Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Devinis budak Cinta 2



"Apa yang kamu lakukan,Arga?".Aku membuka mataku dan medongakan wajah menatapnya.Namun ia hanya tersenyum.


Tak lama setelah aku selesai mandi.Arga membopongku kembali memasuki kamar dan meletakkan ku di atas kasur.


Kemudian ia berjalan menuju walk in closet untuk mengambilkan ku baju.


Ia mengambil stelan baju tidur berwarna biru polos lalu melangkah berjalan ke arahku kembali.


"Buka handuk mu,Asta".Ia masih menenteng stelan baju tidur tadi.


"Tidak,aku akan memakai bajuku sendiri".


"Jangan nakal,Asta.Suami mu ini sedang ingin memanjakan mu".Goda Arga dengan senyuman jahat itu lagi.


"Tidak!".Aku berusaha memeluk erat tubuhku yang di tutupi dengan handuk hitam sampai di atas dadaku.


"Sudah aku bilang,aku sudah melihatnya semua,Asta".


"Tidak ... Jangan paksa aku Arga".


penolakan ku malah semakin membuatnya tertantang,seperti orang di suruh.Aku mempertahankan dengan sekuat tenaga,namun tetap saja ia berhasil melancarkan aksinya.


💖💖💖💖


"Nah..begini kan bagus,kamu terlihat cantik dan rapi".Ujarnya.


Sementara aku menatap wajahnya malas,karena kesal dengan perbuatannya tadi.


"Sekarang gantian aku akan mandi,kita tidur siang bersama,oke".Ia melingkarkan ibu jari dan jari tekunjuk dan mengarakannya padaku.


Aku hanya diam tak menggubrisnya dan memilih membaringkan tubuhku di atas kasur empuk miliknya.


Arga keluar dengan memakai stelan baju tidur yang sama dengan ku dan kemudian menghampiriku yang tidur dalam keadaan miring membelakangi nya.


"Hai ... Istri".Ia melambai-lambaikan tangan seperti orang bod*h.


Aku mengerutkan dahi,kemudian berbalik arah dan membelakanginya lagi.


Dengan sigap ia membalikan ku kembali sehingga membuatku terlentang,Arga menaiki pinggir kasur dan memeluk ku dari samping,dengan lembut ia menyusuri telinga menuju ke pipiku dengan bibirnya nan lembut.


Aku sedikit menjauh,namun tangannya lagi-lagi mampu menahanku sehingga kembali ke posisi awal.


"Jangan nakal,Asta.Aku benar-benar rindu padamu".


"Tak apa jika kamu tak mengenal ku,akan ku buat kamu mengenal ku dan jatuh cinta padaku sekali lagi dan berulang kali".Ucap Arga sambil menyentuhkan hidungnya ke hidung ku dan membuatku merasakan hembusan hangat nafasnya yang segar,yang otomatis mengirimkan sinyal kepada otak ku untuk memerintahkan otak agar memerahkan wajahku karena malu.


"Cukup,Arga!!!.Aku tak nyaman,bisakah kamu meninggalkan ku sendiri?".Pintaku dengan wajah memelas.


Arga menipiskan bibirnya dan menyipitkan matanya kemudian disusul dengan menggelengkan kepala untuk mengirimkan sinyal jika ia tak mau berhenti menggangguku.


Ia semakin memeluk ku dengan erat,di benamkan nya wajahku di dada bidangnya.Semerbak wangi maskulin arga terngiang-iyang di otak ku yang membuat seberkas cahaya ingatanku seolah sekelibat muncul kembali sehingga membuatku terasa pusing.


"Aduh,pusing!".Aku memegang kepalaku.


"Jangan akting,Asta!".Arga semakin mengeratkan pelukannya padaku.


"Sakit!".


Ia melepaskan pelukannya dan memeriksa keadaanku.


"Apa yang sakit?".


Aku menunjuk ke arah kepalaku sendiri.


"Aku akan mengambilkan obat,setelah itu kita tidur siang".


💖💖💖💖


Arga kembali ke kamar dengan membawa obat dan air putih yang di taruh di atas nampan hitam.


Ia mengangkat tubuhku agar aku dalam posisi duduk.


"Minumlah,Asta".


Tak lama setelah minum obat,aku kembali ke posisi tidur kemudian Arga tidur disampingku.


Arga memelukku dengan lembut dan memainkan helaian-helaian rambutku,sesekali ia mendaratkan ciuman ke sana.Anehnya hal ini membuatku terasa nyaman.


"Tidurlah Asta,rebahkan kepalamu di pundak ku".


"Apakah dia sedang merayu ku?".


Boss ... Come here please!.