
Pagi hari ini seperti biasa aku bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan sehat untuk Tuan muda Dewantara,sementara Arga pagi-pagi buta sudah pergi untuk berlari mencari peluh.
Setelah semua makanan sudah ku sajikan di atas meja,tak berapa lama Arga pun juga kembali dari jogging di area apartement.
"Apakah kamu lapar?":Aku bertanya padanya dengan senyuman termanis ku pagi ini.
Arga meraih kepalaku dengan satu tangan dan mengusap-usap lembut rambutku.
"Iya,aku lapar":Sahutnya.
"Makanlah!".
Tanpa pikir panjang Arga menarik kursi meja makan dan kemudian duduk.Kami seperti biasa sejak rumah tangga kami terlihat damai tanpa adanya orang ketiga selalu tak pernah melewatkan sarapan bersama entah itu di rumah atau di luar.
"Sebelum ke kantor,aku akan menengok Cherryl,apakah kamu mau ikut":Tanya Arga serius.
"Tentu":Sahutku singkat dengan masih mengunyah makanan yang sudah sempat aku suapkan tadi.
💖💖💖💖
Setelah selesai makan dan mandi,kami bersiap menujuk rumah sakit dimana Cherryl di rawat.
Seperti biasa Arga selalu menggandeng tangan ku sepanjang perjalanan menuju kamar rawat inap Cherryl.
Arga membuka pintu kamar itu pelan,seolah tak ingin menciptakan suara gaduh agar tak mengganggu waktu istirahat Cherryl.
Tanpa disangka,Cherryl sedang terjaga dan duduk menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang rumah sakit itu,sambil melihat ke arah langit yang saat itu tampak cerah meninggalkan kesilauan.
Karena merasa ada yang datang,cepat-cepat Cherryl kembali keposisi tidur,seolah ia bebar-benar lemah.
Ia berucap lirih:"Kamu, Arga?".
Arga mengangguk pelan,Mata Cherryl lansung tertuju kearahku yang berdiri tepat di samping Arga,dengan tatapan malas.
"Bagaimana keadaanmu?":Arga melontarkan pertanyaan klassik yang selalu di lemparkan kepada orang ketika sedang menjenguk orang sakit.
"Baik":Jawabnya lirih,seakan ia benar-benar lemah.
Tiba-tiba seorang dokter datang untuk memeriksa keadaan Cherryl secara berkala.
Setelah selesai memeriksa,dokter itu tampak tenang dan berwibawa.
"Bagaimana keadaannya dok?":Kata Arga.
"Baik semua baik,mungkin hari ini nona Cherryl diperbolehkan untuk pulang":Ujar dokter yang memiliki nama Leonard yang terpatri di atas nametag nya.
Arga melirik ke arah Cherryl yang nampak terlihat lemah,lalu Arga memutuskan berbicara dengan sang dokter secara pribadi dan mengarahkannya keluar meninggalkan kami berdua.
Setelah Arga pergi,suasana hening menghiasai kamar rawat inap ini,aku memilih diam tak berkata apapun karena malas melihat wajah penuh akting Cherryl.
"Apakah kamu tau,akulah wanita yang selalu ada di hati Arga,lihatlah ketika ia melihatku tertabrak,bukankah kah ia berlari ke arahku dan tak memperdulikan mu":Ucapnya sombong.
Aku hanya diam tak menjawab.
"Kenapa kamu tak menjawab?,kamu sedang berfikir,bukan?":Tanya Cherryl.
"Aku hanya malas menjawab omongkosong mu":Aku berdesis menjawab pertanyaan konyol Cherryl.
Jelas saja melihat sahabatnya tertabrak mobil pastilah membuatnya gusar .
Aku menyunggingkan senyum mengejek.
"Kamu bisa meremehkan ku,tapi lihat saja,aku bisa membuatmu pergi dengan hanya menyentilkan jari kelingkingku":Ancam Cherryl.
Aku tertawa jijik mendengar kata-kata percaya dirinya.
"Coba saja":Ejekku dengan satu tangan menangkup kearah bibirku,seolah menertawakan Cherryl.
Mendengar ejekan ku Cherryl tampak kesal,matanya merah karena menahan amarah sementara kedua tangannya mengepal.
Arga datang setelah berbicara dengan dokter tadi.Tiba-tiba peringai Cherryl tampak berubah dari rubah menjadi kelinci seolah ia sedang rapuh.
Namun nyatanya ia baru saja mengancamku dengan kata-kata bengis tak berperasaan.
"Cherryl,apakah orang tuamu belum kembali ke negara ini?":Ujar Arga santai.
"Belum":Sahutnya lirih seolah suaranya benar-benar lemah.
Arga melirik ke arahku yang masih berdiri mematung di sampingnya.
"Apakah kamu akan berangkat ke kampus sekarang?,aku akan mengantarmu,setelahnya aku akan mengantar Cherryl pulang":Ujar Arga.
Aku mengangguk dan lebih memalingkan wajah ku dari Cherryl yang masih menatapku dengan tatapan benci.
💖💖💖💖
Aku berjalan menuju kelas,tiba-tiba tangan kekar menepuk pundakku,dan membuatku terperanjat kaget.
"Astaga!":Aku sedikit loncat,dan spontan memegangi dadaku dengan kedua tangan karena kaget.
