
Tiba-tiba suara bel pintu berbunyi.
"Siapa yang mengganggu ku ketika aku ingin memadu kasih dengan istriku".Gerutu Arga kesal sembari berjalan keluar kamar dan membukakan pintu.
Aku menghela nafas,setidaknya aku bisa bernafas lega karena laki-laki pengaku pemiliki tubuhku dan bahkan hatiku ini untuk sementra melepaskan ku sesaat,dan aku bisa istirahat sejenak.
Saat aku sedang mencoba memejamkan mata,tiba-tiba Arga masuk membawa seorang wanita cantik nan anggun dengan memakai longdrees biru dipadu dengan sepatu putih datang menghampiriku.
Ya ... Ia memang terlihat tersenyum padaku,tapi entah aku merasakan ada sesuatu yang lain,seolah matanya menyimpan kebencian mendalam pada ku.
"Hai,,Asta.Apa kabarmu?".Kata Wanita itu dengan masih melempar senyum yang seolah palsu yang hanya ia suguhkan ketika Arga sedang ada di antara kami.
Aku sekilas menatap wajah Arga,untuk melempar isyarat mengenai siapa wanita cantik ini,namun yang ku dapat hanya angkatan bahu seolah ia benar-benar tak ingin menjawab pertanyaanku.
"Apakah kamu tak mengenali ku?".Imbuhnya lagi.
Aku tersenyum kecut dan tak tau harus menjawab dengan kalimat apa?.Aku benar-benar tak mengenalnya,namun aku pikir di luar ingatan ku,ia adalah wanita yang sangat ku benci,dan itu terbukti bahkan saat ini aku benar-benar tak ingin melihat wajah palsunya.
"Baiklah jika kamu tak mengenaliku".Ujarnya lagi,aku akan pamit sepertinya kamu harus banyak beristirahat untuk memulihkan pikiran mu".Ucapnya membalikan badan untuk menatap Arga.
"Apakah kamu akan pulang?".Ujar Arga.
"Ya ... Aku akan pulang,lagipula pasti Asta ingin istirahat,aku kemari hanya ingin melihat keadaanya".Ujarnya.
"Padahal kamu sendiri belum pulih,mengapa harus repot-repot kemari".Ucap Arga seperti ada kekhawatiran yang tersirat di balik kalimat itu.
Mereka berjalan keluar meninggalkan ku,tapi ketika aku melihat Arga berjalan dengan wanita itu membuat hati ku tercubit,sakit.
💖💖💖💖
Tak berapa lama Arga masuk ke dalam kamar kembali,berjalan dengan penuh wibawa,ia menatapku sejenak.
"Apakah kamu ingin mandi,kalau iya aku akan membantumu mandi".Ujar Arga masih menatap lekat wajahku yang mungkin terlihat lusuh karena beberapa hari tak mandi.
Ia menganggukan kepala dengan penuh semangat ia menghampiri ku.
"Sini,aku bantu buka baju".Titahnya.
"Hei... apa perlu seperti ini?,seharusnya tak perlu buka baju,bukan".Dengusku kesal.
Arga memaksa melepaskan kancing baju ku dengan senyuman khas seperti penculik dalam lakon home alone.
"Hai".aku berusaha keras mempertahankan kancing bajuku namun tetap saja sia-sia.Arga berhasil membukanya dengan paksa.
"Dari t*buh mu bagian mana yang tak pernah kulihat,Asta.Kamu adakah istriku,bahkan kita sudah melewati seribu malam bersama".Goda Arga dengan masih asyik dengan baju ku.
"Dasar,kamu laki-laki m*sum!!".Aku terus memukul-mukul punggungnya dan mencoba sekuat tenaga untuk memberontak agar ia melepaskanku.
"Menurutlah,Asta".
Akhirnya Arga berhasil membuka semua baju ku dengan paksa,aku menutup tubuhku dengan kedua tangan untuk menutup tempat - tempat Vita* ku.
Dengan lembut Arga menutup tubuhku dengan handuk berwarna hitam,kemudian membopong tubuhku hingga ke dalam kamar mandi.
Arga mendudukan ku di atas closet agar ia bisa menyiapkan air hangat untuk ku mandi,setelah semua siap Arga membopong ku kembali dan dengan lembut ia menceburkan tubuhku ke dalam bathup.
Seketika tubuhku tel*njangku tertutupi dengan busa lembut sabun mandi.Arga duduk di atas kursi menghadap ke kepala ku.
Ia mengeluarkan rambutku,kemudian membubuhkan shampoo aroma stowberry favorid ku,dan mengusap lembut kepala ku hingga rambut ku berbusa.
Aku tampak rileks dengan perlakuan Arga padaku,tanpa sadar aku sesekali memejamkan mata menikmatinya.
Arga tersenyum puas melihatku yang tampak nyaman dengan perlakuannya.Dan mendaratkan kecupan di dahiku.
"Aku mencintai mu,Asta".