Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Mencair



Pagi yang cerah menghiasi langit ibu kota saat ini,Ketika aku menyibuk kan diri membereskan debu-debu halus yang tertempel di sudut-sudut unit apartement kami,Yah..begitulah sejak aku menikah dengan Ceo perusahaan Kosmetik terkenal kehidupan ku sedikit berubah,tidak ada kata tidak ada uang dalam kamus ku sejak saat itu,padahal dulu ketika aku masih tinggal di kota kecil negara ini,untuk makan saja sedikit sulit.Namun meskipun sekarang aku mempunyai cukup uang,aku tak pernah membelanja kan uang Arga untuk hal-hal aneh.


"Akhirnya selesai juga":Dengan tangan melipat pinggang aku mengecek dan menengok ke kanan dan ke kiri memastikan semua bersih.


Setelah Sekertaris Wisnu datang untuk mengambil beberapa stel baju,untuk Arga,aku berfikir bagaimana jika aku memberikan bekal makan siang untuk Arga,mengingat hari ini adalah hari sabtu aku sedang libur akhir pekan.


'Baiklah,karena aku adalah gadis baik,yang tak pernah menyimpan dendam,aku akan membuat sedikit kejutan untuk Arga' : Gumam ku dalam hati.


Beberapa jam aku menyibuk kan diri di dapur untuk memasak beberapa menu spesial untuk Arga.


Dan akhirnya tara,,Menu makan siang spesial ala korea untuk Arga.Meskipun rasanya standart setidaknya Arga harus menghargai jerih payah ku kali ini.


Sebelum bersiap aku memastikan terlebih dahulu apakah Arga di kantor atau sedang menemui Klien di luar:'Lebih baik aku menelepon sekertaris Wisnu terlebih dahulu'.Pikir ku.


Percakapan di telepon.


Aku: "Hallo".


Wisnu:"Iya nyonya ada yang bisa saya bantu(Dengan nada sopan dan lemah lembut).


Aku:"Apakah Arga sedang di kantor?"


Wisnu: "Mr.Arga sedang perjalanan menuju tempat peluncuran produk baru,nyonya".


Aku:"Dimana?".


Wisnu:"Di sebuah Hall pusat perbelanjaan M2M."


Aku:"Baiklah,terimakasih".


Suasana di dalam mobil Arga.


Arga sedikit bingung mengapa Aku menanyakan keberadaannya kepada sekertaris Wisnu,padahal aku bisa menelepon ke ponsel Arga sendiri,Arga berpikir jika aku masih marah karena kejadian semalam.


"Kenapa Asta?":kata Arga dengan nada dingin sebagai ciri khas nya.


Sembari sibuk menyetir sekertaris Wisnu menjawab pertanyaan bosnya itu:"Saya kurang tau,Nyonya Asta hanya menanyakan jika anda sedang berada dimana?".


"Apakah tidak hal yang lain?".


"Tidak ada Mr."


Sementara itu aku sedang bersiap menuju mall tempat yang tadi Sekertaris Wisnu katakan,dengan menenteng kotak bekal berwarna kuning yang tadi sempat aku buat untuk Arga.


Aku lebih memilih menggunakan bus untuk sampai ke tempat tujuan ku,sambil menikmati suasana kota yang tak pernah lengang.


Sesampainya di pusat belanja M2M,Aku sibuk mencari Arga dengan menengok ke kanan kiri depan dan belakang,ketika tiba-tiba seseorang menepuk pundak ku dengan lembut,Pria dengan rambut rapi dengan stelan jas berwarna hitam dan dasi garis berwarna hitam putih,otomatis aku menoleh ke arah pria tinggi itu.


"Maaf nyonya mungkin saya mengagetkan Anda": kata Sekertaris Wisnu Dengan kepala membungkuk.


"Ah...tidak,dimana Arga sekarang?".


"Silahkan saya antar,saya di perintahkan Mr.Arga untuk menunggu kedatangan Anda,nyonya".


'Menunggu ku?'.Aku sedikit senang,karena ternyata Arga masih memperhatikan ku,ku kira dengan kejadian semalam ia akan marah padaku.


Tak berapa lama,dari jauh aku melihat sosok laki-laki tinggi dan tampan dengan rambut rapi,dilengkapi dengan stelan jas berwarna krem serta dasi hitam polos yang mungkin tadi adalah baju pilihan sekertaris Wisnu,Ia berdiri tegak dengan tangan iya lingkar kan kebelakang menutupi sebagian punggungnya,sepintas kelihatan menakutkan namun secara fisik begitu mempesona.


"Ada perlu apa kamu datang menemuiku?":Masih selalu dengan nada dingin yang kadang ia perlihatkan padaku.


Aku sedikit mengangkat tangan ku yang sedang menenteng kotak bekal berwarna kuning yang aku siapkan untuknya:


"Untuk ini".


"Apa itu?".


"Makan siang untuk mu,kamu pasti belum sempat makan siang".


"Berikan kepada Wisnu,nanti jika aku sempat,aku akan memakannya".


"Bukan kah itu sangat kejam untukku,lalu sikap apa ini?,apakah kamu canggung dengan kata-kataku semalam?".


Suasana sedikit mencair.


"Kalimat mu yang mana yang membuatku canggung?":Ia pura-pura lupa.


"Aku cinta kamu".:Aku sedikit berbisik ke arahnya.


"Jangan bahas itu lagi,kamu pasti tau apa jawaban ku".


"Ia aku tau,aku bertekat tak kan melepaskan mu,meskipun kamu mencintai Wina,tapi Ayah dan Ibumu akan mendukungku":Kalimat provokatif yang mengandung unsur kepedean.


"Sinting":Nada bicaranya mulai berubah,lebih hangat,tatapan Arga juga sudah tak seperti tatapan singa semalam.Aku melihat senyum di balik kata 'Sinting' itu.


"Apakah kamu tak akan mencoba membuka hati untukku?".


"Lebih baik kita pulang kerumah,kita makan siang di sana":Arga mengalihkan pembicaraan kami.


"Untuk apa?,disini juga banyak tempat,lalu apakah pekerjaanmu sudah selesai?".


"Ingat,aku ini bos,pekerjaanku cukup meninjau,semua sudah di handle oleh semua staff ku dengan baik".Lagi-lagi kalimat membanggakan diri sendiri yang ia lontarkan ketika suasana sudah mulai cair dan tak canggung.


"Kamu tidak akan melakukan apapun lagi kan?":Aku sedikit was was.


"Aku tidak tertarik padamu".


"Tidak tertarik,tapi memaksa ingin mem*ekosa semalam".Gerutuku.


"Apa kamu bilang?".


"Haha...tak ada".aku sedikit tertawa geli.


Kami berjalan menuju tempat parkir guna pulang menuju Apartement kami.ya...kami..aku dan Arga.


Walau terkesan murahan,tapi aku yakin suatu saat cinta ku akan terbalas dan berakhir indah.


⏬⏬⏬


Jangan lupa Like,kritik dan saran serta ratting setelah membaca..


Thx U,🤗