
Aku lebih memilih untuk meninggalkan Arga yang sedang asyik mengobrol bersama Cherryl dan Ayah Ibunya,karena jujur saja aku tidak berminat mendengar pembicaraan orang-orang kaya yang pasti aku tak akan mengerti apa yang mereka bicarakan.
Dengan suasana hati penuh rasa jengkel karena melihat kelakuan Arga hari ini.Aku masuk ke kamar dengan menghentak kan kaki kuat-kuat agar Arga mendengar kemarahanku.
"Apanya sih dia pernah nolak Cherryl,jelas-jelas ia juga kegatelan!":Aku mengumpat dalam hati.
Aku berdiri di Balkon memandang pemandangan sekitar kediaman keluarga Dewantara.
Sesaat tiba-tiba aku mendengar suara cekikikan tak jelas dari bawah,aku sedikit melongok untuk memastikan siapakah gerangan yang tampak sedang bahagia di atas kejengkelan ku.
Setelah ku pastikan itu suara Arga dan Cherryl.membuat darahku makin mendidih di buatnya.
'Dasar laki-laki tak berperasaan,Wina pergi munculah satu lagi wanita penggoda,"Aku terus mengucapkan sumpah serapah ku mengutuk mereka berdua.
Karena aku sangat kesal dengan kelakuan dua manusia tak tau malu itu,aku putuskan untuk pulang ke apartement diam-diam dan hanya pamit kepada kedua mertuaku dengan mengutarakan sejuta alasan yang sedikit masuk akal.
Dengan sigap,Sopir utusan mertuaku siap membukakan pintu mobil sedan keluaran terbaru berwarna hitam itu.
"Silahkan Nyonya":kata pak Sopir itu dengan kepala menunduk.
"Terimakasih pak,sudah mau mengantarkan saya pulang":Ucapku sembari masuk kedalam kursi belakang mobil itu
"Sudah tugas saya,memastikan Nyonya Asta sampai ke rumah dengan selamat":Kata pak sopir dengan penuh rasa hormat.Memastikan aku sudah duduk kemudian ia menutu pintu mobil itu.
Sebenarnya aku sedikit risih di perlakukan bak ratu oleh pekerja di rumah keluarga Dewantara.menurut sebagian Wanita menikah dengan Arga adalah sesuatu hal yang menguntungkan,bisa di sebut jika di kehidupan ku dulu aku adalah penyelamat dunia,sehingga Tuhan menganugerahkan ku untuk menjadi Istri seorang Diarga Dewantara.Namun nyatanya setelah Arga mendapatkan kesucian ku dia mencoba tak acuh padaku,aku tak berani berfikir muluk-muluk tentang perasaan Arga padaku,Yang aku tau biarlah aku merasakan malam indah itu dengan laki-laki yang aku cintai.
💝💝💝💝
Sementara itu di kediaman Dewatara.
Arga tampak kebingungan mencariku di setiap inchi sudut kamarnya,ia tak mendapati ku di manapun.
Kemudian Ia bertanya kepada sang Ibu yang masih asyik mengobrol dengan Cherryl.
"Bu,apakah Ibu melihat Asta?":Arga tampak panik ketika melontarkan pertanyaan pada Ibunya.
"Oh..Asta,Ia pulang terlebih dahulu,karena besok ada ujian katanya":Ujar Ibu Arga tampak bingung dengan tingkah anak lelakinya itu.
"Kalau begitu Arga pulang dulu,Bu.Takut jika Asta kenapa-kenapa":Kata Arga masih terlihat panik.
"Hei..Bukankah kita akan pergi bersama?!":Kata Cherryl dengan nada setengah tinggi.
"Itu tak begitu penting,yang terpenting aku harus menemukan Istriku dulu":Ujar Arga sembari setengah berlari keluar dari kediaman Dewantara.
Raut wajah Cherryl nampak merah padam karena kesal atas perlakuan Arga padanya dan lebih mementingkan aku...
💖💖💖💖
Arga memanggil.....
Namun aku enggan mengangkat telpon dari Arga,beberapa kali pak Sopir melihat ke arah ku dari balik spion,namun aku masih diam dan terhanyut ke dalam pikiran ku sendiri.
Beberapa detik kemudian setelah aku memikirkan sesuatu.
"Pak..Bisakah Pak sopir mengantar saya menuju stasiun?":Titahku.
Pak Supir tampak mengkerutkan dahi karena heran.
"Nyonya Asta hendak kemana?":Tanya Pak Sopir itu.
"Saya akan megunjungi Ayah saya hari ini".
"Apakah Mr.Arga tau,jika anda akan berkunjung":Imbuhnya lagi sambil sesekali mematap spion.
"Tentu":Sahut ku singkat.
"Bagaimana bisa tau,sedari tadi aku sengaja tak mengangkat telepon darinya":Gumam ku.
🚂🚂🚂🚂🚂
Sesampainya di stasiun.
"Terimakasih pak,sudah mengantar saya sampai di stasiun":Ujar ku.
"Tugas saya melayani Anda,nyonya.Jika tidak ada lagi yang perlu saya bantu,maka saya undur diri dulu":Ujar pak Sopir sambil membungkukan kepalanya,dan aku pun mengikuti Nya ikut membungkukan kepala ku.
Tak lama setelah aku naik kereta,kulihat layar ponsel ku yang sengaja aku mode silent.
76 panggilan tak terjawab dari Arga,namun aku lebih memilih mematikan ponsel ku,dan menjauh dari Arga untuk beberapa waktu.
Pagi itu kulalui akhir pekan menuju rumah ayah,dan kali ini aku sendiri tanpa suamiku Arga.
Jangan lupa Rate,Like dan komen......
Vote juga boleh....😘😘😘
Thx you...