Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Butuh waktu



Sore itu setelah selesai kuliah Jonathan menawarkan tumpangan padaku,namun dengan halus ku tolak tawaran Nya.Karena aku pikir aku ingin menenangkan pikiran ku sendiri dan lebih memilih naik Bus untuk pulang.


Langit sudah berubah sedikit menghitam,menandakan senja akan berganti dengan malam,aku memandang kesamping menengok ke arah jendela,dan hanyut ke dalam lamunan ku yang panjang memikirkan Diarga dewantara suami ku.


Entah sudah berapa kali aku menyangkal hati ku,jika aku tak ingin memikirkan nya namun otak ku selalu menuntun ku kesana.


Sesampainya di depan pintu Apartement ku tekan kode pintu apartement.Setelah berhasil membukanya,yang aku lihat pemandangan gelap gulita di segala sisi,bahkan Gorden besar berwarna merah metalik yang selalu menjadi penyekat antara kaca balkon seperti sengaja di tutup oleh seseorang.


'Mungkin Arga belum pulang dari kantor':Pikirku.Dan kemudian aku putuskan untuk mandi dan berganti baju,karena hari ini adalah hari yang padat untuk ku.


Ketika aku ingin masuk ke dalam kamar mandi,tiba-tiba terdengar benda jatuh dan pecah.


"Pyarrrrrr"


Suara itu terdengar dari arah kamar Arga.Dengan cekatan aku berlari menyusuri anak tangga guna mengecek apakah ada sesuatu atau mungkin ada pencuri yang masuk ke dalam unit apartement kami,tapi tak mungkin mengingat keamanan di apartement ini adalah yang paling terhebat di kelasnya.


Kubuka pintu kamar Arga,alangkah kagetnya aku melihat seluruh isi kamar porak poranda seperti kapal pecah.Dan di sudut tembok, aku lihat Arga sedang duduk terpaku di atas lantai dengan tangan penuh darah.mataku terbelalak melihat pemandangan ini dan tanpa sadar mengatupkan kedua tanganku untuk menutup mulutku.


Dengan masih dalam keadaan bingung ku hampiri Arga,yang masih tertunduk lesu tanpa menghirau kan kedatangan ku.


"Hei...ada apa?":Suara panik tampak keluar dari bibirku,seraya berjongkok di depan Arga.


Setelah beberapa kali ku goyangkan badannya,lalu ia mendongakkan kepalanya,dia menatap ku dengan sendu,tampak air mata mengalir ke sela-sela pinggir matanya.


'Ada apa dengan nya?":Batin ku menatapa matanya.


Spontan Arga memeluk ku melingkarkan tangan nya ke pundakku.Ia tampak kacau hari ini."Bisakah kita tetap begini?".


Aku pasrah kali ini,aku benar-benar tak tega melihat laki-laki yang aku sukai kacau seperti ini,selama ia tak menjelaskan padaku,aku tak akan memaksanya menjelaskan tentang keadaanya.


"Apakah suatu saat jika kamu bosan dengan ku,kamu akan menduakan aku?":Dengan suara lirih Arga pelan-pelan melepaskan pelukannya dan menancapkan kedua tangannya ke kedua pundaku.


"Apa yang kamu katakan?,Bahkan kita tak pernah memulai hubungan ini,pernikahan kita tak begitu sehat selama ini":Ujarku dengan suara tenang.


kepala Arga mulai menunduk dan bersandar tepat di dadaku,seperti seorang anak yang bersandar kepada IbuNya.


"Hari ini aku bertemu dengan Wina untuk berbicara baik-baik dengan Nya".


"Lalu?":Ujarku karena mulai penasaran.


"Lalu yang aku temukan adalah,Wina tidur dengan laki-laki lain di kamar apartement yang sengaja aku belikan untuknya":Kalimat menyedihkan bagi Arga keluar lemah dari bibir tipisnya.


"Ya,tapi bukan dengan cara seperti ini,jujur saja aku masih bingung dengan perasaanku,seolah aku sedang di buat bingung dengan hatiku sendiri,disisi lain aku mencintai Wina,namun aku juga tak dapat menyingkirkan mu dari otak ku":Arga mengangkat kepalanya dari dadaku.


'Serakah sekali laki-laki ini**':batinku.


"Mari obati dulu lukamu,aku takut jika luka mu ini terkena infeksi":Aku menariknya dengan lembut agar ia berdiri.


Arga menuruti tuntunanku dan mengikutiku turun ke sofa depan televisi:"Sebentar,aku cari kotak P3K untuk mengobati lukamu".


Arga memandangi punggung jari jemarinya yang tampak darah segar masih asik keluar dari sana,ia tak sadar jika mereka berdarah,mungkin luka ini terjadi ketika ia memberikan bogem mentah kepada kaca rias.


Setelah menemukan kotak P3K aku mulai mengobati luka Arga,dengan lembut,dan meniup-niupnya.Arga terus memandangi ku yang tampak serius dengan aktifitasku itu.


"Apakah kamu benar-benar menyukai ku?":Suara tenang mulai keluar dari bibir Arga.


"Jangan ngomong macam-macam":Jawabku,masih sibuk dengan jari jemari Arga.


"Kamu benar-benar mencintai ku bukan karena status,jabatan dan uangku bukan?":Ia memastikan perasaanku,seolah ia sedang trauma dengan kisah cinta Nya dengan prempuan mata duitan macam Wina.


"Jika aku mencintaimu karena itu semua,aku tak akan berusaha kabur dari mu beberapa kali":Aku menjawab dengan tenang.


"Jadikah pelipur laraku,jadilah tempat ku berpulang,jadilah satu-satunya Wanitaku":Titah Arga.


Aku hanya tersenyum lembut lalu memandang matanya:"Aku butuh waktu,aku mencintai mu,namun beberapa kali kamu juga menyakitiku,jujur saja aku masih sedikit trauma dengan sikap kasar mu padaku ketika kamu marah".


"Aku akan menunggu mu,dan membuat mu jatuh cinta padaku lagi dan membuat hubungan kita makin kuat":Tandas Arga.


"Sudah selesai":Seruku dengan suara sumringah.


"Bagaimana jika kita mengunjungi Ayah dan Ibu ke rumah?":Ucap Arga.


"Apakah Ayah mu sudah pulang?".


Arga mengangguk pelan.


⏬⏬⏬⏬


Jangan lupa like&komen..


thx u,🤗