Boss Come Here Please!

Boss Come Here Please!
#Kelegaan Arga



Aku berlari memeluknya,Arga menyambut pelukan ku dengan hangat dan membenam kan wajah di atas pundakku.


"Semua akan baik-baik saja,Cherryl pun juga":Aku menghibur Arga yang masih nampak merasa bersalah.


"Ini semua salah ku,karena tak menjaganya dengan baik,Cherryl adalah sahabat ku sejak kecil dia selalu mengikutiku kemanapun bahkan kita selalu bersekolah di sekolah yang sama dulu":Ujar Arga lirih.


"Tak apa,Dia akan baik-baik saja".


Dari kejauhan Ayah dan Ibu Arga nampak tergesa-gesa berjalan mendekati kami.


"Bagaimana keadaanya":Tanya Ibu mertuaku dengan raut wajah serius.


"Kami juga belum tau,Bu.Dokter sedang memeriksa Cherryl di dalam":tuturku menjelaskan pada Ibu mertuaku.


Kami berempat duduk saling berjajar di ruang tunggu menunggu kabar tentang keadaan Cherryl.


Tak berselang Seorang Dokter keluar dari ruang rawat Cherryl.Bersamaan kami berdiri dan menghampiri sang Dokter.


"Bagaimana keadaan Cherryl,dok?":Desak Arga.


"Syukurlah,lukanya tidak terlalu serius,hanya mengalami luka memar dan beberapa bagian tubuh yang lecet,untung saja tidak ada luka dalam":Jelas Dokter tadi dengan bijaksana.


"Terimakasih dok":Ucap Ayah mertuaku.


"Jika sudah jelas,saya undur diri terlebih dahulu":ucap Dokter yang mempunyai name tag bernama Joshep itu.


Raut wajah Arga berubah lega,Ia memeluk ku dengan begitu erat.


"Syukurlah,sayang.Cherryl tak kenapa-kenapa.Jika ada hal buruk menimpanya,aku tak akan pernah memaafkan diriku sendiri":Pungkas Arga masih memeluk ku.


Aku melepaskan pelukannya:"Jujur aku sedih melihatmu tadi.Aku iri kepada Cherryl,ia masih ada di dalam hati mu,meskipun kamu tau,ia mempunyai rencana jahat untuk kita":Ujarku.


"Ayo kita pulang!":Ajak Arga.


"Lalu Cherryl?".


"Biarkan Ayah dan Ibu yang menemani Cherryl":Potong ibu mertuaku.


Arga menggandeng tanganku dengan erat,sambil sesekali menciumnya.


"Arga,apakah kau tau jika ini masih di rumah sakit?":Aku merasa tak nyaman dengan perlakuan Arga.


"Kamu tak nyaman?.Aku hanya ingin menunjukan kepada dunia jika kaulah satu-satunya milik ku":Goda Arga.


Kami berjalan menuju tempat parkir,tepat di depan mobil Arga,Sekertaris Wisnu nampak sudah lama menunggu.


"Wis,kamu pulang naik taxi,biar aku menyetir sendiri":Titah Arga.


"Baik Mr."Sekertaris Wisnu menyerahkan kunci mobil dan membungkukan badan lalu beranjak pergi.


Aku masuk kedalam mobil,diikuti Arga yang nampak setengah berlari guna masuk kedalam.


Aku mendorongnya sekuat tenaga agar ia melepaskan ku.


"Kamu sudah tak waras?,Ini area umum":Teriak ku.


Arga terkekeh menatapku.


"Kenapa kamu tertawa?".


"Istriku yang lucu":Godanya lagi.


"Ayolah kita pulang":Ajakku.


"Jadi kita mau meneruskan yang tadi dirumah?":Ucapnya dengan senyum penuh kemenangan.


"Diam!!!".


Arga semakin tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuatku salah tingkah.


Arga menstater mobilnya lalu berjalan menjauh dari rumah sakit dimana Cherryl di rawat.Arga menyetir dengan tenang,tak ada gurat ke khawatiran yang sempat ia suguhkan ketika melihat Cherryl tertabrak mobil tadi.


Syukurlah setelah mengetahui keadaan Cherryl,Arga lebih memilih menemaniku lagi.Dan itu cukup membuatku membangun kepercayaan bahwa dia sudah benar benar mencintaiku sekarang.


"Mengapa menatap ku terus-menerus":Ucap Arga,meskipun ia sedang serius di belakang kemudi ia tetap bisa memperhatikan ku dengan seksama.


"Tidak":Sanggahku serba salah.


"Jika ada yang ingin kamu katakan.Katakan saja!":Titah Arga.


"Kenapa kamu tak menemani Cherryl?".


"Jika aku menemaninya,lalu kamu?.Aku harus melihatmu sendiri?".Ungkap Arga.


"Kita bisa sama-sama menemaninya di rumah sakit":Jelasku.


"Ini hari pertamamu kerja,kamu pasti lelah.Aku ingin kamu istirahat,kita sama-sama tidur saling berdekapan":Ujarnya lagi.


Aku menatapnya dengan tatapan haru biru.


"Jangan terharu begitu":Ia membalas tatapan ku.


"Aku juga sudah menghubungi orang tuanya,pasti mereka sudah dalam perjalanan menuju negara ini":Imbuh Arga lagi.


"Aku ingin memelukmu":ujarku,ini kalimat manja pertama yang aku lontarkan kepada suamiku.


"Sini":Arga menepuk2 bahunya dengan satu tangan mengisyaratkan agar aku bersandar di bahunya.


💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