"Hai..Nona cantik!":Sapa Jonathan.
"Aku malas menjawab rayuan mu":Sahutku kesal.
Jonathan tampak tertawa puas melihatku kesal karena perbuatannya.
"Lihatlah,para gadis ini,ia tak henti-hentinya menatap kehadiranmu":Aku menggoda Jonathan.
Tanpa disangka Jonathan tersulut emosi mendengar kalimatku.Spontan ia mencapit belakang leherku dengan satu lengannya dan membuat tubuh kita menyatu,Jonathan tanpa aba-aba mencapit hidungku dengan kedua jarinya karena gemas padaku.
"Hentikan Jo...hentikan":Dengusku kesal.
Namun Jonathan tetap mempertahankan posisi kami hingga kedalam kelas barulah ia melepaskan ku.
💖💖💖💖
Sementara itu di kediaman Cherryl.Arga tampak memapah dengan lembut dan sabar mengarahkan Cherryl untuk tidur di tempat tidurnya.
"Terimakasih":Ucap Cherryl lirih mempertahankan akting lemahnya.
Arga mengangguk pelan.
Tiba-tiba ponsel Arga berbunyi suara Bib.
Pertanda ada pesan masuk,tanpa segan Arga membuka pesan itu.
Matanya terbelalak melihat pesan masuk dari nomor tak di kenal,di dalam pesan berisi Video itu terpampang nyata ketika aku berjalan sambil di capit oleh Jonathan tadi seolah aku sedang di rangkul oleh Nya.
Raut wajah Arga tampak murka dan merah padam,Aura bengis nampak keluar saat ia memasukan ponselnya kedalam saku.
"Aku pergi dulu,aku akan menyelesaikan urusan penting!":Desis Arga penuh emosi.
Cherryl tampak memasang wajah khawatir dan kemudian berubah menjadi senyum licik ketika tubuh Arga hilang dari balik pintu kamarnya.
"Lihatlah Asta,apa yang bisa aku lakukan padamu": Guman Cherryl dalam hati,dan wajahnya tampak merona menanti perpisahanku dari Arga.
💖💖💖💖
Arga tampak berdiri di depan gerbang kampus.ia menungguku dengan wajah penuh emosi.
Dan ketika ia melihat kemunculan ku bersama Jonathan,Amarahnya semakin memuncak dan menjadi-jadi.
Aku yang tadinya tersenyum lebar saat berbicara dengan Jonathan,berubah masam karena melihat wajah Arga yang di liputi aura mencekam seolah ingin menerkam ku.
"Jo,suamiku menungguku,aku kesana dulu":ujarku lalu melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan untuk kami.
Aku berlari kearah Arga,yang masih di liputi aura angker:"Hei..ada apa?":Sapaku dengan tangan hendak menyentuh pipi lembut Arga.
Dengan tegas Arga menampik tanganku dengan kasar,dan membuat tanganku terpelanting.
"Singkirkan tangan kotormu dari tubuhku,wanita murahan!":Seru Arga.
"Apa salahku?":aku bertanya dalam hati.
Aku menatap laki-laki di depanku dengan penuh kebingungan.
"Apasalahku?":Tanyaku lirih.
"Lihat Video ini!":Desis Arga dengan masih di kuasai oleh hawa penuh kebencian padaku.
Aku terberlalak kaget melihat isi dalam Video itu:"Aku bisa menjelaskan":Ujarku mencoba meredam amarah Arga.Namun tak berhasil malah semakin menjadi-jadi.
"Aku lebih percaya dengan apa yang kulihat,dari pada mendengar penjelasan dari mulut busukmu itu":Dengus Arga kesal.
Aku berdiri mematung,menatap sedih laki-laki yang aku cintai dengan segenap jiwa raga,tak mempercayai kata-kataku.
"Jika kamu tak mempercayaiku,lebih baik aku mati":Ujarku dan berlari kearah jalan raya yang saat itu lumayan padat.
Sebuah mobil box berjalan cepat kearahku,dan tentu saja tak akan siap mengerem mendadak karena kemunculanku secara tiba-tiba.
Seketika itu pula tubuhku tersambar mobil tersebut,dan membuatku terpental jauh kemudian jatuh ke aspal.
Arga menoleh kearahku yang terpental jauh akibat sambaran mobil box tadi.matanya terbelalak tak percaya melihat tubuhku terkulai di atas aspal dan bersimbah darah.
"Asta!":Teriak Arga dan berlari ke arak ku.dan kemudian menyambar tubuhku dan didudukan kepangkuannya.
Seketika Air matanya menetes tanpa aba-aba,nafasnya megap-megap karena panik bercampur ketakutan akan kehilanganku.
"Kamu bodoh!":Ucapnya lirih dengan airmata mengalir deras melewati pipinya.
"Aku percaya padamu,aku percaya padamu!":Ucapnya sembari mengusap keningku yang masih mengeluarkan darah segar.
"Bertahanlah,sayang!":Imbuhnya lagi.
Namun aku bergeming tak sadarkan diri.
Apa yang akan terjadi pada Asta?
a.mati
b.hilang ingatan
c.tidak keduanya.
💖💖💖
Jangan lupa like,komen,vote dan Rate yah...
Thank you..