Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Di terima kerja



2 Hari setelah kepergian ku,Arga terus mencari-cari keberadaan ku di sudut-sudut Ibu kota,mengerahkan segala kemampuannya untuk menemukan ku,Pada saat itu ia baru menyadari ketika aku tak ada,seperti ada yang kosong,tapi ia tak tau apa itu,ia tak bisa mencerna siapa yang ia inginkan saat ini,Aku ataukah Wina,namun ketika Aku tak ada hatinya seolah ada sedikit terasa sakit.


Bahkan untuk 2 hari ini ia tak ada daya untuk pergi ke kantor,keadaanya benar-benar kacau,ia tak mengubris Wina wanita yang ia cintai menurut instingnya.


Berita kepergianku begitu cepat hingga sampai ke telinga Ayah dan Ibu Arga,sehingga membuat mereka memutuskan untuk kembali dari tour keliling dunia mereka.


Sementara itu,aku mencoba melanjutkan hidupku dan aku di terima bekerja sebagai tenaga kebersihan di suatu rumah sakit di pinggir kota.


Dengan mengenakan Seragam berwarna biru,dengan rambut sengaja aku kuncir ekor kuda,aku siap membersihkan ruangan demi ruangan di Rumah sakit itu.


'Syukurlah aku di terima jadi tenaga kebersihan di rumah sakit ini,terpaksa aku harus mengubur dalam-dalam impianku'.Gumam ku dalam hati.


Ketika aku sedang terhanyut dalam lamunan ku,aku tak sengaja menabrak seorang ibu yang nampaknya sedang berjalan tergesa-gesa,karena benturan sedikit keras membuat kami saling terpental.


*BRUK*


"Hai...Dimana matamu!":Hardi Wanita itu.


"Maafkan saya nyonya".:Aku menundukan pandanganku.


"Dasar tenaga kebersihan!,tidak punya mata ya kamu!!,Kalau jalan hati-hati dong!":Seru wanita itu dengan nada tinggi dan terlihat kesal.


"Maaf nyonya saya bersalah".


"Ya iyalah kamu salah,kamu pikir aku yang salah?!,kamu yang jalan tidak menggunakan mata mu dengan baik!":dengan nada semakin tinggi ia membentakku bahkan jari telunjuknya ia arahkan ke wajahku.


Karena Teriakan wanita itu,membuat semua orang memperhatikan kami,banyak dari mereka melihatku dengan tatapan Iba .


setelah tiba-tiba seorang laki-laki menghentikan kemarahan Wanita itu.


"Saya akan mengganti rugi,atas luka yang nyonya derita akibat teman saya".


Spontan aku menengok ke arah sumber suara itu:"Jo,kamu sedang apa disini?".


"Tidak perlu":Jawab Wanita itu lalu pergi meninggalkan kami.


Jonathan,memegang kedua pundakku:"Kamu sedang apa disini?":Jonathan balik bertanya padaku.


"Aku,kerja".


"Arga sedang mencari-cari mu,dia bahkan kerumah ku,dan berkata jika kamu pergi dari rumah".


"Biarkan saja,kamu tak perlu memberi tahu nya jika aku bekerja disini,awas kalau sampai bocor!":aku mengancam Jonathan.


"Aku suka dengan kamu yang seperti ini,tidak bodoh di bawah tekanan budak cinta yang selalu kamu perlihatkan pada laki-laki tak berperasaan itu":Ucap Jonathan.


"Lalu sedang apa kamu disini,Jo?".


"Mengantar ibu ku chek up bulanan".


"Jadi Bibi disini?":Aku sedikit bersemangat ketika aku mendengar bahwa Ibu Jonathan juga sedang berada di Rumah sakit ini.


"Jangan temui Ibu ku dulu,Ibuku sedang syok mendengar jika kamu adalah Istri dari seorang Ceo perusahaan kosmetik terkenal bernama Diarga dewantara".Kalimat itu seolah membuat dadaku sesak,Ibu Jonathan pasti terluka karena kebohongan ku.


"Sebenarnya aku sangat merindukan Bibi".


"Kamu sabar dulu,nanti aku akan bujuk Ibu ku untuk tetap menerimaku sebagai teman ku,oke":Arga mencoba menenangkan ku.


"Kamu pulang jam berapa,nanti aku jemput,aku ingin tau kamu tinggal di mana".


