aku pergi dan masuk menuju kamar.
'Ada apa dengan prempuan itu,biasanya ia tak begitu berani padaku,bahkan ia berani mengolok-oloku kali ini,apakah aku sudah terlalu lunak padanya?':Arga bergumam dalam hati,ia masih sangat bingung dengan sikap ku yang sedikit berani padanya.
Sementara itu di dalam kamar ku...
Aku tertawa puas dalam hati,karena mampu melawan nya.'Puas sekali rasanya,beginilah Asta,Kamu boleh muda,tapi kamu tak boleh kalah dari lelaki tua itu".Gumamku dalam hati.
Dikamar Arga....
Tiba-tiba Ponsel Arga berdering,Ia melongok sedikit ke arah ponselnya,terlihat nama:
Cecunguk memanggil....
'Ada apa laki-laki ini menelepon ku':Gumamnya dalam hati,kemudian ia mengangkat Ponselnya.
Percakapan Arga dan Jonathan.
Arga\=Hallo(Suara dingin)
Arga\="Apa urusan mu?".
Jonathan\="Ingat,jika kau lengah aku tak akan segan-segan merebut Asta darimu"(nada mengancam).
Lalu Jonathan menutup ponsel begitu saja.
"Laki-laki breng*ek!":Umpat Arga,ia memaki ponselnya sendiri seolah ia sedang berhadapan dengan Jonathan.
โโโโโ
Pagi ini Bau harum semerbak menghujam hidung ku bertubi-tubi,harum makanan yang masuk lewat sela-sela pintu kamarku,dan mampu membuat ku bangun seketika.
Dengan mata masih memejam,ku hirup kuat-kuat aroma wangi itu,dan ketika itu pula,cacing-cacing di perutku sudah mulai membunyikan genderang perang karena meminta jatah sarapan pagi ini.
Aku mulai beranjak dari tempat tidur,dengan rambut masih awut-awutan lalu membuka pintu dan berdiri mematung di depan kamarku.
Kulihat pemandangan indah,seorang malaikat sedang memasak di dapur,malaikat yang setiap saat mampu membiusku,sejenak aku perhatikan laki-laki tampan itu,hingga tanpa sadar air liur ku ingin keluar dari mulutku yang sedang menganga dari tadi.
"Sedang apa kamu berdiri disana,kamu tak ingin sarapan?":Ucap Arga dengan masih sibuk dengan masakannya.
lamunanku buyar mendengar kata-kata Arga.
'Hei Asta,ingat janjimu,kamu harus tari ulur laki-laki tua ini':Aku menyemangati diriku sendiri dalam hati.
"Tak perlu,aku akan siap-siap ke kampus hari ini":Ucapku,hendak berbalik menuju kamar.
"kamu tak menghargai jerih payah ku?":Tanya Arga..
'Haha...rasakan,begini lah perasaanku selama ini'.Ucapku dalam hati dengan di bumbui tertawa jahat versi ku.
"Aku tak lapar":Aku menjawab enteng.
Arga menghampiriku,meraih tangan ku,dan menuntun ku dengan lembut menuju Meja makan:"Coba lah sedikit".
"Baiklah jika kau memaksa":Ucapku dengan akting nada malas.
satu suapan,nasi goreng sea food buatan chef Arga:"Omo!!!!enak sekali,aku lupa jika dia juga seorang chef terkenal".batin ku dalam hati.
"Bagaimana rasanya?":Kata Arga dengan atusias seolah matanya memancarkan cahaya penuh semangat.
"Biasa saja":jawab ku dengan Acuh....
โคตโคตโคตโคต
*haha...kasian juga Mr.Arga di kerjai oleh Asta ๐.
Jangan lupa,like,komen,ratting..
kalau suka dengan Tulisan saya,bisa di vote juga,biar makin semangat,๐
thx u*...