Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Dipaksa menikah 2



Ibu Arga tampak tak puas dengan jawaban kami yang terus menolak ide gila yang akan ia lakukan dengan menikahkan kami.Padahal Ia tau betul aku dan Arga adalah sepasang manusia tak saling mencintai hanya sebatas simbiosis mutualisme.


"Kenapa kalian menolak?".Dia menoleh ke arahku dan kemudian ke arah Arga.


"Lihatlah Asta,wanita cantik nan lugu".seolah ia memujiku di depan Arga,agar anaknya tertarik padaku.


"Dan lagi, Asta kamu bisa mendapat kehidupan yang mewah jika kamu menikah dengan putra ku satu-satunya".Ibu Arga menegaskan padaku tentang harta yang mereka miliki,yang tak tanggung-tanggung banyaknya.


Aku mencoba menolaknya kembali dengan halus dan mencari-cari alasan agar Ibu Arga tak bermain-main dengan ide pernikahan ini.


Aku selalu menganggap pernikahan adalah sesuatu hal yang sakral,jadi menurutku aku hanya ingin menikahi laki-laki yang aku cintai,meskipun kadang entah mengapa ketika aku bersama Arga,muncul perasaan aneh dalam dadaku,seolah ada ruang penting yang berhasil Arga kuasai di sudut-sudut hatiku.


"Tapi nyonya,apakah anda tidak merasa malu memiliki menantu dari kaum rendah seperti saya?.


"Mengapa aku harus malu,toh aku lebih menyukaimu yang menjadi pendamping Arga,bukankah kamu sedang mencari uang untuk membayar hutang-hutang ayah mu dan meneruskan studimu ke perguruan tinggi?".


Tau dari mana ia tentang berita ini,bahkan aku selalu merahasiakan tujuanku bekerja disini dan menerima pekerjaan sampingan sebagai wanita sewaan Arga.


Arga kembali lagi menolak,kali ini dengan kata-kata sedikit membuatku kesal."Bu,aku malu memiliki istri seperti dia,bahkan dia tak pantas di ajak ke acara pesta semalam".


Apa yang Arga pikirkan?,bahkan semalam mulutnya tak berhenti menganga melihat penampilanku.


"Aku juga tak ingin menikahi laki-laki tua sepertia mu,aku baru menginjak 20 tahun sedangka kamu berumur 35 tahun":Kata-kataku mengganggu pikiran Arga.


Namun lagi-lagi Ibu Arga melancarkan jurus seribu bayangan yang berhasil membuat pendirian ku goyah.


"Bukankah kamu ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi?,Aku bisa membantumu untuk studi di salah satu perguruan tinggi di ibukota,bahkan dengan akreditasi terbaik,dan melunasi hutang-hutang Ayahmu".


mendengar pernyataan Ibu Arga.Lagi-lagi membuat mata ku berbinar memancarkan pesona kehijauan.


"Tapii...Nyonya".Belum sempat aku melanjutkan kalimatku.tapi ibu Arga sudah memotong pembicaraanku.


"Hari ini utusanku sudah menuju ke kediamanmu dan mungkin sudah bertemu ayah mu,untuk melunasi hutang-hutan ayahmu".


"Bu,kenapa ibu berbuat seperti ini".Arga seperti sudah kehabisan akal untuk menolak ide pernikahan paksa ini.


"Diam kamu,anak tak bisa di atur,lihat hidupmu sekarang,seperti orang bodoh,bahkan kalian sudah bercerai dan membagi harta gono gini,tetapi kamu masih mau saja memberi uang pada Wina!".Seru Ibu Arga menghentikan rengek kan anaknya yang seperti anak kecil itu.


Kami saling menatap tak berselang kemudian tatapan kami berubah menjadi tatapan jijik.


"Oke,siapkan diri kalian,Ibu akan atur pernikahan ini secepat mungkin."ucap Ibu Arga dengan senyuman penuh kemenangan dan pergi meninggalkan Apartement kami.


Aku berdengus karena emosi.


"Apa yang kamu lakukan padaku semalam?".


Arga menatap mataku tajam kemudian ia menyentuh rahangku dengan satu tangan,dan menekannya kuat-kuat.


"Kamu pikir,aku sudi menyentuh tubuhmu yang jelek ini!".ia mendekatkan bibirnya ke wajahku.


Aku tak melawannya lagi,setelah ku ingat kemarin ia mampu menganiaya ku di depan umum,apalagi sekarang di dalam rumah hanya ada kami berdua,pasti ia mampu melakukan apapun.


Ia beranjak pergi,menuju kamarnya,sedangkan aku masih harus mengerjakan tugas rumah tangga.


💖💖💖💖💖


Tak lama ia keluar kamar hendak pergi ke kantor,Style menawannya dengan stelan tiga potong dan lagi lagi mampu ia suguhkan di hadapanku,membuat air liurku seperti ingin keluar dari antara sela-sela mulutku.


