
"Mengapa kamu baik kepadaku?".
Pertanyaanku yang tiba-tiba membuat jantung Arga seolah berhenti berdetak,jelas saja Arga sendiri juga tak pernah paham akan perasaannya sekarang,yang ia pahami adalah di alam bawah sadarnya,ia tak benar-benar ingin berpisah dengan ku.
"Kenapa kamu tanyakan itu padaku?".Arga menghentikan suapannya.
"Hanya sekedar ingin tau,tidak seperti biasanya saja,ketika mata mu melihatku,nada bicaramu padaku seolah semua berubah".
Arga nampak menghela nafas sejenak,seolah sedang mempersiapkan jawaban tepat untuk pertanyaanku"Aku hanya ingin berteman dengan mu dan menjaga mu".
Jawaban singkat yang mampu membuat mood ku naik turun,bagaimana bisa ia menganggapku hanya sebatas teman,meskipun kenyataanya ia adalah suamiku,akulah Nyonya Arga Istri pewaris tunggal D'Beauty Groub.
"Teman?".Aku menegaskan Jawaban Arga.
Ia mengangguk,mengiyakan pertanyaanku",bagaimana jika kita berteman dan saling menjaga,aku hanya tidak ingin melukai siapa pun dengan hubungan ini,Ayahku,Ibuku,Wina semua akan baik-baik saja."
'Apakah kamu tak memikirkan perasaanku?'.Aku bergumam dalam hati,disini aku korbankan semuanya,bahkan hatiku yang entah berapa kali tersakiti dengan hubungan tidak jelas ini.
Bukan kah cinta sepihak itu sungguh menyakitkan?,bahkan sebagian orang menganggap kata Cinta tak harus memiliki tidak ada dalam kamus mereka,Justru ketika kita mencintai seseorang yang harus kita lakukan adalah mengejar cinta itu hingga dapat.
"Lalu,apa yang kita lakukan?,dan hingga kapan sandiwara berwujud cinta ini akan berakhir?".Kataku.
"Sampai ayahku pulih,dan ketika ibu juga menyetujui Wina untuk kembali padaku,aku akan melepaskan mu baik-baik,dan memberi mu kompensasi untuk yang kamu korbankan".Ia menjawab pertanyaanku dengan enteng,bahkan ia tak memperdulikan perasaanku,yang ia pikirkan Wina,Wina dan Wina.
Aku tertawa kecut mendengar jawaban darinya,"Jika kita hanya teman baik,seharusnya kita tak akan melakukan kontak fisik,kau tidak akan mencium ku sembarangan meskipun dalam keadaan mabuk sekalipun,atau yang lain".
Arga terdiam sejenak,"Tentu saja".
"Jadi aku bisa dekat dengan siapa pun,berteman dengan siapa pun,dan kuliah lagi?".
"Untuk itu aku akan pikirkan".
"Hei..bukan kah itu tak adil,kamu boleh dekat dengan Wina,sementara aku?".
"Baik lah,kamu bisa kuliah,tapi tak boleh dekat-dekat dengan berandalan itu".
"Siapa brandalan itu?".
Arga mendorong kepala ku dengan lembut"Kemarin pria pemberi tumpangan".
"Ah..Jonathan..Why?.Dia laki-laki baik,sopan".
"Aku tidak suka cara dia memandang mu".
"Cih".Aku tersenyum sinis.
"Baiklah,lebih baik kita tidur,besok ketika kamu sudah sembuh,kamu bisa kuliah dan pulangnya kita bisa nonton dan makan malam bersama".
Raut wajahku berubah sumringah bak mendengar kabar paling membahagiakan dalam hidupku.Tak mengapa jika cinta dalam hatiku ini bertepuk sebelah tangan,yang terpenting aku bisa menikmati kebersamaan dengannya untuk sementara waktu,pikirku.
"Benarkah!?".
"Tentu".
Arga mulai merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dan menyelimuti dirinya sendiri.
"Lalu?".Ia nampak kebingungan.
"Tentu saja kita harus tidur terpisah,kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi bukan?,Bagaimana jika aku kembali ke kamar ku".
"Tak perlu,disana tidak ada penghangat ruangan seperti di kamar ini,kamu bisa membeku,sedangkan kamu sedang sakit,dan belum lagi ketika ayah ibuku tiba-tiba datang,biarkan aku tidur di sofa dan kamu di tempat tidur"Pungkas Arga.
"Apakah kamu yakin?".
"Yakin".jawabnya singkat.
Ia beranjak dari tempat tidur,kemudian mengambil bantak dan selimut yang ada di lemari.
Aku terus memandangi tingkahnya yang menurut ku menggemaskan,Arga berubah menjadi kelinci yang ramah dan lucu,tanpa sengaja ia memandang ke arahku yang sedang tersenyum membayangkannya.
"Apanya yang lucu?".Pertanyaan yang mampu membuyarkan pikiranku.
"Ah tidak,aku hanya teringat Jonathan,ia sedikit lucu".Ucap ku.
"Lucu?,apanya yang lucu?".
"Entah".
"Dasar tidak waras".
➖➖➖➖➖➖
Keesokan paginya.
Aku bangun lebih awal guna mempersiapkan sarapan untuk Arga,karena akhir-akhir ini ia mulai terbiasa dengan masakanku.Tubuhku terasa lebih baik,mungkin karena hari ini adalah kencan pertama kami.
Semua sudah beres Nasi goreng seafood dan JUS APEL favorit Arga ketika sarapan.
Aku kembali ke kamar,untuk membangunkan Arga,yang kali ini nampaknya kesiangan,padahal biasanya ia sudah bangun pagi-pagi untuk berolah raga.
Ku goyangkan badannya dengan lembut,namun seolah aku tersihir dengan wajahnya yang makin tampan ketika kutatap dari dekat,Bulu mata yang lentik,bibir merah,dan kulit halus tak heran jika ia adalah CEO dari perusahaan kosmetik nomor satu di negeri ini.
Aku tersadar setelah beberapa saat,'Asta dia hanya menganggapmu sebagai teman,tidak lebih'.Aku menegaskan pada diriku sendiri.
Kemudian ku goyangkan tubuhnya sekali lagi,kali ini benar-benar mampu membuatnya terbangun.
"Iya".Ia mengucek matanya,dan mencoba membuka mata.
"Ayo,bangun.Sudah jam berapa ini!".
'Tuhan,dalam keadaan linglung setelah bangun tidurpun,ia benar-benar masih terlihat tampan.'Batinku.
⬇⬇⬇
**Jangan lupa like setelah membaca,jangan ragu untuk meninggalkan kritik dan saran
Thx u🤗**