
Pagi itu di temani sinar matahari yang tak begitu terik,aku berjalan setelah Arga mengantar ku ke kampus dengan mobil SUV yang biasa ia pakai kemanapun.
'Akhirnya aku kembali',Aku bergumam dalam hati,berjalan ringan tanpa beban dan pikiran,toh hari ini Arga akan membicarakan seseuatu pada Wina semoga berjalan lancar.
Tampak dari kejauhan seorang pria tampan memakai kemeja Abu-abu yang sengaja di masukan ke dalam celana jeans hitam yang menempel pas pada kakinya,Ia tampak tersenyum melihat kedatangan ku,seolah sedang menunggu kekasihnya yang sudah lama tak berjumpa.
"Hai".
Aku menyapa dirinya seraya mengangkat tanganku dan membuka kelima jariku lebar-lebar.
"Apakah kamu baik-baik saja?":Ia tampak khawatir padaku meskipun wajahnya tak menunjukan ekspresi kekhawatiran.
Aku menganggukan kepala pertanda aku mengiya kan pertanyaan Jonathan.Jonathan membalasnya dengan senyuman dengan tangan mengacak-acak rambut ku yang sudah ku sisir rapi sejak dari rumah tadi.
"Hei..lepaskan tanganmu":Aku berseru agar Jonathan menghentikan aktifitasnya.
"Hahaa.....Kamu memang gadis lucu":ia tertawa melihat mulut ku yang sedikit maju membentuk seperti duck face.
Kamu berjalan bersama menuju kelas,guna mengikuti mata kuliah hari ini.
➖➖➖➖➖➖
Sementara itu,sebelum ke kantor Arga menyempatkan diri untuk berkunjung ke apartement Wina untuk membicarakan hal penting pada Wina.
Suara Bel pintu apartemen Wina berbunyi terus menerus seiring dengan berdirinya Arga tepat di depan pintu.
Namun batang hidung kekasih gelapnya itu tak kunjung keluar,seketika ia ingat akan kode pintu unit apartement Wina adalah tanggal lahir Arga sendiri,tanpa pikir panjang Arga menekan nomor di atas gagang pintu itu,dan tak lama kunci pintupun terbuka.
Arga membuka pintu dengan hati-hati,berjalan mencari keberadaan Wina sampai langkahnya terhenti tepat di depan kamar yang pintunya sengaja atau entah tak sengaja di tutup.
Mata Arga tampak terbelalak memandang pemandangan apik yang di suguhkan oleh Wina,Wina tampak tidur tanpa sehelai benang pun di tubuhnya,di sampingnya tampak laki-laki muda yang juga nampaknya terlelap memeluk tubuh mulus Wina.
"WINA!!".
Seruan Arga membuat sepasang pria dan wanita yang nampak lelap di kasur berselimut merah itu tersentak kaget.
Wina nampak kaget dengan kedatangan Arga yang tak seperti biasa,sebelum berkunjung Arga akan mengirim pesan kepada Wina,namun tidak untuk hari ini.
Wina berlari ke arah Arga,dan bersimpuh di kaki Arga tanpa sehelai kain menempel di badannya.
Dengan spontan Arga menyingkirkan tubuh Wina yang menempel di kaki Arga dengan kasar dan membuat Wina jatuh terduduk.
"Beginikah sifat aslimu,dulu aku pikir kamu benar-benar khilaf ketika aku sibuk bekerja karena kesepian sehingga membuat mu tidur dengan Rey!":Tandas Arga,dengan nada setengah tinggi dan tatapan ganas bak singa lapar yang mampu mencabik lawannya dalam 1 tarikan tangan.
"Mmaaf...":Suara terbata keluar dari bibir yang biasanya mengeluarkan nada-nada sensual nan menggoda,Ia seperti kehilangan arah ketika ia menyadari bahwa Arga tak pernah meninggikan suaranya pada Nya,namun tidak untuk pagi ini.
"Mulai detik ini,kamu keluar dari apartement ini,dan pergi dari hadapan ku,aku tak ingin melihat wajahmu yang menjijikan itu!":Bentak Arga.
"Maafkan aku Arga,aku benar-benar khilaf,semenjak kamu menikah,kamu tak pernah lagi menyentuhku":Ujar Wina dengan air mata buaya yang entah berapa liter yang ia keluarkan,namun itu tak membuat Arga goyah dan melepaskan Wina untuk selamanya.
"Aku akan memberimu uang,dan lebih baik kamu pergi jauh dariku!":Arga nampak menekan dagu Wina dengan ibu jari dan jari telunjuk kuat-kuat,sehingga membuatnya meringis kesakitan.
"Aku tak akan mengulanginya lagi,aku berjanji":Wina nampak menyatukan kedua telapak tangannya seraya memohon ampunan Arga.
"Aku berharap,sore ini kamu sudah angkat kaki dari sini,bila perlu kamu pergi dari kota ini":Titah Arga dengan suara sadis tanpa ampun,dan kemudian memilih pergi tanpa pamit.
Wina nampak menangis tersedu menyesali perbuatannya,ia benar-benar kehilangan ladang uang yang selama ini ia miliki,dan harus menerima nasip di buang oleh Arga.
Arga berjalan keluar dengan kesal,ia tak habis pikir dengan kelakuan prempuan Iblis yang ia cintai segenap jiwa dan raga namun kenyataannya yang dikatakan orang tuanya benar.
Arga mengirim pesan pada sekertaris Wisnu agar menghentikan semua kegiatannya hari ini untuk menenangkan diri terlebih dahulu
dan kembali ke apartement.
⏬⏬⏬⏬
Jangan lupa like&komen.
thx u 🤗