Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Aku ingin bercerai 2



Arga menatap mata ku,seolah ada gurat kesedihan di matanya,ia terdiam mematung seolah sedang memikirkan sesuatu.


Sementra Wina yang awalnya dipenuhi amarah,cahaya wajahnya tampak berubah ketika aku mengatakan kata-kata cerai pada Arga.


"Arga,ceraikan lah aku,agar kamu bisa kembali dengan wanita yang kamu cintai,aku tidak pernah mau jika kamu hidup dalam tekanan karena terpaksa menikahi ku".Dengan suara lemah aku terpaksa mengatakan hal yang paling tak ingin ku katakan,Jujur saja sebenarnya aku senang menyandang status Nyonya muda Arga,tapi apa daya,Suamiku tak pernah benar-benar mencintaiku.


Wina bertepuk tangan seraya tertawa bahagia."Ha..ha...ha,Benarkah kamu akan melepaskan Arga?,Sayang akhirnya kita bisa bersatu".Wina bicara tanpa melihat wajah Arga yang nampak sendu.


"Kita baru menikah beberapa hari,bagaimana kamu meminta cerai ?".Mata Arga masih menatap wajahku yang pucat.dengan centong yang masih ia pegang karena sedang memasak bubur untukku.


"Kalau begitu,apakah kita harus mengajukan gugatan pembatalan pernikah?".Kataku.


"Kamu tidak memikirkan kesehatan Ayahku yang semakin melemah?,Bagaimana bisa kamu meminta ku untuk membatalkan pernikahan kita?".Arga masih berusaha membujukku.


"Bukankah kamu ingin terbebas dariku?,ingin bersatu dengan kekasih mu,disini aku hanya di anggap sebagai orang ketiga di antara kalian".Aku menegaskan pada Arga,walau sebenarnya aku menahan air mataku yang benar-benar ingin keluar.


'Meskipun nyatanya Wina lah yang merupakan orang ketiga'.Gumam ku dalam hati.


Arga menghampiriku,sedangkan Wina tampak bingung dengan sikap Arga yang seolah sedang menahanku.


"Karena kamu sakit,mungkin pikiranmu sedang kacau,lebih baik kamu istirahat,jangan bicara aneh-aneh".Arga memapah ku kembali menuju kamar.


Wina terbelalak melihat perlakuan lembut Arga pada ku."Maksud kamu apa sih,Ga!".Hardik Wina sembari mengikuti langkah kami menuju kamar.


Dengan mata melotot,Arga menoleh ke arah Wina,Agar ia menutup mulutnya,dan secara otomatis Wina langsung terdiam.


Arga Membaringkan ku di tempat tidur,kemudian menyelimutiku.


"Kamu jangan berpikir macam-macam dulu,lebih baik kamu istirahat,dan menunggu bubur buatan ku matang,Oke".Entah kenapa aku benar-benar bodoh,bahkan mendengar kata-kata lembut dari Arga membuatku meleleh bak cokelat yang di panaskan,lumer tak bersisa.


Arga mengarahkan Wina keluar,dan memintanya untuk bicara secara baik-baik,kali ini ia benar-benar menuruti Arga.


"Maksud kamu apa?".Wina meminta penjelasan pada Arga.


"Aku tidak bisa menceraikannya sekarang,lihatlah kondisi kesehatan Ayahku yang sedang buruk,aku tak bisa membuatnya semakin buruk karena harus bercerai dengan Asta".Arga menjelaskan pada Wina alasan tak ingin menceraikan ku,tapi nyatanya ia masih bingung tentang perasaannya.


Sedangkan Wina mau tak mau harus menerima keputusan Arga.Karena ia benar-benar tak ingin jika mesin penghasil uangnya pergi darinya.


"Sekarang kamu pulang,aku akan membujuk Asta,agar tak meminta cerai padaku".


"Tapi ingat,jangan pakai perasaan,dan jangan lupa beliin aku tas Kremes yang kemarin aku perlihatkan padamu,itu limited edition loh ya.Cuma ada beberapa orang di Negara ini yang punya".Pinta Wina.


Arga menganggukan kepala,Seraya mengarahkan Wina keluar dari Unit apartement kami.


Arga melanjutkan memasak bubur untukku,yang tadi sempat ia matikan sejenak karena dia cukup syok dengan pernyataanku.


Tak berapa lama Bubur buatan Arga matang,dengan memakai nampan Ia menaruh bubur itu kedalam mangkuk berwarna hitam,baunya semerbak wangi.


Arga membawa bubur itu ke kamar,agar aku bisa memakan nya selagi panas.


"Asta bangun".Arga mengoyang-goyangkan tangan ku dengan lembut.


Aku terpana melihat visual Arga saat ini,dengan membawa nampan berisi bubur,dan kemeja yang di gulung hingga ke lengan serta rambut sedikit berantakan,membuat ku tak berhenti berdecak kagum lagi dan lagi,seolah aku benar-benar terhipnotis dengannya.


Arga meletakan nampan berisi bubur itu di meja sebelah tempat tidur,dan duduk di tepi tempat tidur tepat di sampingku.


"Lihatlah perjuangan ku".Kata Arga.


"Perjuangan apa?".


"Aku adalah ahli waris dari perusahaan kosmetik terkenal,bagaimana bisa membuat bubur untuk mu".Arga lagi-lagi menyombongkan diri.


Aku menoleh kekanan dan ke kiri.


"Mana ekormu?".ucapku.


"Ekor?,aku tak punya ekor?".Arga kebingungan dengan pertanyaanku.


"Maksudku kekasih gelapmu".


"Oh,Sudah aku suruh pulang".jawab Arga sembari mengaduk bubur dan menyuapkannya padaku.


'Tumben sekali dia tak marah,mendengar kata-kataku menjelekan Wina?'pikirku.


"mmhh...enak,apakah kamu sering membuatkan ini untuk Wina?".


"Tidak pernah,ini pertama kalinya,setelah aku lulus kuliah,dulu ketika aku kuliah di Inggris,aku sering membuatkan bubur ini untuk sahabatku Cherryl,aku ,Cherryl dan Rey adalah teman sejak kecil,tapi karena Cherryl menetap di Inggris,membuat kami jarang berkumpul."


"Ah..sahabat,pasti sangat spesial untukmu".


Arga tiba-tiba tersenyum,namun tak menjawab pertanyaanku selanjutnya.


⤵⤵⤵⤵⤵⤵


Jangan lupa like setelah membaca dan jangan ragu meninggalkan kritik dan saran.


thx u🤗