Dengan mengenakan stelan abu-abu dan dasi berwarna hitam corak abu-abu ia melenggang bebas berjalan melewatiku,seolah tak memperdulikan ku.


"Dasar laki-laki tengik".Teriakku dalam hati dengan menggenggam Lap yang ada di tanganku.


💖💖💖💖💖


Setelah beberapa jam,Akhirnya pekerjaan rumahku selesai,ku pandangi sekeliling rumah tampak berkilau saking bersihnya.


"Aw....capeknya"Kuseka dahiku seolah sedang berkeringat,kuhempaskan tubuhku ke sofa depan televisi.Ku pejamkan mataku sejenak,tiba-tiba...


Kruk..krukkk..


Cacing di perutku mulai meraung-raung karena sudah tak tahan ingin diisi makanan.


"Ah...laparrr,lebih baik aku pergi ke Supermarket,kata Sekertaris Wisnu di lantai dasar apartment ini ada supermarket yang lumayan lengkap".


Aku berjalan menyusuri Apartemen mewah itu,menolah kekanan dan kekiri,mencari sesuatu.


"Hei,gadis cantik!"


Ku tolehkan wajahku ke sumber suara,terlihat wajah Rey tepat berdiri di hadapanku,dengan tinggi jenjang dengan stelan casual membuat mataku tak ingin berkedip.Aku teringat kata-kata Ibu Arga yang menyebutkan bahwa laki-laki didepanku ini yang mengakibatkan rumah tangga Arga berantakan.


"Ah..kamu..."Aku sedikit malas melihat wajahnya meskipun sebenarnya mataku tak mampu berkedip karena ketampanan Rey.


"Ah?.."Ucap Rey tertawa lepas.


"Mengapa kamu tiba-tiba berubah?,adakah yang salah dengan pertemuan terakhir kita?".Ia bertanya seperti manusia tanpa dosa.


ku gerakan bibirku ke kanan dan ke kiri.


"Aku belanja dulu".sahutku singkat.


"Aku juga ingin belanja,".Ia terus membuntuti ku dari belakang.


"Hei..."Hardiku seketika mengentikan langkah dan menatap wajahnya.


"Kenapa?,Bukankah ini tempat umum".sahutnya dengan senyuman licik seperti serigala yang siap menerkam mangsanya.


Aku menoleh ke arahnya sesaat,kemudian aku melanjutkan langkahku.


Akhirnya aku menemukan supermarket yang aku maksud.


"Akhirnya".Gumamku.


Rey tampak menatapku tersenyum.


"Biar aku yang bawa trolinya!"seruan Rey menghentikanku mengambil Troli di depan pintu masuk Supermarket.


"Hei,aku ingin berbelanja,kalau kamu ingin belanja,bawa troli sendiri-sendiri!"Aku setengah berteriak.


stttt...


Rey menutup mulut ku dengan tangannya.


"Hei...jangan berteriak,lihatkah banyak orang memandang ke arah kita".


Aku menoleh ke kanan dan ke kiri,banyak orang yang melihat kearah kami,tidak sedikit dari mereka yang mulai berbisik,bergunjing tentang kami.


"Lagipula kamu ganggu kegiatanku,pergi sana!"Aku mengusirnya dengan suara lirih..


Tiba-tiba Ponselku berdering,ku intip layar ponsel ku.


Majikan songong memanggil.....


sekarang,bergantian aku yang menutup mulut Rey dengan tanganku,agar ia tak berbicara ketika aku sedang menerima telepon dari majikan ku ini.


Rey mengodei ku dengan kedua tangan seolah bertanya kenapa?,lalu ku arahkan layar ponselnya ke arah wajahnya.ia tampak mengerti dan mengangguk,aku melepaskan tanganku dari mulutnya.


"Halooooo".


"Kamu dimana?"kata Arga.


"Aku sedang belanja di supermarket di area gedung apartement".kataku.


Tiba-tiba Rey ber ujar seolah dengan sengaja,agar Arga dapat mendengar suaranya.


"Aku ke lorong mie instan dulu ya,Cantik"Ujarnya.


Aku melongo melihat wajah Rey,seakan ingin melemparkan tubuhnya ke dalam kandang buaya amazon,agar ia di makan buaya hidup-hidup.


"Siapa itu,kamu belanja dengan siapa?!"Seru Arga,padahal suara itu ada di balik Ponsel namun mampu menggetarkan lututku.


"Tetangga,aku belanja dengan tetangga".suaraku mulai bergetar.


"Aku kenal betul suara itu,itu Rey ,kan?".


"Ah...iya..".


Arga memutuskan saluran telepon.entah apa yang akan dia lakukan padaku ketika sampai dirumah.


💝💝💝💝💝💝