"Jam 4":Aku menjawab pertanyaan Jonatha dengan nada sedih seperti ingin menangis.


Jonathan mengusap rambut ku dengan lembut:"Sudah jangan sedih,Aku antar Ibuku pulang dulu".


Aku mengangguk pelan.Jonathan pergi meninggalkan ku,sedangkan aku harus menyelesai kan tugas ku membersihkan setiap bangsal dalam Rumah sakit itu.


➖➖➖➖➖➖


Sementara itu di Apartemet Arga,Ayah dan Ibu Arga nampak khawatir atas kepergianku dan menyalahkan sepenuhnya kepada Arga.


"Apakah aku membuatnya menikah dengan mu dengan tanpa alasan?":Ibu Arga nampak kesal dengan putra semata wayangnya,tangannya mengepal dan air mata nampak merembes keluar dari kedua sudut matanya,Namun Arga tetap menunduk karena mungkin ia sedang merasa bersalah dan tak berdaya karena tak menemukan ku.


"Ayah lega ketika kamu menikah dengan Asta, Ayah pikir Asta akan menolong mu untuk melupakan Wanita mata duitan seperti Wina itu":Mata Ayah Arga nampak merah menahan marah.


"Namun apa yang kamu lakukan dengan dia,kamu mengabaikan perasaannya,ketulusan nya!":Ucap Ibu Arga.


"Arga sudah mengerahkan semua bawahan Arga untuk mencari Asta,Arga sudah patah arang":kata-kata Frustasi nampak keluar dari bibir Arga.


"Lalu,apa yang akan kamu lakukan sekarang?":Tanya Ayah Arga.


"Menikahi wanita murahan mu itu!":Ibu Arga menimpali kalimat Ayah Arga tadi dengan nada mengejek.


"Cukup!,Arga tak mau jika Ayah dan Ibu menyalahkan Wina untuk masalah Asta":Seruan Arga nampaknya membuat penyakit Ayah Arga kambuh.


Ayah Arga nampak memegangi dada kanannya seraya meringis kesakitan,dan kemudian hilang kesadaran.


Arga dan Ibunya nampak panik,melihat Ayah Arga tak sadarkan diri.


Arga menyambar ponsel yang sedari tadi ia taruh begitu saja di atas meja dan menekan nomor panggilan darurat,agar ambulan segera datang di apartement nya.


➖➖➖➖


Tak berapa lama Ambulan tiba,tampak tim medis datang menuju unit apartement Arga dan membawa tubuh lemas Ayah Arga dengan ambulance stretcher(Tandu ambulan). sedangkan Arga dan sang ibu mengikuti di belakang,dengan wajah kusut dan air mata mulai menetes membuat pikiran Arga kalut karena kawatir namun ia mencoba tetap tenang,sedangkan sang Ibu tampak tak bisa menahan emosi dan menangis sekuat tenaga melihat sang Suami tergolek lemas di atas tempat tidur yang di dorong oleh beberapa tim medis.


Arga beberapa kali mencoba menenangkan sang Ibu,namun usahanya sia-sia malah menambah tangisan Ibu nya makin menjadi-jadi.


Setelah di dalam ambulan tim medis mulai memasang beberapa alat untuk menyelamat kan nyawa Ayah Arga.


➖➖➖➖➖


Sesampainya di rumah sakit,dengan sigap para tim medis membawa Ayah Arga ke ruang UGD untuk menyelamatkan nyawa Ayah Arga.Tim dokter terbaik di kerahkan untuk menangani Ayah Arga,karena keluarga mereka termasuk ke golongan Kelas VVIP di rumah sakit itu sehingga mendapat penanganan paling cepat.


"Silahkan Tuan Arga dan Nyonya Dewantara menunggu di luar,kami akan menangani Tuan Dewantara dengan baik":Kata salah satu tim dokter di rumah sakit itu.


Dengan patuh mereka berdua menunggu di luar ruangan,Ibu Arga masih tak henti-hentinya menangis,sedangkan Arga duduk dengan kaki lemas tak berdaya karena takut akan keadaan sang Ayah.


Tiba-tiba mata Arga tertuju pada satu sudut di rumah sakit itu,Celakanya ia melihatku sedang membersihkan lantai di bangsal dekat dengan ruang penanganan Ayah Arga,dan bahaya nya aku tak menyadari keberadaan Arga disana...


⏬⏬⏬


Jangan lupa Like dan komen setelah membaca..


Thx u.🤗